Sunday, May 8, 2016

CARA MENGGULUNG ULANG TRAFO 5A BIASA

Disela-sela liburan kemarin ada kesempatan waktu luang untuk mencoba menggulung ulang trafo 5 amper biasa yang kondisinya memang sudah terbakar. Saya coba cek lilitan sekunder sepertinya tidak masalah. Cek lilitan primer ternyata short/konslet. Berarti problem hanya dibagian lilitan primernya.

Trafo ini sudah lama terbengkalai tidak terpakai dan hampir mau saya buang. Mumpung ada trafo rusak, bisa dicoba untuk belajar menggulung sendiri trafo 5 A ini. Jika berhasil alhamdulilah, jika gagal ya tidak masalah, bisa di coba lagi. Lanjut dan semangat terus pantang mundur.

Metode yang saya gunakan tidak pakai rumus. Karena saya sendiri males pakai rumus-rumusan bikin puyeng. Tapi perlu diperhatikan kondisi trafo dan lilitan wajib dalam kondisi bisa dibongkar dengan baik tidak hancur kawat tembaganya. Jika kawat hancur dan tidak bisa terdeteksi diameter dan jumlah lilitan primer dan sekunder, terpaksa mau tidak mau harus pakai rumus. Tapi kali ini trafo yang saya kerjakan dalam kondisi baik dan kawat tembaganya tidak hancur. Sehingga dapat dilacak diameter kawat tembaga dan jumlah lilitan primer dan sekundernya.

Untuk cara pembongkaran tidak saya bahas disini, karena mungkin anda sudah tahu cara bongkarnya. Tinggal lepas 4 baut pada trafo, kemudian lepas plat besi E dan I nya. Untuk awal pembongkaran keren besi E dan I trafo mungkin sedikit sulit. Anda bisa pakai palu untuk memukul besi keren agar mudah lepas. Atau anda pakai cara sendiri? Yang terpenting besi keren E dan I bisa terlepas dengan mudah. Berikut tahapan pembongkaran lilitannya.

Pembongkaran lilitan sekunder
Anda bisa lihat gambar diatas tertera tegangan output sekunder trafo 5A. Mulai dari CT, 12V, 15V, 25V, 32V. Kemudian dibawah pin tegangan output, ada angka nomer urut 1 sampai dengan 9 itu adalah urutan jalur lilitan kawat mulai dari pertama bongkar sampai terakhir. Perlu diingat untuk pembongkaran lilitan nomer urutnya seperti diatas dari nomer 1 sampai 9. Untuk penggulungan ulang dimulai dari nomer 9 sampai 1. Berikut jumlah lilitan yang saya catat pada saat pembongkaran.

1->2 = 30 lilit
2->3 = 43 lilit
3->4 = 13 lilit
4->5 = 52 lilit
5->6 = 52 lilit
6->7 = 13 lilit
7->8 = 43 lilit
8->9 = 30 lilit

Untuk besar diameter kawat email sekunder menggunakan kawat 0,6 mm sampai 1 mm. Maksudnya anda bisa menggunakan kawat diameter diantara itu. Tapi bagi pemula seperti saya, gunakan kawat yang kecil dulu agar pemasangannya lebih mudah dan rapi. Karena saya sendiri menggulung dengan manual menggunakan tangan, jadi kalau menggunakan diameter kawat besar agak kesulitan.

Pembongkaran lilitan sekunder extra 500mA
Anda bisa lihat gambar diatas pin yang bagian bawah. Ada tegangan sekunder output 0, 6V, 9V, 12V dan urutan pembongkaran lilitannya. Berikut jumlah lilitan yang catat pada saat pembongkaran.

1->2 = 12 lilit
2->3 = 15 lilit
3->4 = 24 lilit

Untuk diameter kawat sekunder extra menggunakan kawat diameter 0,2 mm.

Pembongkaran lilitan primer
Anda bisa lihat gambar diatas pin yang bagian atas. Ada tegangan 0, 110V, 220V dan urutan pembongkaran lilitannya. Berikut jumlah liltan yang saya catat pada saat pembongkaran.

1->2 = 460 lilit
2->3 = 460 lilit

Untuk diameter kawat primer menggunakan kawat email diameter 0,2 mm.

Untuk penggulungan ulang lilitan sekunder. Jika jumlah gulungan lilitan tidak pas atau kurang. Bisa anda kurangi 1 gulungan per langkah, agar setiap pembagian gulungan lilitan sekunder dapat terbagi rata. Untuk lebih jelasnya anda bisa lihat dibawah ini.

1->2 = 29 lilit
2->3 = 42 lilit
3->4 = 12 lilit
4->5 = 51 lilit
5->6 = 51 lilit
6->7 = 12 lilit
7->8 = 42 lilit
8->9 = 29 lilit

Jangan lupa pada saat anda munggulung ulang. Awal penggulungan dimulai dari urutan angka besar ke kecil. Arah penggulungan searah jarum jam. Untuk cara mengukur dan mengetahui diameter kawat email menggunakan penggaris bisa anda baca di sini. Semoga bermanfaat. 

49 comments:

  1. Gan, ane punya 1 buah trafo 5 amper biasa seharga 50rb an, power ampilier dengan input +-25v, power subwoofer dengan input +-18v, speaker biasa 6” 2buah, speaker biasa 4” 2 buah, speaker woofer 6" 2 buah. power amplifier dan power subwoofer menggunakan trafo yang sama. udah 2x trafo ane hangus. apa penyebab hangusnya cuma menggunakan 1 buah trafo? mohon penjelasannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk makhruz ali. Benar karena anda menggunakan hanya satu trafo untuk dua power amplifier. Solusinya lebih baik anda menggunakan dua trafo 5A biasa terpisah untuk masing-masing power amplifier daripada menggunakan satu trafo 10A untuk beban dua power amplifier. Karena idealnya satu trafo untuk satu power amplifier baik mono atau stereo. Jika ditambah power lagi, jelas trafo tidak kuat.

      Delete
    2. makasih solusinya, ntar ane coba gan, untuk rangkaian selanjutnya apa perlu trafo diberi heatshink dan kipas agar tidak overheating lagi?

      Delete
    3. Untuk trafo tidak perlu pakai heatsink. Cukup pakai kipas saja sudah cukup. Untuk testing awal usahakan trafo tidak terlalu panas pada saat beban kontinyu. Jika dalam beberapa menit trafo terlalu panas, berarti ada yang problem baik di rangkaian regulator atau power amplifier. Normalnya trafo hanya hangat-hangat saja pada saat di beban kontinyu maupun maksimal. Jadi jika ada indikasi trafo terlalu panas, jangan diteruskan. Jika diteruskan trafo anda akan rusak lagi.

      Delete
  2. apakah jumlah lilitan ini berlaku untuk semua jenis trafo maksudnya trafo yg amper kecil atau besar juga diameter kawat, kalau trafo yg tidak menggunakan cT bagaimana. trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk hadi. Cara diatas untuk trafo 5A CT kecil mas, bukan 5A besar. Untuk trafo yang lain belum pernah bongkar, jadi belum tahu diameter dan jumlah lilitannya. Untuk trafo non CT, jika trafonya sama 5A kecil, maka untuk lilitan primer sama, untuk lilitan sekunder menggunakan satu langkah saja 0 ke 32v. Kalau CT kan dua langkah 32v ke CT kemudian ke 32v lagi.

      Delete
  3. Bagaimana cara menentukan O,110, 220 pada gulungan primer bang.saya coba gulung sendiri tetapi terjadi konsleting saat dialiri listrik dri pln.terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung besar ampernya. Yang saya ulas diatas adalah bongkar trafo 5A biasa. Untuk rumus saya belum sempat bahas. Biasanya dari trafo bekas terbakar, lalu saya bongkar dan gulung ulang kembali, tapi pembongkaran lilitan saya hitung dulu, agar didapat jumlah gulungan lilitan sekunder dan primer. Tapi kalau dari trafo kosongan, saya belum coba.

      Delete
  4. kang bleh numpang tanya? sya mau gulung ulang bekas trafo stavol mau sya bikin 15a,, kawat untuk 15a primer sekundernya makek berapa mm ya,,?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf baru balas. Harus pakai rumus, silahkan cari di internet. Biasanya sih primer 0,2mm dan sekunder 1mm. Itu menurut saya mas he..he..

      Delete
  5. Mau tnya om bahar.. saya punya teafo 5a sprti gambar di atas.. klo buat power yg butuhh arus 32 ct 32 dan tine control 15-18 ct 15-18..
    Apa ct bisa di pakai dua kabel ??

    ReplyDelete
  6. Pak saya punya travo 10 ampere mau saya gulung ulang pada tegangan exra 18 15 12 ct 12 15 18 untuk simulasi gulungan dimulai dari tegangan yang paling besar 18 seletah itu ujung dari akhir gulungan kita keluarin untuk di cabang dan setelah itu masuk pada gulungan tegangan berikut nya dan seterus nya ,,seperti itu kah simulasi nya ,, mohon arahan nya ???

    ReplyDelete
  7. Mas, saya punya masalah dengan trafo amplifier simbadut. gulungan primernya hangus, sudah saya bongkar dan gulungan primernya saya lepas (kebetulan primer sekundernya punya koker terpisah) dan saya hitung, terhitung gulungan primer 960, tapi hitungan menggunakan rumus hasil browsing seharusnya 1100.
    Apakah karena itu penyebab hangusnya?
    Dan
    Untuk isolasi luarnya apakah bisa menggunakan selotip pipa air?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau menurut saya, jumlah gulungan primer asli 960 dan hasil hitungan rumus 1100, itu masih toleransi mas, gak masalah. Untuk isolasi cukup pakai isolasi plastik bening atau pakai selotip pipa air juga gak apa-apa.

      Delete
  8. Trima kasih mas, atas jawabannya.
    Untuk masalah seperti itu kira2 apa penyebabnya ya?
    Kerusakannya juga pada dioda untuk arus ke subwoofer. Diodanya jebol. Apa karena dioda gak sanggup ngalirin arus besar ketika bass nya dibesarin? Terus berlanjut ke hangusnya trafo akibat short sirkuit di komponen diodanya.
    Sekali lagi maksih mas atas responnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi diode gak kuat, panas akhirnya jebol. Coba ganti dengan diode 2A atau 3A. Karena diode short, akhirnya trafonya jebol.

      Delete
  9. Jika diodanya diparalelkan saja, contohnya dioda yg biasanya dipasang empat. Saya pasang 8, dengan perjalurnya saya pasang 2, misalkan dioda 2A, dipasang paralel, akan jadi 4A.
    Apa bisa seperti itu mas?
    Trima kasih atas jwabannya mas.

    ReplyDelete
  10. Karena saya rasa agak sulit jika harus mencopotnya lagi, karena pcbnya udah pada terkelupas jalurnya (maklum kerjaan amatiran) awalnya juga saya copot gak pake alat hisap timah solderan. Dan udah beberapa kali diperbaiki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi lebih baik pakai diode dengan amper lebih besar, daripada mendobel diode. Tapi jika memang kesulitan gak masalah mendobel diode. Karena saya pernah mencoba, kekuatan 1 diode 5A lebih kuat dari pada 2 diode 2A diparalel.

      Delete
  11. Okelah kalo gitu mas, makasih atas infonya.

    ReplyDelete
  12. Mas saya punya trafo 10a primernya 0-105v ac s/d 110v ac secondernya 0-100v ac itu trafo mau saya bongkar mau saya jadikan trafo biasa buat amplie yg mau saya tanyakan untuk primernya berapa lilitan per volt nya biar jadi 220v ac dan untuk primernya ukuran berapa milimiter, terus secondernya mau saya buat dari 35v ct s/d 60v ct murni berapa lilitan per volt nya, untuk kawat secondernya ukuran berapa milimiter kalo bikin trafo murni, klo di gambarkan 5a yg mas buat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk rumus saya belum tahu, silahkan cari di google. Selama ini saya pakai bongkar trafo langsung gulung ulang. Kalau dari nol atau trafo kosongan apalagi bekas trafo step down/up belum coba. Jadi jumlah lilitan diatas adalah berdasarkan pengamatan langsung. Untuk trafo 10A belum pernah bongkar mas. Jadi belum tahu jumlah gulungan dan diameter kawatnya.

      Delete
  13. Saya udah cari di google untuk primer rumus nya beda2 ada yang 220Vx10 lilitan ada yg 220Vx3,4 lilitan, secondernya juga sama rumusnya beda2 itupun yg di rumus 5A bukan 10A

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya gak apa-apa mas, caranya orang kan beda-beda. Jalan terbaik adalah mencobanya he..he.. Gak usah pusing mikir rumus. Coba saja dengan hitungan diatas, ditambah sedikit. Untuk primer 0->110v 500lilit. Kemudian 110v->220v 500lilit. Kemudian untuk output tambah sedikit juga, dikira-kira saja. Kalau gak dicoba gak bakalan tahu he..he.. Gak usah lihat rumus.

      Delete
  14. Betul kalau baca rumus otak mumet
    Jadi kalau saya amati untuk secondernya 4,3 lilitan per vol atau di paskan 5 lilitan per vol
    Dan untuk primer 460x2=920 berarti 4,1 lilitan per vol atau di paskan 5 lilitan per vol kali 220v jadi 1100 lilitan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, paskan saja jumlah lilitannya.

      Delete
  15. klau ngetes lilitan pkai avodigital harus skla brp mas?
    sehingga tahu brp lilit utk 1 v

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he.. Avo digital Ya gak bisa mas untuk cek lilitan per voltnya. Hanya bisa pakai rumus. Kalau avo digital hanya untuk mengetahui tegangan outputnya saja, gak bisa untuk mengetahui berapa lilit per voltnya.

      Delete
  16. mas travo 5a murn punyaku merk er* dicolokin tnpa bban panas banget tu knapa? dn solusinya gmna?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanpa beban itu maksudnya hanya trafo saja atau sudah ada diode dan elconya mas? Jika nyala hanya trafo saja sudah sangat panas, maka itu short lilitan primer, harus gulung ulang lilitan primernya. Kalau sudah ada diode dan elco tanpa beban, problem bisa disebabkan diode atau kiprok short, atau bisa juga elco supply short.

      Delete
  17. hanya trafo mas, waduh brarti hrus bongkar total mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mau gimana lagi, yang short lilitan primernya. Mau gak mau harus bongkar gulungan. Saya pernah problem seperti itu, gulung ulang lilitan primernya, trafo normal kembali. Harap dicatat dulu jumlah gulungannya saat membongkar gulungan primer.

      Delete
  18. kawatnya ukuran berapa mas primer dan sekunder? untuk trafo jumbo hitungannya gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kurang paham untuk hitungan rumusnya, anda bisa cari di google. Saya selama ini menggunakan hitungan gulungan kawat aslinya dan diameter kawat aslinya. Jadi kawat primernya dibongkar, tapi sama dihitung jumlah gulungannya berapa? Nanti beli diameter kawatnya tinggal bawa contoh kawat aslinya.

      Delete
    2. oya mas sik kyak lem ditrafo tu apa mas nmanya?

      Delete
    3. Saya belum tahu, selama ini saya gak pakai itu, pokoknya gulung selesai sudah.

      Delete
  19. om kalo travo 5 ampere dicolok ke stop kontak mcb langsung turun.
    kerusakan terdapat pada bagian mana ya ?

    tks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya karena lilitan primer trafo short mas. Jadi konslet. Tapi bisa juga terjadi short di sekunder, karena diode atau elco short.

      Delete
  20. Gan apakah jumlah lilitan itu sama meskipun travo amper kecil and amper besar thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak sama mas. Hitungan diatas khusus buat trafo 5A kecil biasa.

      Delete
  21. Mas saya mau tanyak. Kemarin saya baru gulubg terapo tapi amper nya kecil bagai mna mas menaik kan amper nya kemarin saya lilitan sekunder nya menggunakan kawat 0,25 mm mas. Mohon mas saran nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya ada satu cara, yaitu dengan memperbesar diameter kawat sekundernya. Tapi biasanya kern besinya gak cukup mas. Maka lilit saja mas pakai kawat tembaga yang bisa muat masuk ke kern besinya. Berarti itu sudah amper maksimal.

      Delete
  22. Malam mas bahar...nanya dikit aja, karna da bingung ni...coba tpi belum berhasil...sya mau buat suplay 12 ct dari tegangan ekstra travo...yg tertera cuman 0 6 9 12, gmana carax...??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf baru balas. Cara paling mudah adalah menggunakan 1 elco 2200uf/25v dan 1 dioda 1A. Cara merangkai secara sederhana adalah :

      1. Konek kutub negatif elco ke pin 0v trafo. Ini nantinya juga sebagai kutub negatif supply output.

      2. Konek kutub positif elco ke kaki diode yang ada gelangnya, kemudian kaki diode satunya konek ke pin 12v trafo.

      3. Hubungan kaki positif elco dan diode yang ada gelangnya itu sebagai kutup positif supply output.

      Memang kalau hanya lewat diomong agak susah jelasinnya mas he..he.. Mudah-mudahan dapat di pahami.

      Delete