Friday, January 19, 2018

CARA PASANG FILTER SUBWOOFER PADA POWER AMPLIFIER

Alhamdulilah akhirnya ada waktu untuk ngeposting lagi he..he.. Ditengah hempasan kabar yang kurang menyenangkan dari Adsense Youtube, yaitu tambahan aturan baru yang lebih sulit, membuat Youtuber mungkin banting setir ke blog he..he.. Loh kok malah bahas Youtube mas he.he.. Sekedar Intermezo saja, soalnya lagi trending topik dan mungkin pada galau Youtubernya he..he.. Baiklah kembali ke topik. Next Posting kali ini yang mungkin ditunggu-tunggu para AudioLovers. Bagaimana cara menambah performa nada bass pada perangkat audionya. Mungkin saat ini hanya itu-itu saja aksesoris yang digunakan. Nah bagimana jika kita tambahkan filter Subwoofer pada perangkat audio kita, pasti akan tambah GLeeerrr bassnya he..he.. Bagaimana cara pemasangan filter Subwoofer ini? Simak lebih lanjut posting berikut ini yaitu cara pasang filter subwoofer pada power amplifier.

Perkembangan dunia audio lambat laun semakin berkembang. Dengan bermunculannya berbagai macam kit aksesoris yang banyak dipasaran. Sehingga memudahkan kita para pecinta Audio untuk merakit dan memaksimalkan performa kualitas suara audio mereka. Berbagai macam aksesoris dipasang untuk mendapatkan hasil suara terbaik mereka. Salah satu fenomena menarik dilapangan yang membuat saya heran yaitu bahwa mayoritas orang lebih suka dengan model suara dengan nada bass menggelegar. Padahal kalau kita berkaca pada para Audiophile yaitu para pecinta audio kelas atas, yang dicari bukan seberapa besar tendangan bass yang dihasilkan, tapi pada nilai Natural atau keaslian daripada kualitas suara audio itu sendiri. Bahkan mereka lebih suka model suara FLAT yaitu tanpa tambahan aksesoris apapun pada perangkat audio mereka, demi mengejar suara yang lebih natural. Tapi kita pecinta audio kelas teri, malah lebih suka model suara yang ngebass menggelegar he..he.. Jarene wong jowo, Gak ngebass, Gak Mantep. Bukan begitu he..he.. ?

Dari pengalaman saya selama ini, jika kita ingin menambah nada bass, maka kita akan melakukan penambahan aksesoris misal Galaxi, Turbo Bass, Giga Bass, dll. Dan hasil suara bassnya memang bertambah, tapi nada high atau treble nya juga ikut nambah he..he.. Memang sebagian orang suka dengan hasil seperti ini, tapi sebagian orang tidak suka jika nada treble nya ikut nambah, maunya nada bassnya saja yang nambah dan treble tetap. Tapi dari kebanyakan aksesoris yang ada, tidak bisa mendapatkan kualitas nada bass yang empuk dan menggelegar. Karena memang sistem yang dipakai hanya sebatas mem bosst nada bass dengan filter biasa. Nah padahal untuk mendapatkan nada bass yang lebih LOW, maka dibutuhkan filter nada Low seperti nada pada speaker Subwoofer. Bagaimana cara menyuntikkan nada bass subwoofer ini pada perangkat audio kita? Yang jelas cara pemasangannya berbeda seperti biasanya yaitu tinggal pasang input output selesai. Karena nada bass subwoofer yang dihasilkan suaranya murni bass, tidak ada treble dan midle, maka cara pemasangannya pun berbeda.

Teknik menyuntikkan nada bass ini sebenarnya sudah ada dari dulu, tapi baru sekarang diangkat ke permukaan dan perangkat kitnya banyak dipasaran. Saya sendiri juga baru menyadari bahwa cara menyuntikkan nada bass ini sangat efektif untuk menghasilkan nada bass yang menggelegar, tapi nada treble dan midle tetap tidak berubah. Sehingga sistem ini memudahkan kita untuk menyetel nada bass, kapan diperlukan nada bass menggelegar dan kapan tidak diperlukan nada bass low ini. Dan dapat kita setel seberapa besar efek nada bass ini kita butuhkan agar suara yang dihasilkan benar-benar pas. Fenomena ini sebenarnya sudah saya tangkap dari dulu, karena banyak para rental audio sound system memakai teknik ini. Saya curiga dengan hasil suara bass pada perangkat sound system mereka, kenapa kualitas bassnya bisa empuk dan menggelegar? Nada bassnya itu loh beda he..he.. bagaimana gitu he..he..? Nah akhirnya rasa penasaran saya terkawab, ternyata sebagian dari mereka menerapkan sistem penyuntikan nada bass subwoofer ini. Pinter juga teknik mereka ini he..he.. Perlu dicontoh nih. Tapi tidak semuanya para rental sound system menggunakan teknik ini, cuma ide mereka ini yang patut saya acungi jempol. Bagaimana mereka memanfaatkan perangkat yang ada, tapi kualitas bass bisa menggelegar. Pastinya bisa bersaing dengan para rental sound system lainnya. Dan nada bass mereka berbeda, empuk gitu lohh he..he..

Baik sudah cukup intermezonya. Mari kita lanjut cara pemasangan kit filter subwoofernya bagaimana? Sebelum melangkah kesana. Alangkah baiknya kita mengenal dulu jenis dan model kit filter subwoofer yang ada dipasaran. Ada banyak sekali macam dan model kit filter subwoofer yang ada dipasaran, tapi akan saya kenalkan dua saja model kit filter subwoofer ini yaitu kit filter subwoofer tegangan CT dan kit filter subwoofer tegangan tunggal DC 12V. Karena pada prinsipnya cara pemasangannya sama saja, cuma beda pada kit pcb nya saja. Berikut contoh kit subwoofernya.


Gambar diatas adalah contoh kit filter subwoofer yang banyak dipasaran dan mudah kita dapatkan. Menggunakan ic op amp 4558 dan menggunakan supply tegangan simetris atau CT. Kit subwoofer ini yang paling mudah menurut saya untuk diaplikasikan pada perangkat audio kita.


Gambar kedua diatas adalah kit filter subwoofer pakai tegangan tunggal DC 12V. Jadi kit tersebut dapat bekerja pakai tegangan engkel atau tunggal DC 12V. Perlu diperhatikan jika pakai kit ini, bahwa tegangan supplynya engkel bukan CT. Untuk fungsinya sama saja dengan dengan fiter subwoofer lainnya, cuma yang membedakan hanya tegangan supplynya saja. 

Setelah kita melihat dua  contoh kita filter subwoofer diatas, bagaimana cara memasang kit filter subwoofer ini? Teknik yang kita pakai adalah teknik penyuntikan nada bass pada suara dan kemudian di campur atau di mix sehingga suara yang dihasilkan akan tercampur dengan nada bass subwoofer ini. Jadi karakter suara bassnya akan berbeda dan pastinya bisa Gleerrr, mau? Yuk kita simak bagaimana cara koneksi filter subwoofer ini pada power amplifier kita.


Silahkan dilihat gambar koneksi diatas ada dua perangkat proses audio yaitu Tone control dan filter subwoofer yang pemasangan input dan outputnya diparalel atau digabungkan menggunakan Resistor. Fungsi resistor ini hanya untuk meminimalkan efek tabrakan input dan ouput kedua perangkat ini. Sehingga hasil suara bisa hasil halus dan sempurna, kualitas bass bulat dan tidak pecah. Untuk nilai Resistor bisa anda rubah lebih kecil, jika dirasa suara kurang loss atau kurang plong, asal jangan sampai terlalu over sehingga menyebabkan suara pecah. Mungkin ada yang bertanya, kenapa out dari filter subwoofer kok cuma satu? Sedangkan output dari Tone control ada dua L dan R? Jawabnya adalah karena memang dari desain rangkaian filter subwoofernya seperti itu, outputnya cuma satu. Tapi tidak masalah, intinya adalah bagiamana cara membagi dan mencampur kedua input dan output kedua perangkat itu sehingga dihasilkan suara yang seimbang. Memang ada juga model kit filter subwoofer yang outputnya sudah ada L dan R, contoh anda bisa lihat pada gambar kedua di posting ini. Bagaimana cara koneksinya? jawabnya sama saja, tinggal koneksikan seperti gambar koneksi diatas, cuma bedanya out put filter subwoofer sudah dipisah L dan R. Jadi tinggal gabung dengan output Tone control L dan R, kemudian konek ke input power amplifier. Semoga bermanfaat. 

18 comments:

  1. bang bisa minta skemanya? kalau ada sekalian sama eaglenya.. soalnya saya mau rakit sendiri... ditempat saya kurang lengkap mau beli giga bass saja tidak ada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah saya belum mahir dalam bidang itu mas he..he.. Saya lebih ke arah prakteknya, bukan merakit dari nol, dari skema. Mungkin anda bisa berburu di google, siapa tahu ada yang share skemanya.

      Delete
  2. ok bang makasihh... satu lagi bang... saya punya mesin tv bekas banyakk... rencananya trfonya mau saya ambil buat ctudaya amplifier.. bisa gak bang... truss cara"nya bgmna. mksh sblumnya bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa mas. Cuma saya belum coba. Nanti akan saya coba dulu, kalau berhasil akan saya posting hasilnya.

      Delete
  3. Mw Tanya nih bang, sy pemula, cara menempatkan Jack yg benar, Jack DVD, ke equalizer,ke power amplifier,ke power supply,terus kabel subwofernya ditempatkan dimana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gambar diatas kan sudah jelas kan mas jalur input dan outputnya.

      Kalau anda pakai tambahan equalizer, maka paralel input subwoofer konek di input equalizer.

      Delete
  4. Misi bang bahar ane mau nanya..
    Ane mau rakit pa 2way kit yg ada
    1. Buat sub-bass :pa ocl 150w pake tr final 1set sanken 2922-1216 mono,trafo 5a besar elco 2x 10.000uf/50v dioda 10a. Speaker 2x legacy 6" 100w double coil 2x 4ohm
    2. Buat midd-high : 2x pa ocl 75w buat setereo tr masing masing 1 set tip 2955-3055 trafo 3a besar elco 2x 4700uf/50v dioda 5a, 1x speaker proton 6" singel coil 6ohm + 1x tweter per box
    (total 2box untuk L&R)

    Pertanyaannya : berpa input vac nya dan berapa ohm impedansi speaker untuk no 1 dan 2 biar hasinya max tp tr finalnya tetap aman? Trimakasih sebelumnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Pakai tegangan CT 32v dari trafo. Speaker main di 8 ohm mas. Dengan menseri kedua spul speakernya.

      2. Pakai tegangan CT 25v dari trafo. Untuk speaker 6" dan tweater diparalel saja mas tiap box. Jangan lupa jika tweater belum ada kapasitor filternya, silahkan pasang kapasitor filter dulu, nilainya adalah elco bipolar 2,2uf/50v. Karena speaker 6" nya cuma satu tiap box, maka tetap main di 6 ohm. Impedansi tweater tidak perlu dihitung. Yang dihitung hanya speaker besarnya saja.

      Delete
    2. Okk trims atas infonya mas bahar..

      Delete
  5. Oya mas 8 ohm itu untuk total impedansi 2 speaker ato untuk masing2 speaker?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk satu speaker mas. Jadi untuk 2 speaker legacy 6" masing-masing speaker kita buat jadi 8 ohm dulu, dengan cara koneksi seri pada kedua spulnya.

      Karena powernya mono, maka kedua speaker legacy yang sudah koneksi 8 ohm, bisa kita paralel. Jadi kedua speaker legacy kita paralel, kemudian masuk power mono. Otomatis jika dua speaker legacy kita paralel, maka impedansi total speaker jadi 4 ohm. Gak masalah mas.

      Delete
    2. trimakasih banyak atas pencerahannya.. Ada satu lag mas bahar ni mengenai perhitungan daya PA yg mas post kmarin,

      Rumus daya PA VxV:2xbeban impedansi (ohm)

      Dicontoh kan pada kit yg saya miliki (di no.2) 2x ocl mono 75w dg tr tip3055-2955.
      Maka 25vac=35vdc
      va=35x35:2x6
      Va=1225:12
      Va=102.083

      Partanyaanya
      1. Apa itu artinya 2x 102w setereo ato 2x 51w setereo
      2. Jika itu untk 2x102w setereo, apakah aman pad tr tip3055-2955 jika kita kihat dari data shet tr tsbt,102w malebihi va max yang hanya 90w..

      Trimakasih dan mohon maaf atas pertanyaan ane yang amat banyak ini
      .

      Delete
    3. 1. 102w itu total wattnya mas. Jadi jika stereo maka kita bagi dua, jadi 51w. Jadi yang benar 2x 51w stereo.

      2. Kalau kita mengacu pada datasheet memang benar daya tr final 3055/2955 sekitar 90w. Menurut saya masih aman mas.

      Perlu diperhatikan mas, bahwa perhitungan secara teori itu mengetahui perkiraan daya wattnya. Tidak bisa untuk memastikan daya watt sebuah power, karena banyak faktor dilapangan. Misal besarnya trafo, volt supply, jumlah tr final dan jenis tr final yang dipakai, jelas mempengaruhi daya watt yang dihasilkan. Pada kasus ini kita tidak bisa memastikan berapa daya watt asli power tersebut.

      Delete
    4. Ok trimakasih mas saya mengerti sekarang.. Jd rumus tsb hanya untuk memperkirakan berpa Ampere,volt,dan beban pada sebuah PA yg akan kita rakit tentunya diperlukan data shet dari transistor yg akan kita gukan unk menentukan banyak tr yg dibutuhkan agar sesuai dg daya max speker yg akan di pakai... Begitukah kiranya mas bahar?

      Skali lagi trimakasih atas pencerahannya ni sngat bermanfaat buat kami yg baru mengenal di bidang elektro..
      Semoga jaya terus biar bisa bagi2 ilmu... Amiiin..

      Delete
  6. Selamat malam Mas Bahar. Semoga anda dalam keadaan yang baik. Lama tak mampir ke gudang ilmu disini. Maaf mas mau nampung ilmu lagi. Apa perbedaan impedance input mic/line pada mixer ukuran 2k ohm dan 6k ohm bagus yg rendah atau yg ohm tinggi? dan umpamanya input dari pemutar mp3 dari hp ukuran impedansi jack 3.5mm berapa apa cocok dgn input imp di mixer? Matur nuwun mas atas jawabannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah baik mas. Untuk impedansi line in/mic pada mixer profesional memang dibagi dua yaitu Low Input dan High input. Mungkin disini yang dimaksud impedansi 2K adalah yang Low input dan yang impedansi 6K yang High input.

      Secara umum line input yang low impedansi adalah untuk koneksi input dari DVD player, keyboard, mp3 player, laptop, juga dari HP. Jadi mp3 player dan hp pakai input yang low impedansi atau 2K.

      Sedangkan untuk input High impedansi 6K khusus buat mic dan perangkat lain yang membutuhkan High impedansi misal gitar listrik, drum, kendang dll.

      Delete
  7. Mas kalau ampli toa masjid. Dengung keras banget gimana dan sekrup casingnya klo dipegang nyetrum kuat sekali?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada yang bocor itu setrumnya mas. Coba cek dengan melepas satu persatu aksesoris yang ada, mana yang nyetrum? Kalau gak pakai aksesoris dan hanya ampli toa saja, berarti ampli toa nya yang bermasalah. Cek apa ada kabel yang terkelupas, terutama jalur kabel listrik. Cek trafo, mungkin penyebab nyetrum bisa dari trafonya yang bocor.

      Delete