Monday, September 10, 2018

MEMPERBAIKI STAVOLT MATSUNAGA MOTOR TIDAK BERPUTAR DAN BERGERAK

Next posting kali ini adalah cara memperbaiki stavolt matsunaga dinamo motor tidak berputar dan bergerak. Jadi maksudnya engkol stavolt atau stabilizer tidak bergerak, akibat motor penggerak stavolt tidak berputar. Tandanya adalah jika stavolt dinyalakan atau dimatikan, engkolnya tidak bergerak sama sekali. Dan tidak terdengar suara yang biasa muncul krakk..kreekk, tanda motor bergerak pada stavolt. Tapi pada posisi ini tegangan output stavolt tetap keluar pada posisi terakhir motor berhenti. Bisa jadi tegangan tetap keluar, tapi tegangan sangat tinggi diatas 220v, atau bisa saja tegangan tetap keluar, tapi tegangannya rendah dibawah 220v. Jadi tergantung posisi enkol stavolt berhenti pada posisi terakhir motor berhenti. Jika Anda mengalami problem kerusakan stavolt seperti diatas, mungkin bisa coba diperbaiki sendiri, syukur-syukur jika bisa kembali normal, jika gagal juga gak masalah, yang penting kan kita sudah berusaha he..he.. Bagaimana perbaikan stavolt matsunaga kali ini. apakah berhasil atau malah gagal total? Simak lebih lanjut.

Stavolt Matsunaga termasuk jenis stavolt motor tergolong bagus di rentang harga murah dan kualitas juga lumayan stabil. Fungsi stavolt adalah untuk menstabilkan tegangan PLN 220VAC agar tetap stabil di tegangan 220v, meskipun tegangan input stavolt rendah dibawah 220v ataupun tegangan over diatas 220v. Perlu diketahui bahwa range tegangan PLN di sini bisa mencapai antara 220v-240v, itu adalah tegangan normalnya. Jika ada tegangan dirumah Anda dibawah 220v, berarti tegangan dirumah Anda termasuh ngedrop. Tapi jika tegangan pln dirumah Anda diatas 220v, jarang terjadi. Paling mentok tegangan PLN maksimal di tegangan 240v, jarang diatas itu. Dengan menggunakan stavolt, maka tegangan PLN dirumah Anda bisa distabilkan dan dikunci pada tegangan tetap di 220v, walaupun tegangan dirumah Anda dibawah atau diatas 220v.

Penggunaan stavolt atau stabilizer tegangan sangat efektif, jika tegangan dirumah Anda memang benar-benar ngedrop dibawah 220v. Kalau tegangan PLN dirumah Anda 220v atau diatasnya sedikit, maka menurut saya penggunaan stavolt tidak diperlukan. Karena tegangan PLN sudah stabil di 220v, buat apa juga ditambahi stavolt he..he.. Jadi gunakan stavolt jika memang benar tegangan dirumah Anda tidak stabil atau naik turun dibawah 220v. Tapi Ada juga beberapa alat elektronik yang membutuhkan tegangan stabil 220v, maka stavolt diperlukan pada kondisi ini. Untuk hasil terbaik, gunakan jenis stavolt yang ada motornya. Jangan gunakan stavolt yang menggunakan trafo step up dan step down dengan sistem switch otomatis, karena hasil tegangan bisa jadi over dan tidak stabil sampai diatas 220v dan banyak kasus menyebabkan kerusakan alat elektronik. Jadi pilihlah stavolt yang ada dinamo motornya agar tegangan output bisa stabil. Ciri stavolt jika menggunakan motor adalah biasanya bobot stavolt berat dan terdengar suara krakk..kreekk didalam stavolt pada saat kita menyalakan atau mematikannya, tanda motor di dalam stavolt bergerak.


Beberapa waktu lalu saya juga mendapat kasus kerusakan yang sama yaitu stavolt keluar tegangan, tapi sangat tinggi sekitar 250v dan tidak terdengar bunyi krakk..kreekk pada saat dinyalakan atau dimatikan, Dugaan saya langsung tertuju pada dinamo motor stavolt yang tidak berputar atau tidak bergerak menggerakkan engkol. Penyebab paling sering disebabkan kerusakan komponen pada bagian rangkaian kontrol stavolt. Biasanya dua transistor final output penggerak motor rusak. Fungsi kedua transistor penggerak motor ini adalah untuk fungsi UP-DOWN tegangan stavolt dengan cara memberikan sinyal tegangan DC saling bolak-balik, sehingga motor bisa bergerak kekiri dan kekanan. Nah jika kedua transistor ini rusak, maka otomatis motor tidak bergerak dan berputar. 

Untuk mengujinya jika pada saat stavolt dihidupkan motor tidak berputar menggerakkan engkol, matikan stavolt. Kemudian putar engkol secara manual pakai tangan ke posisi tengah. Hidupkan lagi stavolt, motor harus berputar sebentar (jangan sampai mentok menekan switch). Jika engkol sampai menyentuh atau menekan switch, kemungkinan salah satu transistor final rusak atau short. Transistor final ada dua yaitu transistor S8550 (PNP) dan S8050 (NPN). Biasanya jumlah transistornya ada 4 biji yaitu dua transistor S8550 dan dua transistor S8050. Untuk mengecek transistor finalnya adalah perhatikan jalur pada pcb, jika ada kaki basis tr S8550 terhubung kekaki basis tr S8050, itulah kedua transistor final. Silahkan coba dicek menggunakan avometer kedua transistor tersebut. Lebih baik pengecekan transistor dalam kondisi transistor dicabut dari pcb. Jika kedua atau salah satu transistor final rusak atau short, Silahkan coba diganti baru.

Selain kerusakan kedua transistor diatas, penyebab kerusakan motor tidak bergerak juga bisa disebabkan oleh dinamo motor itu sendiri yang mengalami kerusakan, kadang macet atau kerusakan didalam dinamo motor itu sendiri. Cara mengeceknya cukup Anda lepas kabel motor dari rangkaian kontrol, kemudian coba beri tegangan pada dinamo motor pakai adaptor DC 12v. Jika dinamo normal, maka pada saat diberi tegangan DC 12v, motor akan berputar dan juga akan berputar sebaliknya jika tegangan DC dibalik. Jadi dalam posisi tegangan DC 12v dibolak-balik, maka motor harus bisa bergerak atau berputar kekanan dan kekiri. Jika motor tidak bisa berputar sama sekali atau hanya bisa berputar searah saja misal hanya bisa beputar kekanan saja, kekiri tidak bisa, maka bisa dipastikan dinamo motor rusak. Silahkan coba diganti baru.

Nah jika ditemukan setelah pengecekan kedua transistor final tidak mengalami kerusakan dan dinamo motor juga baik-bak saja, maka alternatif ketiga kali ini mungkin bisa di cek kembali. Seperti kasus stavolt yang saya tangani pada saat itu. Hasil pengecekan kedua transistor final dan dinamo motor tidak mengalami kerusakan, maka pengecekan bisa fokus ke rangkaian kontrolnya. Mungkin saja masih ada kerusakan komponen lain selain kedua transistor final diatas. Setelah dilakukan pengecekan semua diode dan zener, resistor, elco tidak ditemukan kerusakan. Maka komponen terakhir bisa saja dari kontak relaynya yang rusak. Dan ternyata benar setelah dilakukan pengecekan pada kontak relaynya, hasilnya kontak relaynya macet dan rusak. Mungkin ini penyebabnya. Sebelum saya ganti komponen relay tersebut. Berikut hasil jepretan foto yang sempat saya ambil pada saat perbaikan stavolt matsunaga tersebut. 


Terlihat pada gambar diatas posisi kontak relay pada pcb rangkaian kontrol. Dugaan saya kontak relay tersebut rusak. Sebelum saya test pakai adaptor, kita lihat dulu relaynya pakai tegangan berapa volt? Berikut gambarnya.


Silahkan lihat gambar diatas, ternyata stavolt tersebut menggunakan relay 9 volt. Maka untuk mengujinya harus pakai adaptor 9 volt pada lilitan relaynya. Cek juga kondisi kontak NO dan NC nya, apakah masih berfungsi normal dan kontaknya bagus. Berikut gambar kontak relaynya.


Silahkan lihat gambar diatas, ada posisi kaki-kaki relay dan gambar skemanya, untuk mengetahui mana lilitan coilnya dan dimana kontak NO dan NCnya? Setelah mengetahui letak dan fungsi dari relay 9 volt tersebut, silakan coba beri tegangan dari adaptor 9 volt pada lilitan coilnya yaitu pada kaki no.1 dan 3. Posisi tegangan positif dan negatifnya boleh bolak-balik. Jika pada saat tegangan 9 volt konek dengan coil, harusnya terdengar bunyi suara cetikk.. Pada saat tegangan dilepas juga ada suara cetikk..  Jika pada saat pengujian relay terdengar suara tersebut, maka dipastikan coil relay masih bergungsi normal menggerakkan kontaknya. Tinggal cek kontak NO dan NC nya pakai avometer. Jika hubungan kontak NO dan NC nya bagus, maka relay dipastikan masih normal dan masih bisa dipakai. Pada saat pegujian relai stavolt yang saya perbaiki, tidak terdengar suara cetikk..pada saat tegangan masuk maupun tegangan dilepas. Maka saya anggap relaynya sudah rusak dan harus diganti.


Posisi relay sudah terlepas dari pcb dan terlihat tulisan 9V, menandakan itu adalah relay 9 volt. Jadi Anda harus mengganti dengan relay 9 Volt juga. Tidak boleh pakai relay yang lain. Berikut gambar relay lama dengan relay yang baru.


Mungkin Anda agak bingung, kok bentuknya tidak sama mas? itu bukan tidak sama, tapi pada relay yang lama, penutup relaynya sudah hilang. Pada relay yang baru penutup relaynya masih ada. Jadi jangan bingung ya he..he.. Terus pada relay ada tulisannya 9 volt. Dan yang lebih terpenting lagi adalah posisi kaki-kaki relay sama dengan relay yang lama, sehingga dapat langsung dipasang pada pcb.


Posisi relay sudah terpasang pada pcb. Saatnya di coba, apakah stavolt bisa kembali normal atau tidak? Ternyata pada saat dicoba, dinamo motor sudah bisa bergerak dan berputar daripada sebelumnya tidak berputar sama sekali. Tapi masih ada masalah lagi, yaitu arah putaran motornya hanya bergerak ke kiri saja, tidak mau kekanan. Dalam posisi tegangan naik diatas 220v, jadi dalam posisi UP. Coba saya setel VR adjustment tegangan, tetap tidak bisa menurunkan tegangan dan gerakan dinamo motor tetap ke kiri terus sampai mentok menyentuh switch. Saya kok curiga transistor finalnya rusak, tapi ternyata tr finalnya tidak rusak dan normal semuanya. Apanya lagi nih? Semua komponen sudah dicek normal, semua Transistor juga normal, switch UP-DOWN juga kontaknya bagus. Waduh apanya ya? Karena sudah mentok, akhirnya lihat skema stavolt dan mencoba mengurut kembali semua jalur yang ada. Dan ternyata letak permasalahannya berada di jalur supply tegangan dinamo motor yang posisinya terbalik positif dan negatifnya. Wuuiihhh... Akhirnya setelah kabel motor dibalik, nyalakan stavolt, hasilnya sudah bisa bekerja normal. Dengan ditandai gerakan engkol yang bergerak-gerak menyesuaikan tegangan pada saat kita berikan beban pada output stavolnya. Karena sudah saya ubek-ubek setingan VR adjusment tegangannya, maka posisi tegangan pada saat itu belum pas 220v. Setelah dilakukan penyetelan ulang pada VR adjusment tegangan, hasil tegangan output stavolt sudah bisa stabil di 220v. Berikut hasil pengecekan tegangaan output stavolt pada avometer digital.


Terlihat tegangan output stavolt sudah stabil di 220v. Tinggal coba pakai beban yang agak berat, apakah stavolt masih bisa menstabilkan tegangannya? Kali ini saya coba pakai beban kulkas, apakah stavolt masih mampu stabil di tegangan 220v? Berikut gambar pengujian saya pakai beban kulkas.


Dan hasilnya setelah stavolt diberi beban kulkas, motor langsung bergerak kreekk.. dan ternyata tegangan masih stabil 220v. Alhamdulilah akhirnya pekerjaan pun selesai. Stavolt bisa bekerja normal dan bisa dipakai kembali dengan aman dan stabil. Semoga artikel yang sedikit panjang ini bisa bermanfaat.

13 comments:

  1. Maaf melenceng mas,selamat siang mas Bahar,pemasangan power sound sistem yg misal ada 4 buah power setreo(tentu ada input total 8 input),,misalkan dihubungkan ke sebuah equalizer(output EQ misal hanya 2 Lin ,nah dari 8 input power agar bisa konek di 2 out EQ gimana caranya z mas,suwun sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ada 4 power stereo, berarti ada 4 input channel L dan 4 input channel R.

      Maka pada koneksi output Equalizer yang cuma ada dua yaitu output L dan R, maka koneksinya adalah cukup diparalel saja sesuai channelnya.

      Jadi cukup diparalel saja 4 input power channel L, kemudian konek ke out EQ channel L.

      Paralel juga 4 input power R, kemudian konek ke out EQ channel R.

      Jadi cukup diparalel saja mas, sesuai channelnya L dan R.

      Delete
  2. Oh ternyata sesimpel itu z mas,,ok lha KL input power digabung/paralel itu perlu adanya hambatan Resistor gak mas di masing* inputnya? Atau langsung digabung/paralel gak apa*? Mohon penjelasannya mas,susun mas bahar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau 4 power stereo tadi itu sudah jadi. Maksudnya sudah ada boxnya sendiri dan sudah ada potensio volume powernya sendiri, maka koneksi bisa langsung saja diparalel tanpa penambahan Resistor.

      Tapi jika masih pretelan, maka harus dipasang potensio volume power dulu pada setiap channel powernya. Baru bisa diparalel.

      Tujuan dipasang potensio volume power pada tiap channel power, agar anda bisa mengatur besar kecilnya suara pada setiap channel. Meskipun dapat dari satu sumber input.

      Jadi gak masalah diparalel langsung tanpa penambahan Resistor mas.

      Delete
  3. Woke ok mas Bahar,matur nuwun atas penjelasannya nya mas,jadi terobati sekarang rasa penasaranku selama ini,skali lagi matursuwun mas bahar

    ReplyDelete
  4. maaf kang klau oot...mau tanya nih kang.mana lebih stabil tegangan 2 buah ct sama 1 ct dalam satu travo buat 2 kit mono...????

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau menurut saya lebih stabil tegangan 2 buah ct, buat 2 kit mono. Maksudnya 1 ct untuk satu power mono. Jadi tegangan disupply terpisah. Maka tegangan tidak akan tarik menarik antar power. Meskipun masih terjadi tarik-menarik tegangan, karena masih dalam satu trafo, menurut saya masih lebih stabil daripada pakai 1 ct untuk 2 buah kit power mono.

      Kekuranganya cuma satu, lebih banyak komponen, lebih ribet, lebih banyak dana he..he..

      Yah kalau mau lebih simple pakai 1 ct, kalau mau agak ribet he..he.. Pakai 2 ct. Tapi tegangan lebih stabil.

      Delete
  5. oh ya kang mau tanya nih.apabila 1 ct buat dua kit.apakah jadi stereo...??? klau kit yiroshi pake tegangan 32v ct pinal 8 set per kit.berapa ampere travo yg di butuh kan..??? mampu kah speaker atau power jika beban per kit 2x100 w 16 ohm dan 250w 8 ohm diparalel per box...???

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Ya betul jadi stereo.
      2. 10A cukup mas. Kalau beban speakernya cuma segitu.
      3. Mampu.

      Delete
    2. makasih kang bahar...oh ya kang kenapa kit yiroshi ku kok gak bisa balance L dan R nya.kukasih tone control parametrik bell macigsthon...??? oh ya kang sekalian pengen tanya...buat kan skema pemasangan nya plus mic karaoke dan mp3 modul/radio fm. makasih kang sebelum nya...

      Delete
    3. Biasanya karena potensionya kurang bagus. Tapi kalau perbedaannya gak terlalu banyak, gak masalah mas.

      Kalau gak imbangnya suaranya, bisa di imbangkan pakai potensio Balance.

      Wah skemanya ini gak bisa diupload disini mas. Dan juga perlu waktu untuk membuatnya he..he..

      Delete
    4. hee hee hee...kyk nya dulu pernah ya kang post dijadikan judul..klau bisa kasih treat nya kang..???

      Delete
    5. Kalau saya sih lupa mas, gak memperhatikan sedetail itu.

      Pokoknya ada ide yang memang perlu saya posting, maka akan saya posting. Walaupun kadang memang pernah saya bahas secara global atau umum. Nah mungkin ini versi detailnya atau lebih fokus ke satu titik masalah.

      Delete