Thursday, March 5, 2015

PENTINGKAH HFE TRANSISTOR FINAL POWER AMPLIFIER?

Nilai hfe transistor final power amplifier. Pentingkah? Nilai hfe ini dalam merakit power amplifier perlukah kita menyamakan nilai hfe nya? Penasaran? Simak terus ya.

Banyak kemungkinan dimana saat kita merakit power amplifier, rakitan sendiri, namun hasilnya tidak maksimal dan mungkin mengecewakan. Bass cacat disaat power belum mencapai daya maksimum atau suara treble yang sangat menyakitkan telinga. Ada banyak kemungkinan, satu dari sekian banyak kemungkinan adalah kita mengabaikan nilai hFE dari transistor final.

Kita ulas sedikit apa itu hFE. hFE adalah salah satu dari sekian banyak parameter transistor yang ada dalam lembaran data sheet transistor. hFE adalah rasio (perbandingan) dari IC/IB, dengan IC adalah arus kolektor dan IB adalah arus basis. Karena berupa rasio maka tidak ada satuan yang menyertainya, misalnya hFE = 200 .

Nilai DC gain arus hFE dapat bervariasi, bahkan untuk transistor dari jenis tipe yang sama sekalipun. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan saat produksi secara masal, ada sedikit penyimpangan, walaupun masih dalam toleransi. Jadi bila kita mengukur hFE misalnya untuk transistor final 2SC5200 menjumpai nilai 150, 160, 140 dan seterusnya, bukan berarti rusak. Nilai hFE memang bervariasi.

Karena hFE adalah penguatan arus DC (DC gain), maka sangatlah vital pengaruhnya terhadap kualitas suara dari power amplifier. Penguatan antara sinyal dalam siklus positif dan negative dengan pasangan transistor hFE yang sama akan menghasilkan sinyal output yang mulus sampai transistor jenuh (saturasi).

Mungkin anda sudah sangat kenal dengan pasangan transistor berikut :

1. ALEGRO/SANKEN --- 2SC3858 + 2SA1494

2. ALEGRO/SANKEN --- 2SC3252 + 2SA1302

3. MOTOROLA/ON --- MJ15003 + MJ15004

4. MOTOROLA/ON --- MJ15024 + MJ15025

5. MOTOROLA/ON/FAIRCHILD --- MJL21194 + MJL21193

6. TOSHIBA --- 2SC5200 + 2SA1943

7. SANKEN --- 2SC2922 + 2SA1216

Sebelum merakitnya dengan driver, lakukan pengukuran hFE. Usahakan pasangan transistor memiliki hFE yang sama, lebih bagus lagi semua pasangan yang akan dipakai pada penguat akhir/final memiliki hFE yang sama.

Dalam praktek, hfe tidak terlalu dipentingkan kecuali untuk rancangan kelas atas. Yang penting, kalau untuk amplifier atau inverter yang menggunakan transistor power 2 buah dengan sistim push dan pull adalah diusahakan agar hfe nya sama.

Kalau untuk inverter, sebenarnya tidak mengenal kelas, karena rangkaiannya merupakan osilator power secara langsung. Jadi karena sistimnya push pull, maka pasti kalaupun mau di kelaskan yang kelas B atau C. Untuk inverter yang sinus, kelas B dan untuk yang square, kelas C.

Kalau hfe nya berbeda, maka panas yang akan dialami oleh transistor akan berlainan, sehingga ada kemungkinan yang panas akan lebih cepat jebol.
Namun selama keping pendinginannya mencukupi, sepertinya tidak masalah.

Dalam prakteknya, memperbaiki suatu peralatan, saya tidak pernah mengukur hfe ini dan langsung saja pasang transistor penggantinya. Kecuali kalau saya membuat power amplifier supaya maksimal, baru diukur hfe nya.

Jadi dicoba saja, buat saja beberapa rangkaian yang satunya menggunakan hfe tinggi dan yang lain menggunakan hfe rendah dan yang satu lagi hfe berbeda. Saya rasa anda tidak akan mendapatkan perbedaan jelas. 

Jadi kesimpulannya adalah nilai hfe yang sama pada transistor final power amplifier hasilnya akan lebih baik. Bukan berarti nilai hfe yang tidak sama tidak baik, masih bisa digunakan dan hasilnya juga baik. Karena kenyataan di lapangan memang seperti itu, sulit mencari transistor dengan nilai hfe yang sama. Solusinya ya tetap kita pakai saja transistor final yang ada, meskipun nilai hfe berbeda, toh hasilnya tidak begitu berbeda. Jadi jangan terpaku pada nilai hfe. Yang penting rakit dulu, coba hasilnya seperti apa? 

23 comments:

  1. klo ada power mono 3 pasang tr ,ada sepasang yg beda hfe nya ,bisa ga ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa mas, gak masalah. Yang penting keping pendinginnya mencukupi. Agar panasnya terserap sempurna.

      Delete
  2. Hallo Mass,jumpa lagi,,sy mw tnya Mas,sy coba beli kit PA yiroshi yg low end cz di toko gk ada pilihan pgn cri yg high end g ad,pertanyaanya klo pke TR final sanken cocok ga,cz sy lht di internet smua yiroshi pke TR final toshiba 5200+istrinya,,nah klo pke sanken jga gpp kn drmh dh ad sanken 20biji dr pd nganggur gtu Mas,,trim tk tunggu blzane,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahh mantap itu mas. Gak masalah pakai sanken, malah lebih bagus mas.

      Delete
    2. Mksh Mz blsane,dh tak coba kok basny msh cetar membahana yg pke driver yg BTL ya Maz,,cuma ini gk panas main di 2ohm,,klo yg BTL cpet pnas main di 2ohm,apa krna R kpur n R basisny msh mgunakan R 100 dan R kpur msh sesuai rekomendasi dri Maz Bahar yaitu 5watt/0,5ohm,klo misal R basis sy gnti yg 10/1watt & R kpur gnti yg 5wtt/0,33 kira" ada pengaruhny gk ya Mas,,?

      Delete
  3. Horas gan....
    Mw konfirmasi bro...
    Saya ada power blazer600w 6 biji tr finalny.... kmudian sya tmbah finalnya jdi 20 biji untuk modul mono dngn tegangan. Arus. Yang sama tanpa mengubah rabgkaian pnguat awalnya dgn trafo yg sama... prtanyaanya; apakh mmpu mngangkat subwoooper 18inchi 4 biji untuk stereo.... mohon pnjelasannya mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trafonya pakai berapa amper? Tegangannya berapa? Menurut saya, trafo minimal 15A dengan tegangan 42v-ct-42v. Masih mampu.

      Delete
  4. Maf bang bahar mau nanya, Bagaimana cara mengetahui Hfe pada transistor ?
    Mohon penjelasan secara lengkap terutama pada jarum (PROBE) di kaki(B.C.E) mana saja harus diletakkan, dn juga ada 4 input pd AVO digital yg manakah yg harus sy gunakan.
    Sebelumnya sy ucapkan terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk mengetahu HFR transistor gak bisa probe avometer, harus pakai input HFE yang ada di avometer. Betul ada 4 lubang, tinggal colokkan saja sesuai kaki BCE transistornya. Jangan lupa set avometer skala HFE.

      Delete
    2. Luban pd avo sy terdiri dr "20A, mA, Com dan V+". Sy gunakan "Com" dn "V+", Saklar sdh sy set ke Hfe dan jarum sdh sy tmpelin ke EC, BC, BE, semua sdh sy coba tapi angka tetap Nol. Mungkinkh avo sy yg rusak bang Bahar.

      Delete
    3. Kenapa sy tanyakn ini bang Bahar, Dulu ketika sy masih dlm perantauan sy bertanya pd salah 1 atasan sy di taiwan "Bagaimn sy bisa tau kalau transistor ini asli atau palsu ?dn ia jwb, TR yg asli 100% sesuai datashet dn tdk ada toleransi, silahkan cek Hfe nya dn sesuaikan dg datashet kalau tdk sm brrti TR palsu. Begitulh bang Bahar dn skrg sy ingin buktikan itu, dulu sy gg ada wkt krn sy hnya bagian packing, sy tdk prnh tau bagia produksi TR tersebut bang Bahar.

      Delete
    4. 1. Cara cek hfe bukan seperti itu mas. Bukan pakai probe avometer, tapi pakai lubang khusus tr di avometer, tinggal colokkan kaki trnya sesuai dengan B C E nya, kemudian akan keluar nilai hfenya. Tidak bisa pakai probe mas.

      2. Memang benar mas. Hfe adalah salah satu parameter penting dalam transistor. Tapi kenyatan dilapangan kita kesulitan mencari nilai hfe yang asli atau sesuai dengan keinginan kita. Jika kita hanya berburu nilai hfe transistor, maka akan sulit menemuan transistor yang sesuai. Selama ini nilai hfe saya kesampingkan dengan alasan diatas tadi. Masak ya kita cek satu persatu hfe transistornya mas he..he.. Yang penting menurut saya adalah hasil akhir, apapun transistor yang kita pakai, baik itu asli atau palsu, yang penting hasil akhirnya bagus. Belum tentu juga jika hfe transistornya bagus, tapi hasil suaranya jelek he..he.. Bisa jadi kan.

      Delete
    5. Iya juga sih bang, ini saya malah makin pusing karna terlalu fokus ke hfe, pd kenyataanya d power builUp yg sy bawa dr sana itu pun Hfe nya jg gg sama, tp suaranya tetap enak, tp lagi lagi sy nemuin penyakit yg selama ini sulit sy perbaiki bang karna kadang muncul kadang enggak, kali ini sy pakek power class A yg sy bawa dr luar dg venel sanken, VR Bias sdh sy set ke 1A sesuai petunjuk dn sy beri tegangan 25~0~25 panas udh agak ngeri nah di saat sebuah musik melantukn di nada tinggi suara jadi klerek..klerek tp ini cuma pas di nada yg melengking sj bang. Kalau sdh begini yg sy lakuin ialh melepas power dn tdk sy pakai lg karna sy anggap power ini tdk sesuai dg speaker sy bang. Kenapa bang kok bisa gini. Ini udh pusing bnget bang, mohon penjelasan. Terimakasih sebelumnya bang.

      Delete
    6. Suara klerek-klerek mungkin bisa jadi tegangan supply kurang mas. Coba pakai tegangan 32vct dari trafo.

      Atau mungkin memang over treble mas. Jadi pecah.

      Delete
    7. Gini bang ada yg bilng Ampre trafo kurang gede, sy jwb kok bs pdhl punya sy udh 10Ampre.. dia jwb. trafo 10A rata" berdaya 300~400W.
      1 Sanken berdaya rata 150~200W jadi untuk 1 shet sanken (MONO) bs keluar 300~350W di 8 ohm beban, 400~500W di 4 ohm beban.
      La power qm ini stereo, mmpukah trafo 10A untuk streo..?
      Skrg menurut bang bahar gimn penjelasan org ini,,apkh bnar ?
      Rincian power.
      T. 10A.
      Speaker Legacy 4x di 4ohm. masing" 2 speaker. Sanken 2sett stereo.

      Delete
    8. Saya tidak menyalahkan pendapat orang lain, karena memang punya kesimpulan tersendiri dalam hal power amplifier. Baik mereka punya rumus atau yang lainnya.

      Tapi saya lebih cenderung lebih kearah pengamatan di lapangan (praktek) daripada rumus. Karena apa, kadang hasil tidak selalu sesuai dengan di lapangan.

      Kalau anda bertanya mampukah trafo 10A dengan beban power stereo? Saya jawab, mampu. Lepas dari penghitungan diatas.

      Karena beberapa kali merakit power, trafo 10A adalah yang paling ideal dan murah untuk beban kelas menengah kebawah. Mampu untuk beban speaker 8x12" dan 4x15" dalam mode stereo.

      Channel L untuk 4x12" dan 2x15". Kemudian channel R untuk beban yang sama 4x12" dan 2x15".

      Delete
    9. Inilah knp sy brtny pd bang bahar karna sy sndiri sbnarnya ya kurang setuju pd pndapat org itu krn yg sy tau tetangga sy jg pakek T 10A untuk PA Lapangan gg ada masalah. Nah kembali k masalah sy bang bahar, kira" apakah mungkin karna speaker sy (Legacy) ini tidak mampu di nada tinggi ? atau karna yg lain.. misalnya elconya kurang atau krn sy kasih crosover pasif sehingga suara habis di lilitannya.

      Delete
    10. Elco sy pakek 10000uF/80v 3 pasang (6 biji)

      Delete
    11. Coba lepas crossover pasifnya mas. Mungkin terhambat disitu.

      Delete
    12. Ok bang, untk smntara analisa sy antara
      1. elco.
      2. crosover.
      3. kabel speaker yg terlalu pnjng.
      4. TR nya ada yg soak.
      Ini smua akn sy uji satu persatu, tnggl nnti masalhnya brhenti di mana. ok nnti sy akn kmbali bang, sebelumnya terimakasih bang solusinya.

      Delete
    13. Pertama stlh sy lepas crosover hasil udh agak brkurang jd sy putar musik yg sm suara masih ada putus tp gg terllu, lalu sy coba tmbah elco mnjadi 6 pasang(12) suara udh gg putus" skalipun vol mentok tapi di nada tnggi pecah, dn smbil mikir" seharian akirnya sy coba untuk gnti TR driver td nya sy pkek D313, sy gnti TIP41, sy gnti lg C2073, sy gnti lg C5171, sy gnti lg MJE15030 masih ttap pecah di ambang putus asa sy gnti dg yg lbih tnggi lg MJE15034 nah barulah suara jd cling di trible, lantang di midle. anehnya lg venel jd gg panas sperti sbelumnya. Inilah pngalmn sy untuk hr ini bang bahar, namun tdk ada yg pasti dlm dunia elktronik, karna smua saling berkaitan, semoga ini bisa jd bhan pertimbngan bagi yg lain, ok bang bahar Terimakasih udh bantu sy nemuin ide dn semoga bng bahar tdk bosan ngejwab pertanyaan dr sy, mklum masih belajar bang bahar.

      Delete
    14. Nah inilah perlunya ujicoba disetiap permasalahan yang muncul. Kadang hal yang tidak terpikirkan sama sekali, seperti mencoba mengganti macam-macam tr driver, akhirnya ketemu hasil yang maksimal. Padahal tr driver tersebut dalam kondisi normal tidak rusak. Ide percobaan seperti ini yang perlu ditiru.

      Terima kasih atas share pengalamannya, semoga dapat bermanfaat untuk rekan-rekan yang lain.

      Delete