Saturday, October 28, 2017

CARA MEMBUAT LAMPU INDIKATOR SIGNAL DAN POWER AMPLIFIER

Berikut adalah cara membuat lampu indikator signal dan power pada power amplifier. Ada banyak sekali aksesoris rangkaian sebagai indikator parameter dan pelengkap pada sebuah power amplifier. Dari mulai rangkaian clip, vu meter, dll. Nah kali ini ada satu rangkaian pelengkap lagi, yang bisa dibilang sangat sederhana dan mudah sekali dalam pembuatannya, yaitu lampu indikator signal dan power. Rangkaian ini mirip dengan rangkaian sebelumnya yaitu lampu vu meter sederhana tanpa ic, tapi kali ini hanya kita pakai satu saja lampunya sebagai indikator signal dan ditambahkan indikator lampu power. Jadi nanti ada dua lampu yaitu lampu signal dan lampu power. Bagaimana rangkaiannya, simak lebih lanjut ya.

Sebenarnya ini adalah pertanyaan dari rekan kita di g+ yang menanyakan bagaimana cara membuat lampu indikator signal pada power amplifier? Ada banyak rangkaian indikator signal yang ada menggunakan komponen penguat sebagai drivernya. Tapi kali ini kita akan buat yang mudah saja tanpa komponen penguat ic atau transistor. Ya bisa dikatakan rangkaian pasif he..he.. Tapi meskipun pasif, masih bisa nyala dan dapat digunakan sebagai indikator power amplifier kita loh he..he..

Karena rangkaian ini bersifat pasif, maka otomatis rangkaian ini tidak bisa kita pasang pada rangkaian op amp, misal out tone control, mixer dan rangkaian op amp lainnya. Karena lampu tidak akan bisa menyala disebabkan tidak adanya rangkaian penguatnya. Jadi rangkaian ini hanya bisa digunakan pada out power amplifier saja. Karena hanya out power inilah yang nantinya digunakan sebagai tenaga supply sekaligus sensor tegangan yang akan kita umpankan kepada lampu led. Sehingga lampu led signal bisa menyala mengikuti irama musik yang masuk pada input power amplifier.

Cara kerja rangkaian cukup sederhana, yaitu dengan mengubah tegangan out power amplifier menjadi tegangan  DC melalui diode D1 IN4148. Sehingga out power yang sudah jadi tegangan dc dapat menyalakan lampu sesuai dengan besar kecilnya sumber suara pada input amplifier. Semakin besar input yang masuk pada input power amplfier, maka lampu indikator signal akan menyala lebih terang. Dan jika tidak ada input yang masuk pada input power amplifier, maka lampu indikator signal juga tidak akan menyala. Lampu indikator signal ini juga dapat kita fungsikan sebagai pengganti speaker untuk cek dan test power amplifier. Juga untuk mendeteksi adanya arus DC yang mungkin keluar pada out power amplifier. Sehingga lampu indikator signal ini akan menyala meskipun tidak ada suara yang masuk pada input power amplifier. Jadi jika lampu indikator signal ini menyala tanpa beban suara, maka jangan konek dulu speaker. Kemungkinan besar pada out power amplifier ada arus DC yang keluar atau memang ada kerusakan komponen misal tr final short dan sebagainya.

Selain lampu indikator signal, rangkaian ini juga dilengkapi dengan lampu indikator power. Untuk mendeteksi tegangan yang masuk pada power amplfier. Cara kerja rangkaian lampu indikator power ini sama seperti rangkaian lampu power pada umumnya yaitu dengan memberikan resistor penahan tegangan untuk menurunkan tegangan sebelum di umpan ke lampu led. Sehingga lampu led juga akan awet dan tidak gampang rusak karena tegangan tinggi power amplifier. Selain lampu bawaan pada saklar power, lampu indikator power ini berguna untuk mendeteksi tegangan supply positif langsung pada rangkaian power amplifier. Sehingga jika lampu led power ini tidak menyala atau redup, kemungkinan besar ada kerusakan komponen short atau sekering atau fuse putus. Sehingga tegangan positif yang menuju power amplifier terputus atau short. Berikut gambar rangkaian lampu indikator signal dan power amplifier.


Daftar komponen :
R1=10 ohm
R2=330 ohm
R3=2K2
C1=220uf/50v
C2=10uf/50v
D1=IN4148
LED1=Lampu led merah
LED2=Lampu led hijau

Nah anda bisa lihat gambar rangkaian diatas, mudah bukan. Mungkin ada yang bilang sudah tahu mas, ya sudah ini buat yang belum tahu kok he..he.. Untuk warna lampu led anda bisa menyesuaikan dengan selera anda. Anda bisa memasang indikator lampu ini pada power amplifier anda, sehingga menambah menarik penampilan dari power amplifier anda. Yang mana lampu indikator signal akan menyala sesuai dengan alunan musik yang keluar pada out speaker power amplifier. Ditambah dengan lampu indikator power yang akan menyala sesuai dengan tegangan yang masuk pada power amplifier. Ketika saklar power di ON, maka lampu indikator power akan menyala, mengindikasikan tegangan sudah masuk pada rangkaian power amplifier kita.

Untuk setting kepekaan nyala lampu lednya anda bisa mengubah nilai Resistor R1 dengan nilai yang lebih besar. Nilai R1 10 ohm diatas adalah untuk settingan nyala lampu paling terang. Jika dirasa nyala lampu terlalu terang, anda bisa mengganti R1 dengan nilai yang lebih besar dari 10 ohm, misal R 100 ohm, 220 ohm, dll. Sesuaikan dengan nyala lampu yang anda inginkan. Untuk  D1 IN4148 bisa diganti dengan dioda 1A atau dioda IN4002 yang banyak dipasaran. Semua resistor menggunakan R 1/2 watt. Lanjut bagaimana gambar koneksi rangkaian ini pada pcb power amplifier. Berikut  gambar koneksinya.


Lengkap sudah gambar rangkaiannya. Jadi ada tida jalur koneksi pada rangkaian lampu ini yaitu GND, OUT SPK, +Supply. Silahkan anda konek gnd pada gnd pcb power amplifier. Kemudian konek Out Spk pada out pcb power amplifier. Kemudian konek +supply ke positif supply pada pcb power amplifier. Semoga anda bisa membuat sendiri rangkaian lampu indikator signal dan power ini, sebagai indikator tambahan dan pelengkap dari power amplifier anda. Semoga bermanfaat.

60 comments:

  1. Assalamu alaikum..mas mu tanya...klo kit power 500 watt itu buat speaker berapa biji dan berapa inch ...terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk power 500w ideal pakai speaker 4x12" dan 2x15".

      Delete
  2. Mas saya lupa.kit power nya itu MONO tapi bisa mas pake ukuran speaker 4x12 atau 2x15 inch..nuhun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih bisa mas. Stereo lebih ok he..he.. Coba dulu saja pakai mono mas.

      Delete
    2. Mas klo amplifer supaya bass nendang itu di tambahin apa.ya ...contoh dari elconya di seri atau palarel...saya pake 4 buah elco..

      Delete
    3. Saya pake 4 buah elco 10000uf/100v

      Delete
    4. Kalau elconya sudah 10000uf/100v, maka diparalel saja mas. Supaya mikrofaradnya nambah.

      Nah sekarang aksesorisnya pakai apa saja mas?

      Delete
    5. Trus klo ngambil ct ny dari mana mas...

      Delete
    6. Ya tetap mas, kan tinggal paralel saja.
      (-+)ct(-+)
      (-+)ct(-+)

      Delete
  3. Travo 15a dioda brigh 35a elco 4 buah 10000uf/100v kit power mono 500 watt x2 tr sanken 8 set ..
    Ada yg kurang gk mas...pengen jd streo.nuhun

    ReplyDelete
  4. Maaf mas Bahar numpang comment disini, tapi beda dgn artikel diatas, saya punya speaker aktif advance digital (komputer) speknya rms 35 watt trafo non CT 1A 10v masalahnya pada bagian input dan output ada degungnya tapi kalau groundnya dipegang dengungnya hilang kalau mau dihungkan ke trafo CT trafo tidak ada CTnya gimana ya mas ilangin dengungnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu inputnya memang harus dihubungkan ke perangkat mas, misal hp atau dvd. Yah kalau dibiarin kosongan yang mesti dengung, karena tidak ada sinyal suara masuk.

      Delete
  5. Mas bahar..
    Kmrn buat prcbaan lgi..
    Safari 400 tk bri trafo 10a kecil 2 set sanken..
    Buat ngangkat legacy 10"x2.
    Hasilx brek2 speakerx g kuat.
    Dn kn tk bri kit filter subwoofer tp suarax g kluar.. hnya speaker brek2 aja g ada bassx.. itu dr apax mas.. posisi speaker d seri..
    Apa filter subwoofer brmasalah..

    Saya jga pnya power 1 lagi...
    Misal out power 1 langsung tk masukan out power 2 tnpa filter itu hsilx gmn mas.. boleh kah dg hnya d tmbahi resistor??

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Kok sepertinya powernya yang bermasalah mas. Coba pakai power lain.

      2. Boleh mas. Memang seperti itu carannya. Gunakan R 100K pada out power 1 sebelum masuk input power 2.

      Delete
  6. Dan, bisa tidak merubah input mono jadi stereo kalau bisa caranya bagaimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau jadi stereo beneran gak bisa. Kalau hanya sekedar biaa membagi inputnya jadi dua, tinggal tambahkan 2 Resistor 10K pada input. Yang mana kedua ujung R satu digabung jadi satu masuk input. Kemudian ujung R satunya dipisah jadi 2 untuk jadi input1 dan input2.

      Delete
  7. Maaf mas masih gagal faham cara membagi 2 resistornya bagaimana? Apa benar 2 resistor ujung satunya disambung input mono dan kedua ujung lainya dicabang seperti huruf (Y) jadi 2 input?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiippp... Betul sekali mas he..he..

      Delete
  8. Untuk rangkaian signal power diatas saya cari C1 belum ketemu bisakah diganti selain elko 220uf 50v?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa mas. Pakai elco 330uf/50v atau 470uf/50v juga boleh. Atau jika gak ada bisa pakai elco 100uf/50v.

      Delete
  9. Kalo pakai elko 4700uf 50v gimana hasilnya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya gak masalah mas. Cuma kegedhean mas he..he..

      Delete
  10. Mas utk buat indikator power dgn tegangan travo 12v apa R berubah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nilai R tetap juga gak masalah mas. Tapi jika nyala lampu led terlalu redup dan anda ingin nyala lampu led sedikit lebih terang, maka nilai R boleh diganti pakai R 1K mas.

      Delete
  11. Mas bahar kalo out power d tujukn k input power 2 apakah nnti hsil power 2 hnya bass saja kayak subwoofer polytron psw700 dn sbangsax atau jga tetep bass middle dll mas bahar??? Hsilx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hasil suara akan sama dengan power 1 mas. Kalau suara power 1 adalah subwoofer, maka suara di power 2 juga akan jadi subwoofer.

      Delete
    2. Ground Out power d ambilkn dri elco bsar bleh ya mas bhar

      Delete
    3. Boleh mas. Memang bagusnya ambil disitu. Yaitu konek di CT elco. Tapi ingat jangan ambil di CT trafo ya, bisa bikin dengung.

      Delete
  12. Mas mu tanya.klo TR sanken terlalu panas ataw panas berlebihan itu gimana ya solusinya saya pake travo 10a 32v ct 32v
    Kit power drivernya pake 500watt mono elco 10000uf/100v x2. Supaya aman mohon solusinya.terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi suaranya normal apa tidak mas? Coba anda turunkan tegangan pakai 25v-ct-25v dari trafo, apakah masih over panasnya?

      Untuk out speaker dapat kaki emitor atau colektor dari Tr final mas?

      Delete
    2. Klo suaranya lumayan bagus mas.saya coba turunkan ke 25v suaranya gak enak agak pecah gitu...

      Delete
    3. Kalau dalam posisi tegangan 32v, dalam posisi volume power tertutup atau tanpa suara, apakah masih panas tr sankennya?

      Delete
    4. Anda pakai berapa set tr sankennya mas?

      Delete
  13. Kang mau tnya, apa bdanya power ampli trnsstor final komplementer dgn final dobel trnsstor, misalnya dobel tip 41 tnpa tip 42, prnah jga liat dobel sanken 2sc2922 tnpa 2sa1216..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya sebagai pengguna saja mas, tidak mempelajari tentang macam sistem dari power amplifier tersebut. Mengenai perbedaan mungkin dari penguatannya saja. Misal dobel tip41/42. Untuk jenis power dengan satu jenis tr final saja, misal hanya pakai tr final PNP saja tanpa pasangannya, memang ada. Tapi menurut saya masih bagus power dengan tr final PNP dan NPN. Dari segi komponen, jelas anda akan kesulitan mencari tr final hanya PNP saja he..he.. Yang ada tr final satu set, PNP dan NPN. Terus tr NPN nya buat apa he..he..?

      Delete
  14. Bnar juga kang soalnya prnah tman mnta tlong bnerin powernya, pke tr final dobel snken 2sc2922. Krna blinya hrus spsang sya bli 2 psang, tp yg d pke hnya 2922 rugi yg 1216 tdak d pake..

    ReplyDelete
  15. Kang klo dobel npn 2sc2922 bsa d jdikan tr final, kira2 dobel pnp 2sa1216 bsa tdk d jdikan tr final juga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pnya skemanya kang, mau coba2 bikin soalnya ada tr 2sa1216 yg nganggur nih..

      Delete
    2. Ada, tapi belum sempat posting mas.

      Delete
    3. Siaappp..
      d tunggu postingan.a kang..

      Delete
  16. Bisa tidak mas sebuah perangkat elektronik khususnya perangkat audio dipasangi kabel arde/ground bentuknya 3 kabel pada stekernya +,-,ground. Kalau bisa cara nyambungnya bagaimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa mas. Untuk kabel arde atau ground biasanya warna kuning dengan strip hijau. Untuk koneksi anda harus pakai kabel dan stop kontak dengan 3 kabel juga. Jalur koneksi groundnya bisa konek di box amplinya mas.

      Delete
  17. Potensio volume mixer saya kalau diputar kok bunyi kresek2 ya tapi cuma sebelah pada speaker R saja. Yang spek L normal?

    ReplyDelete
  18. Kalau di bersihkaqn dgn contact cleaner gimana mas apa bertahan lama soalnya mixer behringer itu potensionya jenis alps beda dgn ptensio pd umumnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa pakai contact cleaner, tapi gunakan yang khusus untuk potensio. Jangan pakai WD ya, bisa hancur itu potensionya he..he.. Bisa bertahan cukup lama, cuma nanti biasanya kambuh lagi.

      Memang mixer built up kendalanya di potensionya, kadang kresek-kresek. Cukup disemprot pakai contact cleaner saja mas.

      Delete
  19. Mas bahar mu nanya lg . klo speaker aktif suaranya kecil sebelah itu penyebab nya dari apa ya ada komponen yg rusak atw gimana .makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa dari potensionya mas. Coba ganti semua potensionya mas.

      Delete
  20. Mas saya ingin merakit mic condenser yg kecil itu dan bisakah langsung saya tancapkan ke mixer yg udah ada fasilitas phantom power, micnya tanpa baterai/preamp. Lalu kalau bisa rangkaiannya bagaimana dan di jack xlr female out mixer yg routing/jalur phantom power pada pin apa mas yg hot/sleeve (di xlr 1/2/3? Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Bisa mas.
      2. Mic condensornya gak perlu pakai baterai lagi. Kan sudah ada tegangan phantomnya.

      3. Yang hot.

      Delete
  21. Jalur out supply phantom power mixer itu pada /-/ground?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jalur phantom itu positif (+) mas. Jadi injeksi tegangan sebesar +48VDC pada mic condensor kaki (+).

      Karena mic condensor tidak akan bisa bunyi, kalau tidak ada tegangan injeksi pada kaki (+)nya. Maka dari itu tegangan phantom dibutuhkan untuk menginjeksi (+) mic condensor supaya bisa bunyi.

      Delete
  22. Terima kasih ya mas atas jawabannya. Tapi ada yg ingin saya tanyakan lagi. Dampaknya apa to mas kalau musik hp pada out hedset/hedpon disambung langsung ke amp/mixer? Hubungannya sama impedansi itu bagaimana? Semoga ilmunya barokah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya sih gak ada dampak apa-apa mas. Selama semua perangkat sound system kita bebas dari arus liar atau tegangan liar yang kadang muncul. Biasanya perangkat frekuensi tinggi misal power supply SMPS ini menghasilkan arus atau tegangan liar yang bisa merusak hp.

      Tandanya jika ada arus atau tegangan liar muncul adalah pada saat kita menyentuh ground atau jack input mixer, ada terasa sedikit rasa kesetrum. Rasa kesetrum inilah arus/tegangan liar itu. Nah pada kondisi seperti inilah dapat merusak hp. Solusinya harus digroundingkan dulu ketanah semua perangkat sound systemnya, khususnya yang menggunakan power supply SMPS. Baru bisa aman. Atau dengan cara melengkapi jaringan listrik kita dengan ground yang include di stop kontak. Ini pernah anda tanyakan beberapa waktu lalu, tentang pasang grounding kabel 3 pada stop kontak.

      Tapi kalau tidak ada arus atau tegangan liar, maka penggunaan hp menurut saya aman gak masalah mas.

      Gak ada hubungannya dengan impedansi. Impedansi pada input adalah tingkat kepekaan atau respon pada input tersebut. Jika impedansi input tinggi, maka inputnya bisa sangat peka. Sehingga dengan sumber suara input kecil, maka suara yang dihasilkan akan bisa sangat besar.

      Delete
  23. Itu klau power nya stereo, kan ada 2 out speker nya mas, L R,,, apa bisa di ambil dari salah satu nya saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa mas. Cuma lebih baik pakai 2 untuk L R nya. Sehingga termonitor keduanya.

      Delete