Saturday, June 11, 2016

Cara Membaca Kode Resistor SMD

Di era teknologi elektronika yang semakin maju dan canggih. Perkembangan dunia komponen dan rangkaian elektronika semakin mudah, kecil, dan murah. Jika kita kembali ke masa lalu, tentunya kita tahu bentuk komponen yang namanya resistor. Resistor dengan bodi besar dengan gelang warna di bodinya. Gelang warna tersebut merupakan kode untuk menunjukkan nilai resistansi dari resistor tersebut. Tentunya anda sudah tahu ada jenis resistor lagi dengan ukuran lebih kecil lagi (mikro), dikenal dengan nama resistor smd. Bagaimana cara membaca kode resistor smd? Dan bagaimana cara mengetahui dan menghitung nilai resistansi resistor smd? Simak lebih lanjut.

Kemarin pas lagi ada kerjaan charger hp original bawaan handphone rusak. Kebetulan waktu saya buka terlihat semua komponen resistor dari jenis resistor smd. Pada saat pengecekan komponen resistor, saya sedikit bingung menentukan nilai resistansi dari resistor smd ini. Karena saya memang belum mengetahui cara membaca resistor smd ini, yang hanya berupa deretan angka atau huruf, Kadang juga kombinasi keduanya kode angka dan huruf.

Resistor smd ini banyak kita jumpai pada perangkat handphone, MP3 player, DVD player, TV LCD/LED, dan perangkat elektronik lainnya. Dengan menggunakan resistor jenis smd ini maka rangkaian menjadi lebih simple, murah, dan efisien. Selain ukuran komponen yang sangat kecil, pemasangannya juga lebih gampang dan dapat dipasang dual layer secara berhadapan pada pcb.

Sekilas tentang resistor smd. SMD merupakan singkatan dari Surface Mount Device. Metode untuk memproduksi sirkuit elektronik dimana komponen yang dipasang atau ditempatkan langsung ke permukaan pcb biasa dikenal dengan sebutan SMT (Surface Mount Technology). Pada resistor smd tidak dicetak kode warna seperti pada resistor umumnya. Melainkan menggunakan kode baru untuk resistor smd. Yaitu dengan sistem tiga digit, empat digit, dan sistem Electronic Industries Alliance (EIA) yang disebut dengan EIA-96.


Cara membaca sistem tiga digit resistor SMD.
Dalam sistem ini dua digit angka yang pertama menunjukkan nilai resistansi numerik dari resistor dan digit angka yang terakhir merupakan pengali (multiplier). Jumlah agka terakhir merupakan pangkat dari 10 yang digunakan untuk nilai resistor tersebut. Berikut beberapa contoh mengetahui nilai resistor smd dengan sistem ini.

450 = 45Ω x 10 0 adalah 45Ω
151 = 15Ω x 10 1 adalah 150Ω
562 = 56Ω x 10 2 adalah 5,600Ω (5,6K atau 5K6)
273 = 27Ω x 10 3 adalah 27,000Ω (27kΩ)

Cara membaca sistem 4 digit resistor SMD.
Dalam sistem ini tiga digit angka yang pertama menunjukkan nilai resistansi numerik dari resistor dan digit angka yang terakhir merupakan pengali (multiplier). Jumlah angka yang terakhir merupakan pangkat 10 yang digunakan untuk nilai resistor tersebut. Berikut beberapa contoh mengetahui nilai resistor smd dengan sistem ini.

7992 = 799Ω x 10 2 adalah 79,900Ω (79.9kΩ)
1733 = 173Ω x 10 3 adalah 173,000Ω (173kΩ)
1764 = 176Ω x 10 4 adalah 1,730,000Ω (1730kΩ atau 1,73MΩ)

Ada juga yang menggunakan kode dengan huruf "R". Contohnya seperti 0R5 yang dibaca 0,5Ω dan 0R01 dibaca 0,01Ω. Penggunaan huruf "R" digunakan sebagai penunjuk titik desimal untuk tahanan atau resistansi dengan nilai yang lebih rendah dari 10Ω.

Cara membaca sistem EIA-96 resistor smd.
Ditunjukkan untuk resistor dengan toleransi 1%. Dalam sistem ini terdapat tiga digit. Dua digit angka yang pertama menunjukkan nilai resistor. Sedangkan digit huruf yang terakhir merupakan kode pengali. Untuk mengetahui dan menghitung nilai dari resistor ini diperlukan tabel. Tabel ini pada dasarnya merupakan nilai-nilai dari seri E96. Sebagai contoh kode 04 berarti 107Ω, dan 60 berarti 412Ω. Faktor pengali akan memberikan nilai akhir dari resistor, misalnya.

01A = 100 Ω ± 1%
38C = 24300 Ω ± 1% 
92Z = 0,887 Ω ± 1% 

Tabel kode faktor pengali.

Tabel kode nilai resistansi.
Ini lanjutannya.

Cara membaca rating daya watt resistor smd (power rating).
Untuk mengetahui rating daya (watt) dari resistor smd bisa dilakukan dengan cara mengukur panjang dan lebar badan dari resistor smd tersebut. Kemudian cocokkan dengan tabel dibawah ini untuk mengetahui daya wattnya.

Tabel daya watt resistor smd.

Catatan :
Resistor smd dengan dengan tanda 0 atau 00 atau 000 adalah resistor dengan nilai 0 ohm yang biasa digunakan sebagai jumper. 
Untuk resistor smd dengan tiga digit angka mempunyai toleransi sebesar 5%. Sedangkan resistor smd dengan empat digit angka dan EIA-96 mempunyai toleransi sebesar 1%.

Selain dari jenis resistor smd diatas, ada juga jenis resistor smd yang nilai resistansinya langsung tercetak tanpa perlu pengartian kode. Seperti gambar dibawah ini.

Kemudian ada juga jenis resistor smd berbentuk silinder atau disebut MELF (Metal Electrode Leadless Face). Seperti gambar dibawah ini.

Resistor smd bentuk silinder (MELF) mempunyai gelang warna. Cara pembacaannya sama dengan resistor biasa dan memiliki cara tersendiri dalam menentukan besar daya watt. Caranya menggunakan standart MELF sendiri, yang juga dipakai sebagai standart penentuan daya dioda SMD.

MicroMelf (MMU) jenis ukuran 0102
panjang 2,2 mm, diameter 1,1 mm = 0,2 to 0,3 watt

MiniMelf (MMA) jenis ukuran 0104
panjang 3,6 mm, diameter 1,4 mm = 0,25 to 0,4 watt

Melf (MMB) jenis ukuran 0207
panjang 5,8 mm, diameter 2,2 mm = 0,4 to 1 watt

11 comments:

  1. luar biasa bemanfaat.. thanks postinganya

    ReplyDelete
  2. terima kasih infonya, sangat bermanfaat bagi kami

    ReplyDelete
  3. Bos resistor smd bisa diganti pakai resistor keramik gak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa mas. Asal anda tahu benar nilai dari resistor smd tersebut. Jika anda salah membacanya, maka nanti anda mengganti dengan Resistor keramik juga akan salah nilainya. Jadi ketahui dengan benar nilai dari resistor smd itu, baru ganti dengan Resistor biasa.

      Delete
  4. mas kalau resistor 1470K bisa ga diganti dengan nilai 1M, soalnya susah cari resistor yg nilainya 1470k, terima kasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa benar nilainya 1470K mas? Fungsinya untuk apa dulu mas?

      Jika benar nilainya 1470K berarti nilainya sama dengan 1,47M. Sedangkan R 1M nilainya sama dengan 1000K. Ada beda selisih sekitar 470K mas.

      Jika kebutuhannya tidak terlalu penting, maka gak masalah diganti pakai R 1M. Tapi jika Resistornya ini penting, maka harus diganti dengan nilai aslinya. Jika tidak ditemukan nilai resistor 1,47M, maka bisa dengan cara menseri 2 resistor, agar menjadi R 1,47M. Yaitu dengan cara menseri R 1M dengan R 470K. Maka akan jadi R 1,47M.

      1470K= 1,47M
      1000K= 1M
      1M+470K= 1,47M (R diseri)

      Delete
  5. benar mas nilainya 1470k, buat filter subwoofer yg memakai 3 ic opamp dual
    siap mas terima kasih. sangat membantu

    ReplyDelete
  6. Maaf mas... saya gaptek masalah resistor..cmn saya pengen ganti aja resistor yang bertuliskan 681 dengan yg baru..tp sulit carinya
    Mohon pencerahannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Resistor dengan kode tulisan 681 itu sama dengan Resistor 680 ohm mas. Jadi bisa diganti pakai Resistor biasa dengan nilai 680 ohm.

      Delete