Tuesday, August 11, 2020

Sambungan Speaker Paralel VS Seri Enak Mana?

Alhamdulilah. Hari ini masih diberikan kesempatan dan kesehatan untuk bisa membuat postingan kembali. Kali ini saya akan membahas masalah klasik seputar sound system, yang dari dulu masih menggelitik saya untuk membahas masalah sambungan seri dan paralel pada speaker. Enakan mana speaker di paralel dengan seri? Dan masih juga belum juga terjawab bagus mana koneksi speaker paralel atau seri pada sebuah perangkat sound system. Pada perangkat sound system sambungan speaker akan berpengaruh dengan hasil suara yang dihasilkan di lapangan. Tumpukan dan jarak antar speaker juga akan berpengaruh pada hasil suara. Jadi sambungan speaker secara seri atau paralel menentukan maksimal atau tidak hasil suara akhirnya. Kapan diperlukan sambungan secara paralel dan kapan diperlukan sambungan secara seri? Dan apa kelebihan dan kekurangannya? Simak lebih lanjut.

Saya dari dulu tidak menyadari bahwa sambungan yang saya pakai adalah paralel semua antar speaker. Tidak ada sambungan satupun yang saya seri antar speaker. Entah dapat berapa ohm jumlah total impedansi speakernya. Jelas akan kecil sekali impedansi ohmnya, mungkin bisa saja dibawah 2 ohm he..he.. Padahal harusnya impedansi minimal untuk speaker tidak disarankan dibawah 2 ohm. Karena bisa menyebabkan beban berat dan power menjadi lebih panas. Tapi pada saat itu tidak terjadi masalah sedikit pun pada power dan speaker yang saya gunakan pada sound system yang saya pakai pada acara hajatan. Padahal menggunakan sambungan paralel semua he..he..


Tapi memang pada saat itu saya belum tahu perihal tentang impedansi speaker itu yang bagus itu seperti apa? Jadi saya main sambung saja. Dan cuma satu tujuan saya waktu itu adalah sambungan secara paralel agar hasil suara lebih maksimal daripada sambungan seri. Sehingga saya tidak menggunakan sambungan seri pada perangkat sound system saya, dengan alasan hasil suaranya kalah dengan dengan sambungan paralel. Hasil suara sambungan seri suaranya agak mendem atau kurang looss. Sehingga terkesan agak tertekan hasil suaranya. Walaupun memang melanggar aturan dari teori perhitungan impedansi yang seharusnya minimal tidak boleh dibawah 2 ohm.

Pada saat itu terjadi kebimbangan setelah mengetahui bahwa minimum impedansi speaker disarankan tidak boleh dibawah 2 ohm. Akhirnya semua sambungan antar speaker pada sound system saya rubah menggunakan koneksi seri dan paralel, untuk mengejar minimal impedansi 2 ohm tersebut. Tapi hasilnya suara sound system saya jadi melempem tidak bertenaga. Apakah ada yang salah dengan sambungan speaker saya? Akhirnya saya rubah kembali koneksi antar speaker menjadi paralel semua, kembali ke koneksi awal. Dan hasilnya kembali maksimal.

Selang beberapa tahun tidak menggunakan perangkat sound system. Karena suatu hal perangkat sound system harus saya jual semuanya. Jadi saat itu nyaris tidak main mixer dan power lagi he..he.. Kembali ingin membuat sound system lagi dengan konsep sederhana dan menggunakan perangkat yang serba murah atau low level sound system. Mulai dari speaker dan aksesoris menggunakan yang murah dan kelas paling rendah he..he.. karena memang untuk mengejar komponen speaker bagus sudah tidak mampu terbeli, karena saking mahalnya. Nah disini saya mulai merasakan betapa sangat pengaruhnya sambungan paralel dan seri antar speaker tersebut. Dimana sambungan secara paralel lebih bisa meningkatkan performa suara lebih bertenaga dan maksimal dibanding sambungan secara seri. Saya berpikir apa mungkin dari kualitas speaker yang rendah ini menyebabkan harus dipaksa disambung secara paralel agar suara maksimal. Tapi ternyata bukan. Jawabannya yang benar adalah sambungan secara paralel memang lebih enak daripada sambungan secara seri. Apa penyebabnya kok bisa lebih enak sambungan speaker di paralel ketimbang di seri? Apakah benar speaker yang di paralel lebih enak? Jawabnya benar. Ternyata ada sebabnya he..he.. Mari kita simak satu persatu.

Saya tidak menyarankan koneksi paralel semua pada semua speaker jika memang tidak darurat. Apalagi jika digandengkan dengan power berdaya watt besar. Harus benar-benar diperhitungkan berapa daya watt maksimal speaker dan berapa daya watt power amplifiernya. Cara saya ini lebih saya sarankan untuk sound system low level yang bukan kelas profesional. Yaitu sound system dengan perangkat rakitan power berdaya rendah dan speaker yang berdaya rendah juga. Dan kualitas rendah untuk mengangkat suara agar lebih maksimal. Untuk kelas profesional saya sarankan ikuti aturan main yaitu impedansi minimal 2 ohm, jangan dibawahnya.

Kenapa saya sarankan untuk sound system kelas rendah dengan perangkat daya rendah? Karena pada umumnya power atau speaker murahan kebanyakan tidak mampu diberikan daya watt power yang terlalu besar. Jadi ya harus pinter mengatur bagaimana caranya power berdaya rendah ini bisa bekerja maksimal dengan speaker murahan tersebut he..he.. istilahnya kita pakai bonus suaranya. Saya baru merasakan hal ini ketika membangun kembali perangkat sound system dengan komponen yang serba murah. Nah bagaimana jika cara ini diaplikasikan untuk kelas sound system profesional? Tentunya hasilnya akan lebih maksimal lagi, jika tahu caranya mengkombinasi speaker dan sambungannya. Karena beda tatak letak tumpukan speaker juga akan mempengaruhi hasil suara. Kita kembali ke topik. Apa enaknya sambungan paralel dibanding sambungan seri? Dan kenapa speaker yang di paralel lebih enak ketimbang yang di seri?

Bagi para pecinta sound system ini adalah pertanyaan umum yang sering terjadi dilapangan. Masalah sambungan seri paralel speaker. Kenapa suara saya kok melempem dan tidak maksimal. Dan banyak yang keliru mengartikan kenapa speaker paralel lebih enak. Apakah benar speaker yang disambung secara paralel lebih enak? Jawabnya adalah benar. Tapi banyak yang tidak tahu apa penyebab speaker yang dirangkai secara paralel lebih enak dibanding dengan yang di seri? Bukan karena 2 unit speaker di paralel menjadi 4 ohm, lantas suara menjadi enak. Dan juga bukan berarti speaker yang berimpedansi 8 ohm tidak enak.

Pada suatu perangkat sound system, kita harus bisa memperhitungkan berapa impedansi total dan watt, serta sambungan antar speakernya.  Semakin besar impedansi ohm, maka akan lebih kecil arus watt yang dihasilkan, dan begitu sebaliknya. Jika semakin kecil impedansi ohm speaker, maka arus watt yang dihasilkan juga akan semakin besar. Misalkan sebuah power amplifier bisa memilih impedansi speaker yang dibebankan, maka power amplfier akan lebih memilih impedansi besar, karena kinerjanya akan lebih dingin. Sedangkan impedansi 4 ohm akan membuat kinerja power amplifier lebih panas.

Jika 2 buah speaker berimpedansi 8 ohm dan berdaya masing-masing 500watt, kemudian dipasang secara paralel, maka yang keluar akan menjadi 4 ohm. Sementara jika kita menggunakan speaker dengan daya 1000watt, maka watt power akan naik hampir 2x lipat, sekitar 1500w. Memang sampai saat ini belum ada penelitian bahwa speaker yang berimpedansi rendah atau tinggi menghasilkan suara yang lebih enak. Seumpama ada yang manjawab bahwa speaker ohm rendah lebih enak ketimbang ohm tinggi, maka akan timbul pertanyaan kenapa tidak dibuat saja impedansi ohm speaker itu rendah semua atau disamakan he..he..? Kalau masalah power bisa disesuaikan.

Penyebab speaker 4 ohm paralel lebih enak dan yang menjadi kunci utama kenapa speaker yang di paralel lebih enak? Itu disebabkan karena watt yang keluar dari power menjadi lebih besar. Sedangkan kita tahu jika ingin menghasilkan suara speaker yang enak, terutama di nada rendah, supply watt power harus memadai. Selain itu speaker yang disusun secara bersamaan atau ditumpuk akan menjadi lebih responsif. Misal jika kita pasang 2 buah speaker yang disambung paralel totalnya menjadi 4 ohm. Dengan daya masing-masing speaker max power 750 watt x2= 1500w dan daya power 1000w, maka total yang keluar = 1500w. Ini sudah cukup untuk menyuplay daya dari kedua speaker tersebut. Tapi jika jika letakkan kedua speaker yang kita paralel dengan impedansi 4 ohm tersebut secara terpisah. Misal 1 unit speaker kita kasih jarak dengan speaker satunya lagi kira-kira jarak 100 meter dan dengar satu persatu suara yang keluar dari box speaker, maka hasilnya tidak ada bedanya dengan speaker yang berimpedansi 8 ohm dengan maks power yang sama. Kemudian bandingkan dengan speaker berdaya sama dengan impedansi 8 ohm, maka akan sama hasilnya.

Tapi ketika kita berikan speaker dengan watt yang lebih besar, misal 1600w dengan impedansi 8 ohm dan power 1500w, maka speaker yang dikasih jarak dan disambung secara paralel hasilnya lebih maksimal dan memuaskan. Jadi intinya disini, bukan karena di paralel lantas suara menjadi enak. Tapi menurut saya ada pada watt power juga speaker. Dan kualitas dari speaker itu sendiri. Memang suara akan lebih serentak jika speaker ditumpuk. Selain itu kita juga diuntungkan dengan watt power semakin besar. Jadi kita mendapat free 50%, sehingga bisa menjadi asupan watt untuk speaker yang diparalel menjadi 4 ohm.

Kesimpulanya adalah bukan karena speaker yang diparalel menjadi 4 ohm membuat suara menjadi lebih nendang  dan enak. Tapi ada pada power amplifier yang memberikan watt lebih jika speaker diparalel menjadi 4 ohm. Memang kurang kerjaan juga sih, jika ada 2 buah speaker 18" yang ditumpuk secara bersamaan dan dibebani menjadi 8 ohm. Selain mubadzir juga kurang menguntungkan. Yang seharusnya mendapat watt tambahan jika diparalel menjadi 4 ohm, ini menjadi percuma.

Paralel boleh saja, tapi ingat jangan melebihi batas kemampuan power amplifier, maksimal 4 ohm. Gunakan 2 ohm jika emergency atau darurat saja. Jika Anda menerapkan 2 ohm pada speaker, maka power akan cepat panas dan tidak akan tahan lama. Mengingat sound system kita dipakai acara hajatan, bisa hidup terus menerus selama 10 jam, bahkan lebih. Maka perhitungan impedansi speaker juga harus diperhatikan. Agar kinerja power tidak terlalu panas, tapi menghasilkan suara yang enak dan maksimal.

Bagaimana cara menentukan watt power untuk menyuplai speaker saya? Jika Anda ingin mengetahui watt power yang cocok untuk menyuplai speaker Anda, caranya mudah. Cara ini biasanya berlaku untuk speaker kelas atas atau yang memiliki spesifikasi real. Sedangkan pada speaker lokal atau kelas bawah, nilai wattnya menurut saya kurang konsisten. Bahkan yang dicantumkan malah nilai max powernya.

Jika speaker berdaya 500watt, berapa power yang cocok untuk speaker ini? Caranya cukup mudah, yaitu dengan cara dibagi dua kemudian dikali tiga.
Contoh:
500w : 2= 250w
Kemudian 250w x3= 750w
Maka power yang cocok untuk menyuplai speaker Anda adalah 750watt max power.

Perhitungan diatas berlaku untuk speaker kelas atas yang mempunyai daya real. Sedangkan speaker lokal atau kelas bawah, memang daya wattnya sudah rendah. Makanya mereka mencantumkan langsung nilai max powernya. Makanya jelas perangkat sound system saya yang kelas bawahan ini, bisa menghasilkan suara lebih enak, jika speakernya diparalel semua he..he.. Tapi jangan ditiru ya he..he.. Tetap ikuti aturan main. Semoga bermanfaat.

4 comments:

  1. Maaf mas mau tanya speaker 12 in merk audax maks power 100 watt disandingkan dengan speaker acr maks power 500 watt.. Kalau sama sama dikasih power 500 watt apakah dapat dipastikan speaker acr lebih kencang 5 kali lipat dibandingkan audax.. Soalnya saya mau beli speaker diantara kedua merk tersebut tapi yang paling kencang suaranya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini kalau menurut saya mas ya. Kencang tidaknya suara speaker banyak faktor yang menyebabkan hasil suara dilapangan. Kalau yang disandingkan adalah speaker ACR vs Audax, maka bisa dipastikan suara akan menang Audax. Tapi ada tapinya, jika speaker Audax nya Asli. Jika Audax nya palsu, maka suara ACR akan menang. Jika yang ditanya kencangnya, maka jawabnya adalah Audax. Tapi.... harus yang asli.

      Masalah watt ACR 500w vs Audax 100w. Apakah Audax kalah? Tidak. Saya pernah membuktikan bahwa speaker Audax 2 biji, suaranya bisa lebih kencang dibanding ACR 4 biji. Saya tidak mengunggulkan Audax, tapi kenyataannya memang demikian. Tapi yang saya coba adalah speaker Audax 12" full range Asli. Melawan ACR classic 12" 1230. Hasilnya lebih kencang Audax.

      Dari sisi harga Audax lebib mahal 2x lipat dibanding ACR dengan tipe yang setara. Cuma ACR lebih banyak varian speakernya, untuk harga yang lebih mahal. Sayangnya sekarang speaker Audax banyak yang palsu. Harga tetap mahal 2x lipat, tapi suara kalah dengan ACR. Z

      Saran saya jika budgetnya minim, ingin hasil maksimal, lebih baik pilih ACR. Lebih terjamin keasliannya. Jika ingin Audax harus pinter-pinter milih yang asli. Ini yang susah. Karena Audax palsu dipastikan akan kalah suara dengan ACR asli.

      Delete
  2. Oh ya mas..mkasih atas penjelasannya..Nanti saya pertimbangkan lagi..

    ReplyDelete
  3. Coba bahas smps mas,,, biar ada tema baru

    ReplyDelete