Wednesday, June 26, 2019

Macam dan Jenis Equalizer Sound System

Alhamdulilah. Next posting kali ini adalah mengenal dan mengetahui macam dan jenis alat atau perangkat equalizer. Selama ini mungkin kita hanya mengenal bahwa equalizer adalah alat pengatur suara yang memakai potensio geser. Jadi cara mengatur suaranya dengan cara menaikkan atau menurunkan frekuensi suara dengan menggeser potensio geser naik dan turun. Padahal equalizer itu banyak macamnya he..he.. Penasaran? Apa saja macam dan jenis equalizer untuk keperluan sound system? Simak lebih lanjut.

Equalizer adalah alat atau perangkat wajib dalam dunia sound system. Karena fungsi dan kegunaannya yang membantu para operator sound system atau Soundman untuk menyetel suara, agar didapat kualitas suara yang bagus dan mendekati suara aslinya. Berbicara masalah equalizer, ternyata banyak macamnya, yang fungsi utamanya tetap sama, yaitu untuk mengatur frekuensi suara agar lebih baik. Cuma ada perbedaan cara pengaturan penggunaan dan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ada 3 macam atau jenis equalizer yang akan kita ketahui bersama dibawah ini. Berdasarkan jenisnya dapat dibagi menjadi tiga macam equalizer.

1. Parametric Equalizer
Bentuk paling sederhana adalah seperti parametrik yang biasa kita pakai di sound system. Atau biasa kita kenal dengan tone control parametrik. Berikut gambarnya.

Tapi pengolahan frekuensinya cuma terbatas pada 3 pengaturan saja yaitu Low, Middle, High. Atau Bass, Midle, Treble. Dilengkapi juga dengan setelan frekuensi low dan setelan frekuensi middle. Tapi kebanyakan tulisannya jadi Bass bosster dan midle bosster he..he.. Setelan frekuensi High tidak ada. Penggunaannya sangat mudah, karena tidak banyak pengaturan. Contoh yang lebih rumit dan lengkap dari parametric equalizer seperti dibawah ini.

Parametric equalizer diatas menyediakan penyetelan frekuensi yang lebih luas. Hampir semua frekuensi bisa disetting menggunakan alat ini. Dari mulai frekuensi low, midle, high. Pengaturan frekuensi yang lebih luas, akan memudahkan kita untuk mendapatkan frekuensi yang tepat. Sehingga hasil suara bisa maksimal dan natural.

Terdapat 4 bagian penyetelan yaitu Low Shelf, frekuensi setting, frekuensi setting, High Self. Dimana setiap bagian bisa disetel Gain dan frekuensinya sendiri-sendiri. Dilengkapi juga pada bagian akhir dengan Tone, untuk menambah nada low, mid, high secara keseluruhan. Juga ada setelan Cut Filternya, untuk memangkas nada low dan high secara cepat, tanpa merubah setelan awal.

Kurva equalizer ini dapat digeser dan diubah bentuk kurvanya. Dengan kata lain semua parameter yang ada dapat dirubah . Semua parameter yang dapat dirubah yaitu:

  • GAIN. Fungsinya untuk mengurangi atau menambah kurva parametrik yang diinginkan. Besarnya diukur dalam db.
  • Q. Adalah besaran yang digunakan untuk memperlebar atau mempersempit kurva parametrik sesuai dengan yang diinginkan. Besarannya menggunakan skala 0,1 sampai 10.
  • FREKUENSI. Frekuensi pada equalizer parametrik dapat dirubah dan digeser hingga mencapai frekuensi yang diinginkan. 
Bentuk kurva pada parametrik equalizer ada 2 macam:

  • SHELVING. Bentuk kurva ini memiliki puncak pada bagian akhir frekuensi rendah maupun frekuensi tinggi dari spektrum frekuensi yang kemudian mendatar hingga akhir frekuensi. Seperti Hi-shelving yang akan mengangkat puncak frekuensi 12Khz dan Low-shelving yang mengangkat frekuensi 80Hz pada umumnya. Beberapa equalizer parametrik menyediakan fasilitas untuk dapat merubah frekuensi pada puncak kurva. 
  • BELL SHAPE. Bentuk kurva pada equalisasi ini adalah seperti bentuk lonceng. Pada umumnya parametrik murni menggunakan bentuk equalisasi ini.

2. Graphic Equalizer
Bentuk equalizer yang hanya dapat ditambah dan dikurangi pada frekuensi yang sudah ditetapkan oleh pabrik. Biasanya berdasarkan besarnya oktaf. Graphic equaliser yang umum beredar dipasaran adalah 1/3 oktaf (31 titik frekuensi) dan 2/3 oktaf (15 titik frekuensi).

Equalizer ini dapat dibagi lagi dalam beberapa jenis:

  • Constant Q. Bentuk kurva (Q) pada grafik equalizer ini tetap. Walaupun gain hanya dirubah sedikit atau banyak.
  • Variable Q. Bentuk kurva pada grafik equalizer ini tidak tetap. Tergantung dari berapa banyak mengangkat gain. 
  • Bandpass filter parameter. Bentuk kurva tetap dan gain tetap. Hanya frekuensi yang dapat dirubah dan digeser.
  • Perfect Q. Adalah grafik equalizer analog, tapi diproses secara digital. Mirip dengan constant Q, hanya lebih akurat.

3. Filter
Pada umumnya orang tidak memasukkan alat atau perangkat filter sebagai jenis equalizer. Karena cara kerjanya yang mirip dengan crossover. Tetapi filter dapat pula membantu mengurangi frekuensi yang tidak diinginkan. Sehingga dapat pula dimasukkan sebagai salah satu jenis equalizer.


Contoh dari equalizer ini adalah:

  • Switchable High Pass filter. Sangat berguna untuk mengurangi suara pop pada mikrofon.
  • Switchable Low Pass Filter. Dapat membantu kerja driver suara tinggi, agar tidak bekerja berlebihan. Sebagai akibat frekuensi tinggi yang sebenarnya tidak terdengar, tapi merusak. 

Itulah 3 macam atau jenis equalizer yang sering dipakai untuk proses suara sound system pada umumnya. Beserta fungsi dan kegunaannya. Semoga dengan adanya uraian diatas, dapat menambah wawasan kita dan mengenal lebih jauh peralatan-peralatan yang digunakan untuk proses suara audio sound system. Sehingga memudahkan kita dalam mensetting peralatan sound system sesuai dengan fungsinya masing-masing. Semoga bermanfaat.

4 comments:

  1. Permisi mas bahar ,apa bisa menambahkan jack input pada ampli gitar,kebetulan saya punya ampli gitar dengan jack input cuma 1,padahal pengenya bisa di kasih microphone biar kalo gitaran elektrik skalian bisa sambil nyanyi pake microphobe.trims sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ditambah pre amp mic mas, koneksinya diparalel dengan input utama.

      Delete
  2. Asalamualaikum mas mau nanya. Klw susunan in out mixer,power dan exualizer di hubungkan ke laptop buat record gmna boleh minta skemanya mksh sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa konek ke jalur out monitor mixer atau line out di mixer. Kemudian konek ke input laptop.

      Delete