Sunday, November 26, 2017

SKEMA RANGKAIAN BTL TRANSISTOR

Berikut adalah skema rangkaian btl transistor. Ini adalah salah satu cara untuk mem-btl power amplifier stereo untuk dijadikan power mono dengan daya watt dua kali lipat. Setelah saya posting cara btl power dengan hanya menggunakan satu resistor, tanpa menggunakan rangkaian apapun. Sekarang saya sajikan bagaimana mem-btl power dengan rangkaian btl. Ada dua macam rangkaian btl yaitu rangkaian btl menggunakan transistor dan IC op amp. Nah yang paling banyak dipasaran adalah jenis rangkaian btl yang menggunakan ic 4558. Untuk rangkaian btl ic 4558 akan saya bahas di next posting berikutnya. Rangkaian btl yang menggunakan transistor ini mungkin jarang anda temukan dipasaran, jadi anda bisa merakitnya sendiri dengan biaya yang murah dan mudah dalam pembuatannya. Karena hanya menggunakan sedikit komponen. Bagaimana skema rangkaian btl transistor ini? Simak lebih lanjut ya.

Sebagai alternatif cara mem-btl power amplifier yaitu dengan menggunakan rangkaian btl sederhana, yang hanya menggunakan satu buah transistor jenis NPN yaitu transistor C945 dan beberapa komponen pendukung lainnya. Untuk transistor penguat C945 bisa anda ganti menggunakan jenis transistor NPN lainnya misal transistor C828, C458, C536, C1815 dan tr jenis NPN lainnya yang sejenis. Jadi lebih fleksibel dan mudah bukan he..he..? Karena rangkaian tidak ada dipasaran, maka anda bisa merakitnya sendiri pakai pcb lubang-lubang atau pcb polos kosongan.

Sistem kerja rangkaian adalah sebuah penguat biasa yang diambil out positif dan out negatifnya. Yang mana kedua out tersebut yang akan kita umpankan pada sebuah power amplifier stereo L R. Power amplifier yang kita gunakan harus stereo, karena jalur out penguat ada 2 yaitu out + dan out -. Maka nanti kedua out power akan jadi positif dan negatif, yang nantinya akan jadi jalur speaker output. Perlu diperhatikan pada semua rangkaian btl power, jalur koneksi output speaker sudah tidak lagi menggunakan Ground. Tapi jalur speaker btl menggunakan kedua output dari power amplifier tersebut.

Untuk tegangan supply rangkaian btl transistor ini bisa pakai tegangan positif dari power amplifier, dengan merubah nilai dari resistor supply rangkaian btl dengan nilai yang besar. Jadi anda tidak perlu lagi membuatkan tegangan supply baru untuk rangkaian ini. Cukup diikutkan tegangan positif dari power amplifiernya. Aman gak mas? Dijamin aman he..he.. Berikut adalah gambar skema rangkaian btl transistor.


Daftar komponen :
R1 = 1K (+12V), 3K3 (+35V)
R2, R6 = 3K3
R3 = 220K
R4 = 4K7
R5 = 6K8
C1 = 220UF/50V
C2, C3, C4 = 1UF/50V
ZD1 = ZENER 12V
TR1 = C945
P1 = POTENSIO MONO 50K

Sudah jelas gambar dan daftar komponen diatas. Silahkan anda teliti dan merakitnya. Untuk komponen R1 ada dua komponen yaitu jika anda menggunakan tegangan supply +12V, maka gunakan R 1K. Tapi jika anda ingin menggunakan supply tegangan diatas 12V atau supply ikut positif power amplifier, maka gunakan nilai R 3K3. Berikut adalah gambar layout pcb rangkaian btl transistor. Desain tidak harus seperti gambar dibawah ini. Gambar ini hanya contoh. Anda bisa mendesain atau merakitnya sendiri sesuai selera, yang penting jalur komponennya benar sesuai skema rangkaian diatas.


Gambar diatas adalah contoh layout pcbnya. Jika anda pakai pcb lubang-lubang, maka jalur komponennya gak harus seperti diatas. Anda bisa menyesuaikan sendiri sesuai skema rangkaiannya. Nah setelah gambar skema dan layout pcbnya, Bagaimana jalur koneksi rangkaian btl transistor ini pada power amplifier  stereo he..he..? Berikut jalur koneksinya.


Silahkan lihat gambar diatas, jalur koneksi output dari rangkaian btl masuk pada jalur input L R. Yang mana pada input L akan jadi input positif dan jalur input R akan jadi input negatif. Jika sudah seperti itu maka jalur outputnya pun juga akan sama jadi out L(+) dan out R(-). Bagaimana sudah paham? Untuk jalur koneksi tentu saja sudah tidak menggunakan Ground lagi, tapi menggunakan output speaker dari power stereo ini.

Mungkin ada yang beranggapan bahwa output speaker pada power btl tidak ada polaritas positif negatifnya? Ini adalah salah. Yang benar adalah pada out speaker power btl tetap akan ada polaritasnya kutub positif dan negatifnya. Tergantung dari jenis out yang diumpankan pada input powernya. Jika outnya positif, maka input power akan jadi positif  begitu juga dengan outputnya akan ikut positif sesuai inputnya. Ini juga berlaku untuk channel power lainnya. Jika outnya negatif maka input power akan akan jadi negatif begitu juga outputnya akan ikut jadi negatif sesuai input powernya.

Untuk pengaturan besar kecilnya sumber suara pada input power, anda bisa menggunakan potensio mono 50K pada jalur input rangkaian btlnya. Bukan jalur input powernya he..he.. Ingat power amplifier stereo jika sudah di btl akan jadi power amplifier mono. Jadi kalau power sudah di btl, maka jalur out speakernya jangan dikonek ke ground lagi. Hal sepele ini kadang kita lupakan dalam pemasangan out speakernya. Jadi jangan keliru lagi ya. Semoga bermanfaat.

13 comments:

  1. kayaky lebih simple yang pakai r33 mas!kalau menurut saya hee..tapi maslahy tr finaly jadi panas jd g berani 1 lagu selesai takut keluar jin...apa kurang tr atau volty..biar normal caray gmn mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tr finalnya kurang mas. Kalau perlu pasang kipas. Sekarang pakai tr final berapa set mas? Pakai tr final apa?

      Delete
  2. cm satu set sanken 2922 n pas.skarang pakai mono karna chanel R keluar teg jd sy copot semua komp nyisakan resistor.jd yg dipakai cm chanel L rencn mau tak tambah ke chanel R TR y cm masih bingung apa kapur yg dipcb hrs dilepas apa g usah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya itu karena tr final kurang mas. Makanya panas.

      Untuk paralel tr final, R kapur di pcb bisa dilepas, bisa juga tidak. Tapi agar lebih mudah untuk koneksinya, maka lebih baik R kapur di pcb dilepas saja.

      Delete
  3. mas bahar sarany bagus sekali,setelah saya tambah finaly satu set lg saya cek finaly normal tidak panas,beda waktu masih 1 set finaly panas...semoga mas bahar ttp sehat n byk rezekiy selalau amieen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Amiinn. Siipp mantap mas. Semoga bermanfaat.

      Delete
  4. oh ya mas kalau sdh ditambahin final kan sdh sdh 2 set, tegangan dr travo apa perlu dinaikkan atau tidak.kalau pertama pakai 25ct25 dr travo..kalau bisa dijelasin pakai 1 set 2 set dst itu perlu brp volt sebenary...dr travo atau setelah disearahkan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semakin tinggi volt yang dipakai, maka tr final akan semakin panas. Maka dari itu jumlah tr final perlu ditambah agar tidak panas.

      Untuk tr final sanken sebenarnya bisa di supply sampai tegangan 32vct dari trafo. Tapi cek dulu tr final, jika panas normal, maka gak masalah. Jika over panasnya, maka tegangan tetap saja pakai 25vct dari trafo.

      Delete
  5. mas mau nanya saya pernah baca diblogy kalau pengin suara tidak benturan kan dikasih R itu nilaiy yg pas berp mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung mas. Kalau saya sering pakai R 10K untuk membaginya. Tapi ya tergantung, kadang juga pakai R 22K.

      Delete
    2. Mana kang skema power tr final dobel 2sa1216..

      Delete
    3. Mohon maaf mas saya belum ada waktu untuk postingnya. Jika anda keberatan silahkan cari referensi lain mas.

      Yang penting permintaan anda tentang skema power tr final dobel 2SA1216 sudah masuk draft saya. Dan tinggal tunggu waktu postingnya kapan. Setiap pertanyaan yang masuk akan saya tampung untuk saya lakukan ujicoba dan pengecekan lebih lanjut. Jadi gak asal posting mas. Jadi mohon maaf jika anda harus menunggu lama posting artikelnya terbit.

      Karena banyak juga antrian pertanyaan dibelakang anda yang belum juga diterbitkan.

      Delete
  6. Kirain akang lupa mkanya coba sya tnya lagi..

    Oke d tnggu postingannya kang..

    ReplyDelete