Monday, September 11, 2017

CARA SETTING DCO DAN BIAS POWER AMPLIFIER

Alhamdulilah akhirnya bisa ngeposting lagi. Posting kali ini adalah bagaimana cara setting DCO dan BIAS power amplifier? Ada banyak pertanyaan masuk lewat g+ dan komentar blog bertanya mengenai hal ini dan keinginan untuk membuatkan satu posting tersendiri mengenai hal ini, terkendala waktu dan kesibukan. Sehingga tertunda lama sekali tidak saya angkat ke permukaan. Karena uneg-uneg ini tidak enak kalau tidak dikeluarkan, maka munculah postingan ini. Bagi penggemar audio atau pemula simak lebih lanjut ya.

Sebelum melangkah pada cara penyetingan DCO dan BIAS power amplifier, akan lebih baik jika anda berkenalan dulu sama dua istilah ini. Mungkin bagi ahli audio sudah pada paham istilah ini, tapi tidak ada salahnya saya bahas lagi mengenai istilah ini. Karena kedua istilah ini erat kaitannya dengan power amplifier kita dan sangat berpengaruh dan menentukan kualitas bagus tidaknya output power amplifier yang kita hasilkan. Mungkin selama ini kita hanya bisa merakit power amplifer bisa bunyi, sudah berhenti sampai disitu. Ternyata banyak variable yang ada dalam power amplifier itu yang dapat kita atur guna mendapatkan kualitas suara terbaik. Tidak semua power amplifier ada setelan DCO dan BIASnya. Tapi sebenarnya dari semua rangkaian power amplifier itu pasti ada yang namanya DCO dan BIAS. Terus mengapa kok ada power yang gak ada VR DCO dan VR BIASnya? Sebenarnya itu ada, tapi sudah di setel paten atau sudah di fix dengan nilai tertentu dengan hasil maksimal menurut pembuatnya. Tujuannya adalah agar aman dan tidak di otak-atik lagi dan tinggal pasang saja langsung bunyi, tentu saja hal ini sangat menguntungkan bagi para perakitnya, daripada harus susah payah dulu untuk setting DCO dan BIASnya.

Mari kita bahas sedikit tentang DCO dan BIAS ini. DCO atau DC Offset adalah tegangan DC yang keluar pada keluaran speaker power amplifier. Tegangan DC yang terlalu tinggi yang keluar di output speaker bisa sangat berbahaya dan dapat menyebabkan spul speaker kita terbakar. Oleh karena itu tegangan DC pada output speaker harus dihindari. Kebanyakan power amplifier dengan watt besar menggunakan tegangan ganda atau simetris (positif-ground-negatif) dan menghubungkan output amplifier langsung ke speaker tanpa kapasitor. Pada keluaran atau output amplifier bisa saja mengandung tegangan DC walaupun kecil dan tidak berbahaya bagi speaker. Tegangan DC pada keluaran amplifier inilah disebut DC offset.

Kemudian tentang BIAS power amplifier. Ada beberapa pendapat tentang hal ini. Ada yang mengatakan BIAS adalah besarnya arus kolektor tr final dan ada yang mengatakan juga BIAS adalah besar tegangan antara basis dan emitor atau basis dan basis transistor final pasangannya. Dan ada juga pengukuran tegangan pada kedua basis tr driver. Jadi ada beberapa macam pengukuran untuk BIAS ini. Dan ada juga beberapa teknik pengukuran dengan cara lain untuk mengecek parameter BIAS ini. Akan kita coba angkat satu persatu nanti ya.

Setelah anda mengenal sedikit tentang DCO dan BIAS power amplifier, mari kita coba lanjut ke cara penyetelannya bagaimana? Kemampuan melakukan setting pada power amplifier harus dikuasai jika kita merakit sebuah power amplifier dengan daya besar. Karena jika tidak, maka dapat menyebabkan kerusakan pada  tr final dan spul speaker itu sendiri. Melakukan setting DCO dan BIAS power amplifier merupakan hal yang sedikit rumit. Karena dituntut pengalaman dalam hal nilai parameter yang didapat pada saat penyetelannya. Karena setiap power amplifier memiliki ciri khas dan perbedaannya masing-masing. Hal inilah yang kadang membuat beda hasil dari penyetelan beberapa power amplifier. Tapi perbedaan ini wajar, selama kita tahu parameter nilainya, maka perbedaan tidak akan terlalu jauh.

Pada umumnya sebuah power amplifier transistor terdiri dari 3 bagian utama, yaitu masukan audio disebut "INPUT STAGE". Kemudian bagian tengah disebut "VAS" dan bagian akhir sebuah power amplifier disebut "OUTPUT STAGE". Langkah awal untuk memulai setting adalah pastikan semua  jalur pcb sudah benar dan posisi komponen tidak ada yang terbalik.

Agar lebih jelas dan tidak salah setting, berikut silahkan lihat gambar dibawah ini, dimana posisi VR DC offset dan BIAS berada. Ada 2 VR yaitu P1 adalah setelan DC offset dan P2 adalah setelan Bias.


Sudah terlihat dengan jelas dimana posisi VR DCO dan Biasnya. Setelah anda sudah mengetahui posisi VRnya lanjut  ke cara penyetelannya. Pertama pastikan kondisi volume tertutup yaitu dengan cara menghubungkan input ke ground atau dengan menutup potensio volume. Tujuannya adalah agar tidak ada sinyal suara yang masuk ke power pada saat penyetelan berlangsung. Pengaturan dan setting power amplifier ada pada bagian input stage P1 dan pada bagian VAS P2. 

Setting DC offset.
Dimana potensio vr P1 digunakan untuk mengatur DC offset pada jalur output ke speaker agar mendapatkan DC offset mendekati 0 volt atau harus dibawah 20 mV. Caranya pakai multimeter set skala pada DC voltmeter di set DC range 2,5 volt. Kemudian konek probe merah ke output speaker dan probe hitam ke ground atau CT. Lalu atur VR P1 hingga mendapatkan DC offset paling rendah (mendekati nol atau dibawah 20mV). Untuk gambar koneksi silahkan lihat gambar dibawah ini.


Anda bisa lihat gambar koneksi multimeter yang pertama yaitu untuk cek DC offset diatas. Usahakan hasilnya mendekati nol atau dibawah 20mV. Apabila pada bagian input stage power amplifier anda tidak ada VR P1, maka anda tinggal setting Bias yang terletak pada bagian VAS atau bagian tengah power amplifier. 

Setting BIAS.
Dimana VR P2 digunakan untuk mengatur Bias pada power amplifier. Caranya pakai multimeter set skala 500mA. Kemudian lepaskan kabel VCC+ dan disambung seri.  Untuk koneksinya adalah probe merah konek ke VCC+ power supply elco. Dan probe hitam konek ke VCC+ pcb power amplifier. Nyalakan power amplifier dan atur hingga multimeter menunjuk angka 50mA. Anda bisa cek pada jalur tegangan VCC- nya juga. Dengan koneksi sebaliknya yaitu probe merah konek ke VCC- pcb power amplifier dan probe hitam konek ke VCC- power supply elco. Untuk menghasilkan output suara lebih berkualitas bisa diset Bias sampai 120mA. Tapi semakin besar arus Bias akan semakin baik kualitas audionya dan resikonya adalah power amplifier akan semakin panas. Maka anda harus memberi heatsink yang cukup dan diberi fan atau kipas sebagai pendingin tambahan, agar tidak over panasnya. Bahkan anda bisa mengatur arus Bias sampai 250mA, asal DC offset yang dihasilkan tetap mendekati nol, maka akan tetap aman dengan resiko power lebih panas. Untuk gambar koneksi silahkan lihat gambar dibawah ini.


Terlihat pada gambar pengecekan arus bias pada kedua tegangan VCC+ dan VCC- nya. Anda bisa cek satu persatu. Usahakan arus Bias tidak lebih dari 250mA. Sesuaikan besarnya arus bias dengan kemampuan tr finalnya. Setting standart bias adalah 50mA sampai 100mA. Tergantung jenis powernya. Yang jelas semakin besar arus bias, maka power akan semakin panas. 

Nah diatas terlihat ada dua macam pengecekan bias pada power amplifier. Pada gambar kedua anda bisa lihat pengecekan tegangan bias pada kedua kaki basis transistor driver. Dan gambar ketiga adalah pengecekan arus bias pada tegangan VCC+ dan VCC- nya. Anda bisa menggunakan kedua cara diatas untuk cek BIASnya. 

Sebenarnya ada lagi cara lain untuk cek bias power amplifier ini, selain mengukur arus bias di kolektor transistor final dengan cara memotong jalur kolektor TR ke PSU, bisa juga dengan cara yaitu mengukur tegangan di masing-masing kaki resistor kapur yang terpasang di kaki emitor tr final. Kemudian tegangan yang terukur dibagi dengan nilai resistor tadi. Dengan rumus I=V/R. Sebelum ke langkah pengecekan tegangan R emitor tr final, silahkan lihat gambar dibawah ini supaya tidak bingung.


Silahkan lihat gambar diatas. Resistor emitor final (Re) yaitu R1 dan R2 biasanya bernilai antara 0,22 ohm, 047 ohm, ada juga yang menggunakan R 0,5 ohm (0,50 ohm). Mengukur tegangan untuk mengetahui arus final bisa di kaki R1 dan R2. Contoh anggap saja nilai R1 adalah 0,47 ohm, ukur tegangan di masing-masing kaki R1 atau R2 dengan menggunakan multimeter biasa atau digital. koneksi probe multimeter bisa bolak-balik, hanya saja kalau terbalik hasil tegangan yang terukur menjadi negatif (-). anda bisa membalik probenya agar lebih mudah membacanya. Set skala multimeter di 200mV agar lebih akurat. Di gambar diatas yang diukur dititik R1 yaitu di titik merah dan biru. Dan hasil tegangan yang terukur dibagi dengan nilai R (sesuai rumus diatas I=V/R). Misalkan tegangan di R1 (di titik merah dan biru) terukur 15mV, maka I=V/R yaitu I=15/0,47 maka hasilnya sekitar 31,9. Maka 31,9mA itu adalah arus TR finalnya.

Lepas dari semua cara diatas, tujuan adalah sama untuk mengetahui DCO dan Bias power amplifier. Anda bisa menggunakan salah satu cara diatas sesuai selera atau dengan mengkombinasinya. Agar didapat hasil yang lebih akurat. Untuk jenis power amplifier yang tidak dilengkapi VR DCO dan Bias, lebih baik tidak perlu di otak-atik lagi untuk menyettingnya. Karena sebenarnya itu sudah fix dan pas tidak perlu di set lagi. Tapi kalau anda ingin merubah atau memodifikasinya dengan menambahkan VR DCO dan Bias, ya silahkan, resiko ditanggung anda sendiri. Semoga bermanfaat.

122 comments:

  1. Replies
    1. Monggo mas silahkan. Cantumkan link sumbernya ya mas he..he..

      Delete
  2. Maaf mas ada yg belom paham saya soalnya saya pakek multi m digital untuk segala 500ma dan 250ma gak ada adanya 20v 2000mv dan 200mv yg mana di-set ke segala berapa di avo untuk set dco dan bias. selamat malam dan terimakasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk cek dco harus di set di volt meter. Untuk bias set di amper meter. Untuk multimeter digital anda kok gak ada skala Ampernya ya? Mestinya ada mas, coba anda cek lagi.

      Kalau hanya skala mV, maka hanya bisa buat cek dco saja. Karena hanya ada range 200mV, 2000mV, 20V, maka gunakan skala 2000mV mas.

      Untuk bias harus di set di mA. Nah.. Multimeter digital anda harusnya ada skala (mA) nya, coba anda cek lagi.

      Delete
  3. Mas multi m sy untuk volt metrnya adanya hanya 20m,2m,dan 200m saja, yg betul cek dco d skla brp klo gt mas? Mksih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Set di skala VDC. Range 200mV. Awas jangan keliru yang skala Amper ya he..he.. Untuk cek DCO pakai skala Volt.

      Delete
  4. Mas bahar, itu cara setingnya hanya menggunakan multitester atau ada komponen yang musti diganti?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya menggunakan multimeter digital atau analog. Tidak ada komponen yang diganti. Untuk hasil lebih presisi pakai multimeter digital, agar kelihatan angkanya. Cara settingnya adalah tanpa beban speaker dan posisi volume power tertutup.

      Delete
  5. Mas bahar output speaker sy kok keluar tegangan 0.25 vdc ya.... Ada solusinya gk kang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Powernya pakai apa mas? Kalau segitu menurut saya masih normal.

      Delete
  6. artikel sangat berguna smg anda mendapatkan pahala dgn berbagi ilmu. malem mas, sy br blajar audio pertanyaan agak menyimpang, kit mixer rakitan toko dan master mixernya yg jernih low noise bass mantap pake yg apa mas. terimakasih sebelumnya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiinn. Wah ini pertanyaan yang dicari banyak orang he..he.. Pada intinya semua mixer dan master suaranya sama. Memang ada beda karakter, tergantung jenis sistem yang dipakai pada mixer dan master. Masalahnya jika saya sebutkan merek, belum tentu anda tahu merek tersebut sesuai di toko anda. Karena banyak sekali variannya. Karena yang dilihat adalah sistem pengaturan komponennya. Bisa jadi dengan merek yang sama, hasil suara beda.

      Dari yang pernah saya pakai, paling mudah dan bagus suaranya pakai mixer 6 pot dengan master 1 pot ic 4558. Naik lagi bisa pakai mixer ROLAND, nah ini banyak macamnya. Mixer ini karakter bassnya menonjol dan empuk, treble halus.

      Tapi kembali lagi semua itu masalah selera mas. Belum tentu itu cocok dengan selera anda.

      Delete
  7. Mas kalaw polume y di putar pool...vdc nya nambah besar tidak mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya pasti mas. Cuma setting vdc offset bukan seperti itu mas. Tapi dalam kondisi volume tertutup atau tanpa suara.

      Delete
  8. Assalamualaikum Om Bahar.

    Untuk cek arus bias pada tegangan VCC + berarti VCC - nya harus terhubung juga ya (suplay - dengan power -) , power dalam keadaan ON, dan input di groundkan. Begitu juga sebaliknya untuk cek arus bias pada VCC - nya???

    Maaf sebelumnya Om, karena saya belum pernah pergunakan power yg punya pengaturan trimpot DCO dan biasnya.

    ReplyDelete
  9. permisi mau tanya mas, berarti kalo re dgnti lbih kecil arus bias akan naik ya mas.?
    ada pengaruh ke suara gak?
    soalnya kemarin aku ganti re dr 0,5 ke 0,22. hasilnya suara bass jd lebih jeduk.!!
    socl mono supply 52vct 10a kecil elco 4x 10rb/80v, idealny pake brp set sanken mas.? skrg pake 3 set sanken 1216+psanganny.
    makasih mas.!

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Betul mas.
      2. Ada, bass lebih keluar.
      3. Pakai 4 set sanken mas.

      Delete
  10. tanya lg mas, kan trafonya 10a kecil, voltase maks cuma 32vct, trus saya konek ke 20v dan 32v kan jadinya 52v.
    utk power mono sanken 3 set apakah aman.?
    buat ngangkat speaker 2x12" 8ohm, dparalel jd 4ohm utk muter musik krg lbh stngah jam, volume arah jam 9 trafo dah anget. apa ini normal mas.?? (trafo kusus power)

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Aman mas. Tr sanken pakai 4 set.

      2. Normal mas. Itu karena trafo kurang besar he..he.. Agar tidak over panasnya, bisa pasang kipas mas.

      Delete
  11. gan saya mau nanya cara setting trinpot bias blazer kayak mana ya gan supaya hasil suara nya mantap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba seperti cara diatas. Set vr bias sampai 50mA atau 100mA.

      Delete
  12. Pak gimana cara mengatasi power ampli transistornya final cepat panas dan cara mengatasi bias power ampli yg tegangan sangat besar. Gimana cara mengecilkanya . Itu power buatan sendiri dari 0

    ReplyDelete
    Replies
    1. Powenya model apa mas? Tr final panas, Biasanya disebabkan tegangan supply kebesaran atau tr final kurang banyak. Dan bisa juga arus bias kegedean.

      Untuk mengecilkan arus bias, adalah dengan menurunkan atau menaikkan resistansi antara tr driver. Namun pada umumnya arus bias tidak lebih dari 100mA. Walaupun memang ada power dengan arus bias diatas 100mA, tapi beda rangkaiannya.

      Delete
    2. Assalamualaikum.
      Om,, untuk pengecekan Bias bisa dilakukan tanpa TR final atau harus dengan TR final?

      Delete
    3. Ya harus dengan tr final. Kalau tanpa tr final itu untuk cek short tidaknya tr driver.

      Delete
    4. Baik Om, trimksh atas ilmunya.

      Maaf Om saya mau tanya lagi,
      Saya mau buat power 1000 watt dengan 5 set TR final sanken 2sc2922 dan pasangannya,
      Pertanyaannya apakah TR tersebut mampu di suplay dengan arus 20 amper? Saya ragu setelah baca data shett'nya yang hanya mampu maksimal dengan arus 17 amper, sementara saya sudah terlanjur beli travo 20 amper.
      Mohon penjelasannya Om!

      Delete
    5. Tanya lagi Om,
      Untuk pengecekan bias melalui jalur vcc dgn skala multitester 500 ma, tapi di multitester saya cuma ada 200 ma, gmana ya Om?

      Delete
    6. 1. Ya memang benar mas. Tapi pengalaman saya pakai trafo 20A gak masalah, asal tegangan jangan terlalu tinggi, pakai hanya tegangan 32vct dari trafo.

      2. Gak masalah pakai skala 200mA, karena yang diukur gak sampai 100mA mas. Jadi aman pakai skala 200mA.

      Delete
  13. Terimakasih banyak ya Om atas penjelasannya.
    Saya ga bisa membalas dengan apa kecuali Do'a,
    Somoga Om Bahar dan keluarga sehat, bahagia, dan berkah selalu.
    Amiiin.🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiinn. Terima kasih banyak atas doanya mas. Semoga bermanfaat.

      Delete
  14. Mas Bahar mau tanya cara ngecek DCO PADA blazer X 8 gimana caranya mas?? Mohon dijelaskan..makasih sebelumnya

    ReplyDelete
  15. Mas klo cek bias pke yg no2,prtm kita lepas kbel vcc+ d river, nah saat pengeset tan brlangsung untk kabel vcc- keadaan dilepas ato nggk mas? Mksih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kabel vcc- tetap konek mas. Begitu juga jika anda cek vcc- nya, maka vcc+ tetap konek.

      Tapi ingat tanpa beban speaker dan tanpa input. Kondisi volume power tertutup.

      Delete
  16. Nuwun om bahar, baca artikel om ini emang nambah ilmu . Jos tenan. Tapi ada sedikit unek unek/pertanyaan ini om. Kalo input power di sambung ground emang g papa ya g konslet ato apa gitu. Maklum masih pemula hehe..

    Dan satu lagi om ,power socl trimpot nya yang ada satu itu buat seting apa ya. Bias apa dco.

    Dan yang terahir makasih makasih makasih atas semua artikel yang sangat bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Gak masalah mas. Input dikonek ke ground itukan sama saja jika kita pakai potensio volume pada posisi minimum. Jadi hasilnya power akan senyap, tidak akan ada sinyal input yang masuk.

      2. Umumnya jika trimpotnya cuma satu, itu adalah trimpot bias.

      3. Ya sama-sama mas. Terima kasih juga sudah berkunjung diblog ini.

      Delete
    2. O iya mas vidio di youtube itu power SOCL trimpot ada satu kok di buat untuk ngatur dco ya mas

      Delete
    3. Ya untuk power SOCL memang kalau dilihat dari jalurnya memang benar trimpotnya buat ngatur DCO mas.

      Untuk setting biasnya paten. Justru memang gak ada trimpot biasnya.

      Delete
  17. Enggeh enggeh mas dan makasih atas semua jawaban. Maaf banyak nanya yang g begitu penting menurut yang ahli..hehe

    ReplyDelete
  18. Salam kenal para master..
    Saya habis modif power cresscendo dari mosfet 2sk135/2sj50 ke 2sk1529/2sj200.
    Tapi mengapa setting bias dgn berbagai cara selalu 0,00 (baik mV di R output mosfet dan mA arus mosfet) ? Sedangkan DCO bagus (0,03mV)
    Suara bagus dan cukup nendang.
    Hanya ada sedikit sember di nada tertentu namun kecil suara sembernya (misal pd suara tiupan angin atau siulan)
    Mohon pencerahannya para master krn baru kali ini saya ketemu problem sprti ini, terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf salah ketik, DCO nya 0,03vDc..

      Delete
    2. Link skema power cresscendo:
      https://plus.google.com/103879194022953188384/posts/BxA2MyzN5g6

      Delete
  19. Mosfet sebelumnya (per chanel) 2 pasang sk135/j50 menjadi 3 pasang sk1529/j200

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk power mosfet, saya masih belum tahu mas karakter dan setting dco dan biasnya. Apakah sama dengan power biasa? Karena menggunakan mosfet apakah arus biasnya akan sama dengan power biasa.

      Mungkin anda bisa bertanya di group yang khusus membahas power mosfet mas.

      Delete
    2. Terima kasih mas Bahar atas responnya..
      Mestinya sih cara setting bias mosfet sama, rangkaian driverpun mirip.
      Cuma beda di tegangan kerja mosfet lbh tinggi.
      Cuma saat ini saya bingung kok setting biasnya 0,00 semua, padahal sebelum ganti type mosfet dan komponen driver ganti total biasnya bisa disetting...

      Delete
    3. Skema power cresscendo saya kirim ke G+ mas Bahar...

      Delete
    4. Ya mas, skema sudah masuk. Ya benar sih mas mungkin sama dengan power biasa.

      Kalau dilihat dari kronologis Anda setelah melakukan penggantian tr mosfet, maka bias tidak bisa disetting. Mungkin saja memang ada perbedaan karakteristik dari tr mosfetnya mas. Dan ini saya masih belum paham mengenai karakteristik tiap tr mosfet, karena beda-beda tiap tr mosfet.

      Saran saya sih, coba kembalikan saja pakai tr mosfet aslinya sesuai dengan tipe tr mosfet yang yang tertulis di skema atau pcb. Jika memang setelah diganti pakai tr mosfet aslinya, bias bisa disetting, berarti tr mosfet gak sesuai dengan karakteristik powernya.

      Delete
  20. Iya mas Bahar tapi mosfet aslinya diam2 kebakar beserta komponen dan tr2 lainnya (terutama R 150 ohm gosong semua)
    Padahal sdh 20thn gk pernah ada masalah.
    Maunya sih tetap pakai sk135/j50 krn kualitas suara sampai skrg blm ada tandingannya, tapi yg asli hitachi sdh gk diproduksi lg..
    Kalaupun nemu, hrganya pada ngawur semua...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya itu resikonya. Kalau sudah kena tr mosfet abal-abal jadinya gak bisa maksimal hasilnya. Soalnya tr mosfet itu kritis mas, ada beda dikit sudah pengaruh sekali ke power.

      Berarti sudah jelas penyebab bias gak bisa disetting karena tr mosfet bukan jodohnya he..he..

      Delete
    2. Betul sekali mas, mosfet memang sangat kritis walaupun pake yg original nih....
      Ok mas Bahar ntar kita sambung lg, terima kasih banyak dan sukses selalu..

      Delete
  21. saya setting bias, nilainya kok g ada perubahan

    ReplyDelete
  22. Sangat Bermanfaat Bang, jdi Tmbah Ilmu, bang Saya Mau Tanya, cara Di Atas kan Untuk Pengecekan Arus Dco Dan Bias, berarti Kalo Kita Mau Set Biar Arus Dco Sama Bias Nya Pas Sesuai Kebutuhan Kita Harus Gonta Ganti Nilai R Nya Ya Bang? Betul Ga Bang Tolong Di Koreksi Ya Bang Klo Salah Saya. Pngn Tau Lebih Bnyak Soal Circuit, salam. Rudy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau powernya sudah ada VR bias dan dco nya, ya kita tinggal setel lewat VR tersebut mas.

      Tapi kalau powernya tidak ada VR bias dan dco nya, maka benar mas harus gonta-ganti Resistor bias dan dconya.

      Untuk pilihan yang kedua, Anda harus tahu dulu jalur skema rangkaian powernya, untuk mengetahui dimana letak atau posisi Resistor bias dsn dconya he..he.. Jangan asal ganti Resistor he..he..

      Delete
    2. Thanks bang buat replay nya. Tmbah ilmu lagi haha.
      Bang udh prnah bikin guide buat "bulb tester" yg buat first powerup amp.? Klo udh link nya yg mna bang.

      Salam.

      Delete
    3. Itu maksudnya apa ya mas? Kok saya baru dengar he..he.. Apa saya ya yang ketinggalan informasi he..he..

      Delete
    4. Kaya ini maksudnya bang

      https://youtu.be/wRFRwOnLsZI

      Delete
    5. Wah kalau itu sih hanya sebagai pengaman saja mas. Gak bisa buat beban berat. Kalau dikasih beban berat dipastikan lampu akan menyala dan power anda akan tetap mati he..he..

      Rangkaian bulp tester cocok sebagai pengaman beban ringan tidak lebih dari 100w.

      Delete
    6. Halo bang,.. Mau nanya lagi, anggaplah saya sudah tau posisi R Bias dan saya mau seting, gmna cara ganti Resistornya dengan VR, setau saya VR itu rata2 kaki 3, sedang R biasa cuma 2?

      Makasi bang. Ditunggu jawaban nya :v

      Delete
    7. Tinggal gunakan kaki sebelah kanan dan kaki tengah mas. Kaki sebelah kiri biarkan kosong gak terpakai.

      Atau gunakan kaki kanan dan kaki tengah. Untuk kaki sebelah kiri gabung dengan kaki tengah.

      Kedua cara diatas bisa dipakai mas. Silahkan pilih salah satu saja.

      Delete
    8. Ok bang, makasih banyak bantuan nya, saya praktekkan dulu,its time to burn some transistor.. Hahahha.

      Delete
  23. Klo set bias output pin kolektor, di vr bias di ajust jarum DDM di Mv, nilai masih 000.0mv, saat di kasih input hatsink hott. Gmna atasinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anda pakai power apa mas? Hasil suaranya normal gak? Coba cek DCO nya.

      Delete
  24. saya pakai power safari 400w, gmn cara setting biasnya?
    kalo dco sdh ktemu

    ReplyDelete
  25. Replies
    1. Ya mas, masih belum sempat update postingan he..he.. Untuk setting bias power safari 400w ada di R 47 ohm dan 4 diode IN4148. Dengan cara mengganti R 47 ohm dengan VR 100 ohm untuk adjust biasnya.

      Untuk tanya jawab, silahkan lewat koment blog dan g+ saja mas.

      Delete
  26. Kang klau di avo saya DCA'nya tidak ada 500mA adanya 2,5mA 25mA dan 0,25mA pilih skala berapa ya kang?..untuk setting biasnya. Trimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya gak bisa mas. Soalnya setting bias dibutuhkan skala antara 100-500mA. Jangan dipaksakan, nanti bisa rusak avometernya.

      Delete
  27. Mlam mas bahar apa kabar... oia mas pd kesempatan yg lalu sy sempat tanya tntang avometer sy yg tdk bs buat ngukur volt dn trnyata avo nya memang rusak. Dan pd kesempatan kali ini sy ingin tanya sekaligus minta saran tntang setting bias, disini sy mendapat power stereo buil-up dg 8 TR Jngkol, setting biasnya sy memakai cara yg ke 2 dr petunjuk mas bahar di atas, yaitu menggunakan miliVolt, nah di masing" kaki E mengapa tegangannya kok tdk sm mas. Contoh:
    Power 1 Mono 4 TR. R kapur 0,27ohm.
    Emitor 1(+) =100mlVolt.
    Emitor 2(+) =32mlVolt.
    Emitor 1(-) =78mlVolt.
    Emitor 2(-) =63mlVolt.
    Kalo tegangannya tdk sm begini arusnyapun jg pasti tdk sm, apalagi VR nya cm 1, jk di putar maka tegangan di masing" kaki E (+-) semua ikut berubah.
    Yg buat sy bingun itu cara menyamakan tegangan dn panas pd TR mas, sy sampai pakek cara yg blom tntu benar mas, ini karna sy gk punya guru aja, caranya adlah dg menjumplahkan semua tegangan di tiap kaki E, Power 1 totalnya berapa dn Power 2 totalnya sy buat sm dg power 1, barulah panas jd sama, namun tegangan dimasing" E semakin berantakan ada yg kecil ada yg besar, sbenarnya sy tdk yakin dg cara sy ini mas, hanya coba" aja mas, benar tdk nya cara sy ini mas baharlah yg mutusin, maklum mas sy bs elektro bukan dr sekolah mas, tp dr temen wkt tnggal di jember dulu. Ok Terimakasih mas mf klo terllu panjang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiipp. Betul sekali.

      Untuk masalah tegangan di masing-masing Emitor yang berbeda, memang banyak faktor yang mempengaruhinya dan nilainya memang sangat kritis. Apa itu? Yaitu kesamaan nilai R pada masing-masing kaki emitor.

      Anda gak bakalan bisa memastikan nilai semua R kapur sama persis 0,27 ohm. Pasti akan sedikit selisih nilai ohm. Selisih nilai R ini tidak bisa kita deteksi, karena nilainya sangat kritis. Dan inilah penyebab mengapa tegangan di tiap-tiap R kapur berbeda.

      Cara Anda yang Anda bilang "salah" tadi, justru itulah kuncinya. Dengan menjumlahkan semua tegangan pada R kapur pada tiap power, maka akan didapat total arus yang sama pada tiap power. Hasilnya panas akan berimbang.

      Selamat cara Anda yang "salah" menjadi solusinya he..he..

      Pengalaman adalah guru yang sangat berharga. Bukan saya he..he..

      Delete
  28. Jadi cara sy ini ternyata tdk salah mas,, pdhal sy hnya mencoba" aja, sbnarnya sdh dr dulu sy ingin tanyain ini k mas bahar, tp sy tunda karna sy tdk tau klo perbedaan tegangn ini berimbas ke panas yg berbeda pula, taunya ya baru minggu llu salah satu tmn sy mnta bantu untuk merakitkan powernya. Senarnya sy ini bukan tukang servis dn tdk buka service mas, ini hanya sebagai penyalur hobi sj karna sy suka sm musik, klo tmn sy mnta bntu buatin power ya sy bantu buatin tp sy tdk mnta upah mas, malah mereka sy ajarin sebatas yg sy tau, alhamdullah tmn" sy skrg sdh banyak yg tau dn bisa bikin power sndiri mas. Ya sy seneng aja mas bisa berbagi ilmu sm mereka..

    ReplyDelete
  29. Oia mas, kenapa mas bahar tdk mmpostin ini di youtube dn di facebook, selain lbih mudah di cari orng jg lbih gampang di pahami, contoh d youtube dgn postingan berbntuk video pasti akn lbih cepat d pahami dn dikenal olh org bnyak, selain itu mas bahar bs dpat untung jika semua video yg mas unggah di youtube banyak yg nnton pastilah akn dilirik olh iklan, nah iklan itulh nnti yg akan mmbayar mas setiap bulan sekali.. Tp ini hnya skedar saran aja mas. Ok mas bahar terimakasih atas wktunya dan petunjuknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak atas sarannya mas. Untuk youtube saya masih dalam tahap belajar untuk menuju kesana.

      Delete
  30. Sebenernya tdk sulit kok mas, mas bahar hny perlu belajar sedikit tentng editing video, untuk sofwarenya sy biasa pakek COREL memang sih agak sdikit ribet awalnya, tp jk di cermati betul" pasti bs, dulu sy beljar itu jg tanpa guru, blajar buat email jg tnpa guru, hingga belajar jaringan internet atau wifi jg tanpa guru, hanya sy pelajari dr google contoh skrg ini sy lg pingin tau tentng amplifier, ya cari di google hingga pd akirnya sy nemuin mas bahar, menurut sy dr semua totorial tntang amplifier yg sy temui di internet hanya mas baharlah yg paling mudah di mengerti dn paling lengkap, mulai dr susunan bahasa hingga cara penyampaian, tdk semua org bisa menyalurkan ilmunya secara jelas dn mudah di mengerti, hanya org" yg bisa memahami org lainlah mampu melakukn ini semua. Sebenarnya sy telah banyak menyerap ilmu dr postingn mas bahar dn tentu tnpa mas bahar sadari itu. Emm..mas bahar mmang hebat dn pantas disebut guru. Terimkasih buat mas bahar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak atas supportnya mas he..he.. Sebenarnya awal dari blog ini adalah sebagai buku catatan pribadi saya, yang tujuannya sebagai pengingat jika saya lupa atau ingin mencari informasi terdahulu yang pernah saya kerjakan. Semoga bisa bermanfaat untuk rekan-rekan yang lainnya.

      Delete
  31. Selamat pagi .gmn kalau vr nya g ada mas,contoh rata2 pawer sanken 400 g aada vr nya.sementara dco tinggi. R mn yg di ubah biar dco nya turun

    ReplyDelete
    Replies
    1. DCO tinggi itu berapa volt mas? Kan ada batas maksimum dco nya. Power sanken banyak, power yang mana?

      Standat normalnya DCO harusnya gak perlu diset lagi. Karena sudah di setel permanent sama pembuatnya. Kalau ada kendala masalah dco, berarti ada problem lain di power Anda.

      Penyetelan dco sendiri akan sangat berbahaya jika belum tahu carannya. Bisa menyebabkan speaker anda rusak.

      Delete
  32. Ohh..tentu mas ini sangat bermanfaat buat semua temen" yang lain, dan satu lg mas tentang video, hasil jelek gg masalah mas namanya ja belajar ya kan, lama kelamaan jg terbiasa di depan kamera, yaa anggap ja ngobrol ma temen gitu ja.. Oia mas ni ada lg yg mau sy tanyain, bias sdh sy sett ke 50mV tapi ketika ampli di matikn dn di hidupin lg kok biasnya turun ke 10mV ya mas,, llu sy coba sett lg ke 50mV dn ampli sy biarin hidup tnpa sinyal masuk, eee..tiba" tegangan naik sndiri tnpa sy putar vr terus naik hingga 159mV, llu ampli sy of dn sy hidupin lg, tp tengangan turun lg di 15mV, ini apanya yg rusak mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya itu normal mas. Penyetelan bias yang normal adalah pas posisi power sudah panas. Bukan pada saat power ON. Jadi nyalakan dulu powernya beberapa saat, sampai bias stabil, baru diset.

      Angka 159mV itu sudah bagus biasnya.

      Delete
    2. Oh jd sett nya gg bleh lngsung ya mas, kemaren itu anggkanya masih terus naik mas klo gg sy matiin, pendingi 1,5kilo suhu 50 derajat,,takutnya njeblug mas,,

      Delete
    3. Berarti coba turunkan lagi bias nya. Amati sampai bias benar-benar sudah stabil dan tidak naik lagi.

      Coba set bias pada 80mV atau maks 100mV.

      Delete
    4. Tetap naik mas, klo sy sett k 55mV, naiknya skitar 150~160. trus ini q coba sett ke 20mV naiknya 90~100mV. Gmn seandainya PSU driver di pisah dr PSU utama..jd PSU sanken sm PSU driver di buat sendiri" ? menurut mas bahar gmn ya..

      Delete
    5. Itu maksudnya bias naik terus, apa tidak bisa berhenti di angka tertentu? Misal 90-100mV, apakah bias stabil di angka 100mV? Atau tetap akan naik lagi?

      Psu tr final dipisah, bisa mas. Cuma menurut saya tidak praktis.

      Memang ada sistem power dengan psu terpisah antara driver dan tr final. Mungkin tujuannya adalah agar tegangan pada driver akan lebih stabil, sehingga hasil output akan lebih stabil, meskipun pada saat volume tinggi tidak akan ikut ngedrop. Tapi yang dimaksud psu dipisah disini bukan pakai satu trafo. Tapi pakai dua trafo. Satu untuk driver dan satu untuk tr final.

      Kalau trafonya tetap satu, hanya tegangannya saja yang dipisah, menurut saya percuma. Hasil tegangan akan tetap ikut drop. Karena terkena imbas beban dari tr final.

      Delete
    6. Klo sett ke 20mV brhentinya diantara 90~100, tp klo sy sett k 50~55mV naiknya 160mV posisi volume off dn ini masih terus naik mas cm sy matiin karna suhu sdh 56c, takut pecah snken nya.Pengalamn sblomnya sett bias gg gini mas, misal 55mV nnti klo di hidupin kmbali k 50~60 naik turunnya ya segitu jd gg kayak PA ini. Kayaknya komponen ada yg soak, tp gg tau yg mn..

      Delete
    7. Oia bner jg kata mas, percuma pisah PSU tp travo tetap satu, klo ngedrop semua ikut ngerop,, lupa mas..hehee..

      Delete
    8. Bisa di set dibawah 20mV lagi gak bias nya? Biar ketemu biasnya dibawah 90-100mV.

      Kemungkinan juga bisa dari VR nya yang rusak, jadi gak mau berhenti biasnya.

      Yang penting adalah cari setelan bias sampai berhenti gak naik lagi dibawah 100mV.

      Kalau dalam kondisi bias 90-100mV itu bisa berhenti gak? Atau masih naik lagi? Bagaimana kondisi tr final, panas gak?

      Delete
    9. Gini vr dh sy ganti tp arus masih tetap naik turun, dn kemarin tidak sngaja sy coba lihat DCO nya, ada yg aneh mas, pd sekala 600mlV auto avo cm nunjukin "OL" dn ketika PA sy off bberapa detik baru nunjukin angka, padahal ini PA baru dn sy cm lepas ke 2 driver mosfet untuk di beri pendingin itu pun atas prmintaan pemilik PA. Ini pasti ada cmponen yg hampir mati tp sy gg tau mas, rasanya gg mungkin sy cek 1/1 TR nya banyak bnget mas,driver mosfet 2, Tr Mje 2, trus Tr yg kecil ada 22, ini mono mas, haduuuh mumet mas.

      Delete
    10. Untuk power mosfet saya belum coba, jadi mohon maaf belum bisa kasih solusi.

      Delete
    11. Sbnarnya ini bukn PA full mosfet mas, yg pakek mosfet itu hanya driver pndorong nya ja, yg lain pakek TR mas termasuk penguat akir jg pakek sanken, di bagian input jg pakek TR kecil. Jd mas bahar blom pernah pakek PA mosfet, kayaknya sy harus cek 1/1 tp ya harus atas ijin pemilik, dn akn sy mulai dr capacitornya dulu. Ok mas terimakasih atas semua petunjuk, dn klo ini berhasil sy temuin, akn sy bagikn pengalan sy disini.

      Delete
    12. Oh ya mas, saya pernah menjumpai power kayak itu. Jadi pendorong dan driver ada yang pakai mosfet, tapi tr final pakai tr biasa.

      Dan memang ada yang full mosfet sampai tr final. Ada yang bilang power class D. Saya punya yang jenis ini, pemberian rekan di blog ini. Tapi belum sempat otak-atik.

      Ya mas, semoga problemnya dapat cepat ketemu, supaya bisa bermanfaat bagi rekan-rekan yang lain.

      Delete
    13. Nah itu mksud sy mas, karna sy suka bagi" pengetahuan ngerti dn terhindar dr penipuan. Ok salam sukses buat mas BAHAR ULUM.

      Delete
    14. Maaf mas bahar, ini sy pakek akun yg satunya. Oia mas ini sy mau bagi" pengalaman tentang setting DCO yg beberapa wkt yg lalu smpat sy tanyakn k mas bahar, "Mengapa tegangan pd out PA atau DCO tdk dapat tampil di avo, hanya menampilkn "OL" pd layar avo ? tp anehnya PA masih bunyi ketika ada signal masuk.. ? Nah setelh sy cek 1/1 ternyata yg mati adlh capasitor 100uF/10v yg sdh bengkak bagian pin nya jd gg klihatan mas. Tp buat PA jenis lain bisa beda letak kerusakannya, sy jg gg tau ini PA jenis apa, panel pakek sanken tp driver pakek mosfet. Nah itulh pengalam sy mas, smoga bisa berguna buat tmn" yg lain.

      Delete
    15. Mantap mas. Memang pengalaman adalah guru yang terbaik he..he.. Kadang memang kerusakan disebabkan oleh hal yang sepele dan tidak terdeteksi, contohnya ya itu tadi kaki elco yang korosif.

      Delete
  33. Tolong pencerahannya dong saya menggunakan driver Yirhosi mk7 ko klo di kasih nada khusus sub..suaranya jelek ada bayangan suara terr terr apa bias sama dco blom pas ..minta penjelasan dong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kalau Anda nyalakan sendiri subwoofernya pasti seperti itu suaranya. Dan memang harus diimbangi atau di barengi dengan nada midle dan treblenya. Baru suara terr-terr gak kelihatan.

      Penyebabnya bisa dari speaker, over input, atau box speakernya. Memang bisa juga dari powernya, tapi kan gak mungkin Anda nyetel musik cuma pakai suara bass saja he..he.. Pastinya dicampur dengan nada midle dan treble. Jadi permasalahan pada power, menurut saya gak masalah. Selama masih bisa menghasilkan suara bass bulat, meskipun ada terr- terr nya he..he..

      Delete
    2. Mf numpang komen, klo d tmpt sy kusus sub spekernya ada di dlm box, jd spekernya gg klihatan dr luar, klo d bikin gini ter"nya gg kedengeran..

      Delete
    3. Betul mas. Hampir semua desain box subwoofer, speakernya ada didalam box, menghadap kedalam. Yang keluar hanya angin-anginannya saja. Sehingga suara yang dihasilkan benar-benar bass, tidak tercampur nada lain. Jikalau pun ada, maka suara akan teredam langsung ke dalam box, sehingga tidak akan terdengar dari luar.

      Delete
    4. Tp kayaknya output terllu over mas, shingga speaker gg mmpu mnghendel, setau sy PA itu basnya sngat keras, hentakkan smpek brgetar di dada,,

      Delete
    5. Ya mungkin karakter PA nya memang seperti itu. Karena penggunaan mosfet.

      Delete
  34. Sore mas bahar maaf sy mau menanyakan untuk power ocl safari 400wat mono setelah sy baca keterangan yg ada disitu cuma bisa di suplay max 32 volt ct.sy saya mau tanyakan gimana caranya biar bisa disuplay sampai 45volt ct dan cara merubah karakret dari mid agar bisa menjadi sub Low.terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak masalah mas, bisa kok disupply pakai tegangan 45v ct. Cuma tr final final minimal 4 set per channel mono.

      Untuk menjadi sub low, bisa dipasang kit filter subwoofer pada input power.

      Delete
    2. Jadi resistornya ga perlu ada yg dirubah ya..
      Terimakasih

      Delete
    3. Gak perlu dirubah mas, tetap. Cuma ya itu, tr final minimal 4 set, agar tidak panas.

      Delete
  35. sy pakai Trnya toshiba a1941 n c6198
    Mono 5 set kira kira kl buat spk 12 atau 15inch kuat ga ya..?
    Maaf ya om masih belajar sy bnyk baca artikel dari mas bahar alhamdulillah banyk ilmu yg sy serap walaupun sedikit bisa sy praktekkan belajar merkait ocl..semoga mas bahar dan keluarga sehat selalu dan diluaskan rezekinya..jngn bosan ya mas update artikel terbarunya sy terimakasih bnyk nih sama mas bahar sudah mau berbagi dan mensedekahkan ilmunya..tq

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang benar bukan C6198 tapi tr C5198 mas, gandengannya A1941. Mantep juga transistor itu mas. Kuat buat speaker 12" dan 15". Cuma ya usahakan yang asli mas transistornya. Hati-hati karena banyak yang palsu.

      Kalau tr palsu bakalan gampang jebol transistornya.

      Delete
    2. oh iya salah ketik he...
      Ok terimakasih proyek sy sudah clear terimakasih ya mas bahar

      Delete
  36. Maaf mas..kalo cek dco untuk safari 400w pake beban gk ?
    vol. ditutup/dibuka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk cara cek DCO power apapun harus tanpa beban, dan dalam kondisi tanpa input atau posisi volume power ditutup.

      Saran saya lebih baik untuk cek dco adalah input power di groundkan sementara. Agar input benar-benar tidak ada. Walaupun sudah ada vol. Power.

      Karena vol power dalam posisi tertutup, kadang input masih masuk sedikit. Ini yang menyebabkan dco gak bisa nol. Jadi lebih baik input power digroundkan saja. Caranya bagaimana? Cukup konek input power ke ground pcb power.

      Delete
  37. Asalamualaikum mas bahan,,kulo bade tanklet

    1.vr pada drivel SOCL gunanya untuk seting DCO nopo BIAS,???
    Ko banyak master2 audio bilang untuk seting DCO kaleh bias,sedangkan vr/trimpotnya cuma satu,
    2.apakah penyebab cacat crosover pada saat suara pelan itu karna kurang pas setingan vr nya tadi???

    Mohon pencerahan mas bahar,,matursuwub

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam. 1 VR pada driver power socl itu adalah setelan bias.

      Beda mas. VR bias dan dco beda. Kalau hanya cuma ada 1 VR, biasanya itu VR bias, bukan dco. VR bias cuma bisa nyeting arus bias, gak bisa nyeting dco. Karena komponen yang di setel beda mas.

      Penyebab cacat crossover, ada dua kemungkinan, pertama memang dari desain powernya ada cacat crossovernya, kalau ini gak bisa diperbaiki, memang bawaan dari powernya. Kedua bisa juga karena setelan arus bias terlalu rendah, ini bisa disetel lewat VR bias. Cuma jangan terlalu tinggi, arus bias terlalu tinggi bisa menyebabkan tr final panas. Setel secukupnya sampai cacat suara hilang dan tr final panas normal.

      Delete
  38. Assalamualaikum bas bahar, mau nanya ni...
    apakah normal tegangan 045vdc (skala 2vdc pada avometer) yg masuk ke speaker, terus untuk setting bias dan dconya dimana. sy pakai power scorpion 400w stereo tr sanken sa1216 dan pasanganya 2psng.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Normal mas, batas maksimal dco adalah 0,4-0,5vdc. Kalau bawaan powernya gak ada setelan bias dan dconya, maka gak bisa disetel. Karena setelannya sudah difix pakai Resistor. Untuk posisi R nya dimana, saya gak bisa jelaskan disini.

      Untuk lebih amannya mending gak usah diubah mas.

      Delete
    2. ok mas, makasih atas jawabannya. sukses selalu...

      Delete
  39. Mo nanya mas aku make driver yiroshi.suaranya klo di pelanin serak2.mau di stel bias trimpotnya nggak ada.minta solusinya dong mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang pakai tegangan berapa volt dari trafo mas? Pakai tr final apa dan berapa set?

      Penyebab suara serak pada saat pelan, memang bisa dari arus biasnya. Tapi bisa juga tegangan supply kurang besar.

      Delete
  40. Mas mau tanya, kata mas R bias utk power sanken 400 watt ada di R 47 ohm, tapi aq cari ga ada. Apa yang sejalur sama dioda ya mas, maaf pemula

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang banyak macam varian power 400w. Tapi versi power safari 400w yang awal, itu ada di R 47 ohm.

      Betul mas, sejalur dengan diode IN4148 yang jejer 3. Pada jalur yang menghubungkan antara kaki basis tr driver TIP31/32.

      Delete
  41. mas bahar saya mau tanya power dtk pd 700, suara di volume kecil kok pecah ya, ada solusinya mas bahar, soalnya saya masih awam sebelumnya terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dilihat dari pcb rangkaiannya, mirip desain power 140w yang pakai ic 741.

      Kalau menurut saya itu memang sudah karakter bawaan dari powernya mas. Jadi memang seperti itu karakter suaranya, agak serak kalau volume kecil.

      Dan itu gak bisa di modif. Meskipun bisa, maka harus dipasang tegangan bias dari transistor.

      Jadi untuk solusi modif gak ada mas. Itu memang karakter bawaan suara dari power tersebut.

      Ada sih, cuma agak rumit. Solusi paling gampang, silahkan ganti saja pakai driver power lain.

      Delete
  42. Mas saya mau tanya kalau DCO di kit driver sanken 400watt itu resistor yg mna? Trus untuk dconya turun ganti ke brp ohm?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya settingan bawaan itu sudah bagus, gak perlu dirubah-rubah lagi.

      Untuk resistor dco, bisa coba diganti pada R 4K7 jalur kaki colektor tr input.

      Delete