Saturday, October 12, 2019

Mengenal Sistem Quasi Complementary Amplifier

Alhamdulilah. Pada kesempatan kali ini masih diberikan waktu, kesehatan dan kekuatan untuk membuat artikel kembali yang bermanfaat untuk rekan sehoby semuanya. Posting kali ini mari kita mengenal jenis power amplifier dengan sistem quasi complementary amplifier. Apa itu sistem quasi complementary amplifier? Yaitu sebuah rangkaian amplifier yang menggunakan satu jenis transistor final saja. Bisa menggunakan transistor NPN saja atau transistor PNP saja. Posting ini juga sebagai janji saya kepada rekan-rekan yang dulu pernah bertanya mengenai power amplifier sistem quasi complementary atau power amplifier dengan tr final satu jenis. Sebelum membahas lebih jauh kesana, mari kita berkenalan dulu sama si quasi ini he..he..  Simak lebih lanjut.

Pada awal ditemukan transistor dulu, masih hanya ada satu jenis transistor yaitu jenis NPN saja. Karena transistor jenis PNP belum ditemukan kala itu. Transistor pertama kali ditemukan tahun 1947 oleh Jhon Bardeen, Walter Brattain dan William Shockle. Mereka waktu itu baru menciptakan transistor berjenis NPN. Belum ada transistor jenis PNP. Akibatnya jikalau pun ada transistor jenis PNP, maka harganya akan sangat mahal. Sehingga pada waktu itu kebanyakan power amplifier menggunakan transistor final berjenis NPN saja atau yang disebut sebagai Quasi Complementary amplifier. Mereka waktu itu masih kesulitan untuk menciptakan transistor berjenis PNP. Sehingga transistor jenis PNP harganya menjadi sangat mahal.

Agar harga amplifier menjadi terjangkau, maka dibuatlah amplifier dengan menggunakan transistor NPN semua. Output amplifier yang transistor finalnya menggunakan satu jenis transistor dinamakan Quasi Complementary. Pada jaman sekarang sudah sangat mudah untuk membuat transistor daya besar, baik jenis NPN maupun PNP. Harga transistor final yang berpasangan atau complementary juga sudah sangat murah. Maka jenis power amplifier dengan sistem quasi complementary juga semakin ditinggalkan dan dilupakan.

Namun ada kalanya kita mempunyai transistor daya bekas yang pasangannya sudah mati. Sehingga menyisakan hanya satu jenis saja transistor, baik NPN saja atau PNP saja. Daripada tidak ada gunanya, lebih baik dibuat sebuah amplifier dengan sistem quasi complementary  ini. Sehingga transistor final yang pasangannya mati dan tinggal hanya satu jenis saja, masih bisa dimanfaatkan sebagai tr final power amplifier. Dan hasilnya pun tidak kalah dengan power amplifier dengan tr final pasangan atau complementary. Kita akan berkenalan dasarnya dulu, sebelum ke prakteknya. Berikut adalah gambar sistem dasar quasi complementary amplifier. Menggunakan satu jenis transistor final NPN saja.


Silahkan lihat gambar diatas, transistor final menggunakan satu jenis transistor NPN 2SC3280. Transistor final bisa menggunakan tipe lain misal 2N3055, C5200, C2922, dll saja, tanpa perlu menggunakan transistor pasangannya. Konsep atau sistem quasi NPN diatas yang sering dipakai untuk rangkaian power amplifier. Cara kerja rangkaian adalah transistor Tip41 dan C3280 membentuk konfigurasi double emitter follower. Sedangkan transistor Tip42 dan C3280 bawah, sebagai Complementary Feedback Pair (CFP) atau Sziklai. Konsep dasar ini tentu saja masih ada cacat suara. Maka dari itu diperlukan komponen tambahan untuk mengurangi cacatnya. Semoga bermanfaat.

6 comments:

  1. mas bisa pesan pcb ampli sistem quasi ini. yg cuma pake npn saja. mksh sblmnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum mas. Ini prosesnya masih panjang. Untuk sementara nanti saya buat skema dan modifnya dulu. Untuk next posting berikutnya.

      Delete
    2. siap mas, ditunggu updatenya

      Delete
  2. Mau Nanya mas Bahar...
    Apmli yg menggunakan TR vs yg menggunakan IC suaranya bagusan yg mana ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertanyaan ini perlu diperjelas dulu maksudnya.

      Apakah ampli yang menggunakan TR adalah ampli yang semuanya menggunakan TR full. Mulai dari penguat pertama hingga akhir?

      Apakah ampli yang menggunakan IC adalah ampli yang menggunakan ic power amplifier, misal ic power TDA2050, STK, dll. Jadi komponen IC yang memang untuk power amplifier?

      Atau apakah power yang menggunakan IC adalah power yang menggunakan IC opamp pada penguat pertama saja? Dan lainnya, tr driver dan final tetap pakai TR?

      Anggap saja ada 3 pertanyaan seperti diatas ya. Mana hasil suara yang lebih bagus dari ketiga jenis power diatas?

      Menurut saya dari ketiga jenis power diatas, suara bisa sama bagusnya. Tergantung dari si perakit powernya. Tapi kalau dari segi kualitas pabrikan, maka power yang khusus menggunakan ic power, misal TDA2050, STK, dll. Itu lebih akurat dan detail hasil suaranya, karena sudah di setting dari pabrikan, dan dikemas dalam satu chip IC.

      Tapi bukan berarti kedua jenis power lainnya, gak bisa menyamai hasil suara ic power. Jawabnya, bisa saja.

      Jadi kesimpulan menurut saya, ketiga jenis power diatas, bisa saja hasil suara menyamai atau sebanding dengan power lainnya. Jadi bisa sama-sama bagusnya. Nah sekarang tinggal pilihannya, tergantung selera masing-masing.

      Delete
    2. Quote ("Menurut saya dari ketiga jenis power diatas, suara bisa sama bagusnya. Tergantung dari si perakit powernya"). Bener sekali Mas, kemaren saya dapet power bener2 low noise dan suaranya natural, setelah bibongkar cuma pake mylar dan tr standar. Nah itu td tergantung SIPERAKITnya. CMIIW

      Delete