Skip to main content

CARA MENGGULUNG ULANG TRAFO 5A BIASA

Disela-sela liburan kemarin ada kesempatan waktu luang untuk mencoba menggulung ulang trafo 5 amper biasa yang kondisinya memang sudah terbakar. Saya coba cek lilitan sekunder sepertinya tidak masalah. Cek lilitan primer ternyata short/konslet. Berarti problem hanya dibagian lilitan primernya.

Trafo ini sudah lama terbengkalai tidak terpakai dan hampir mau saya buang. Mumpung ada trafo rusak, bisa dicoba untuk belajar menggulung sendiri trafo 5 A ini. Jika berhasil alhamdulilah, jika gagal ya tidak masalah, bisa di coba lagi. Lanjut dan semangat terus pantang mundur.

Metode yang saya gunakan tidak pakai rumus. Karena saya sendiri males pakai rumus-rumusan bikin puyeng. Tapi perlu diperhatikan kondisi trafo dan lilitan wajib dalam kondisi bisa dibongkar dengan baik tidak hancur kawat tembaganya. Jika kawat hancur dan tidak bisa terdeteksi diameter dan jumlah lilitan primer dan sekunder, terpaksa mau tidak mau harus pakai rumus. Tapi kali ini trafo yang saya kerjakan dalam kondisi baik dan kawat tembaganya tidak hancur. Sehingga dapat dilacak diameter kawat tembaga dan jumlah lilitan primer dan sekundernya.

Untuk cara pembongkaran tidak saya bahas disini, karena mungkin anda sudah tahu cara bongkarnya. Tinggal lepas 4 baut pada trafo, kemudian lepas plat besi E dan I nya. Untuk awal pembongkaran keren besi E dan I trafo mungkin sedikit sulit. Anda bisa pakai palu untuk memukul besi keren agar mudah lepas. Atau anda pakai cara sendiri? Yang terpenting besi keren E dan I bisa terlepas dengan mudah. Berikut tahapan pembongkaran lilitannya.

Pembongkaran lilitan sekunder
Anda bisa lihat gambar diatas tertera tegangan output sekunder trafo 5A. Mulai dari CT, 12V, 15V, 25V, 32V. Kemudian dibawah pin tegangan output, ada angka nomer urut 1 sampai dengan 9 itu adalah urutan jalur lilitan kawat mulai dari pertama bongkar sampai terakhir. Perlu diingat untuk pembongkaran lilitan nomer urutnya seperti diatas dari nomer 1 sampai 9. Untuk penggulungan ulang dimulai dari nomer 9 sampai 1. Berikut jumlah lilitan yang saya catat pada saat pembongkaran.

1->2 = 30 lilit
2->3 = 43 lilit
3->4 = 13 lilit
4->5 = 52 lilit
5->6 = 52 lilit
6->7 = 13 lilit
7->8 = 43 lilit
8->9 = 30 lilit

Untuk besar diameter kawat email sekunder menggunakan kawat 0,6 mm sampai 1 mm. Maksudnya anda bisa menggunakan kawat diameter diantara itu. Tapi bagi pemula seperti saya, gunakan kawat yang kecil dulu agar pemasangannya lebih mudah dan rapi. Karena saya sendiri menggulung dengan manual menggunakan tangan, jadi kalau menggunakan diameter kawat besar agak kesulitan.

Pembongkaran lilitan sekunder extra 500mA
Anda bisa lihat gambar diatas pin yang bagian bawah. Ada tegangan sekunder output 0, 6V, 9V, 12V dan urutan pembongkaran lilitannya. Berikut jumlah lilitan yang catat pada saat pembongkaran.

1->2 = 12 lilit
2->3 = 15 lilit
3->4 = 24 lilit

Untuk diameter kawat sekunder extra menggunakan kawat diameter 0,2 mm.

Pembongkaran lilitan primer
Anda bisa lihat gambar diatas pin yang bagian atas. Ada tegangan 0, 110V, 220V dan urutan pembongkaran lilitannya. Berikut jumlah liltan yang saya catat pada saat pembongkaran.

1->2 = 460 lilit
2->3 = 460 lilit

Untuk diameter kawat primer menggunakan kawat email diameter 0,2 mm.

Untuk penggulungan ulang lilitan sekunder. Jika jumlah gulungan lilitan tidak pas atau kurang. Bisa anda kurangi 1 gulungan per langkah, agar setiap pembagian gulungan lilitan sekunder dapat terbagi rata. Untuk lebih jelasnya anda bisa lihat dibawah ini.

1->2 = 29 lilit
2->3 = 42 lilit
3->4 = 12 lilit
4->5 = 51 lilit
5->6 = 51 lilit
6->7 = 12 lilit
7->8 = 42 lilit
8->9 = 29 lilit

Jangan lupa pada saat anda munggulung ulang. Awal penggulungan dimulai dari urutan angka besar ke kecil. Arah penggulungan searah jarum jam. Untuk cara mengukur dan mengetahui diameter kawat email menggunakan penggaris bisa anda baca di sini. Semoga bermanfaat. 

Comments

  1. Gan, ane punya 1 buah trafo 5 amper biasa seharga 50rb an, power ampilier dengan input +-25v, power subwoofer dengan input +-18v, speaker biasa 6” 2buah, speaker biasa 4” 2 buah, speaker woofer 6" 2 buah. power amplifier dan power subwoofer menggunakan trafo yang sama. udah 2x trafo ane hangus. apa penyebab hangusnya cuma menggunakan 1 buah trafo? mohon penjelasannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk makhruz ali. Benar karena anda menggunakan hanya satu trafo untuk dua power amplifier. Solusinya lebih baik anda menggunakan dua trafo 5A biasa terpisah untuk masing-masing power amplifier daripada menggunakan satu trafo 10A untuk beban dua power amplifier. Karena idealnya satu trafo untuk satu power amplifier baik mono atau stereo. Jika ditambah power lagi, jelas trafo tidak kuat.

      Delete
    2. makasih solusinya, ntar ane coba gan, untuk rangkaian selanjutnya apa perlu trafo diberi heatshink dan kipas agar tidak overheating lagi?

      Delete
    3. Untuk trafo tidak perlu pakai heatsink. Cukup pakai kipas saja sudah cukup. Untuk testing awal usahakan trafo tidak terlalu panas pada saat beban kontinyu. Jika dalam beberapa menit trafo terlalu panas, berarti ada yang problem baik di rangkaian regulator atau power amplifier. Normalnya trafo hanya hangat-hangat saja pada saat di beban kontinyu maupun maksimal. Jadi jika ada indikasi trafo terlalu panas, jangan diteruskan. Jika diteruskan trafo anda akan rusak lagi.

      Delete
  2. apakah jumlah lilitan ini berlaku untuk semua jenis trafo maksudnya trafo yg amper kecil atau besar juga diameter kawat, kalau trafo yg tidak menggunakan cT bagaimana. trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk hadi. Cara diatas untuk trafo 5A CT kecil mas, bukan 5A besar. Untuk trafo yang lain belum pernah bongkar, jadi belum tahu diameter dan jumlah lilitannya. Untuk trafo non CT, jika trafonya sama 5A kecil, maka untuk lilitan primer sama, untuk lilitan sekunder menggunakan satu langkah saja 0 ke 32v. Kalau CT kan dua langkah 32v ke CT kemudian ke 32v lagi.

      Delete
  3. Bagaimana cara menentukan O,110, 220 pada gulungan primer bang.saya coba gulung sendiri tetapi terjadi konsleting saat dialiri listrik dri pln.terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung besar ampernya. Yang saya ulas diatas adalah bongkar trafo 5A biasa. Untuk rumus saya belum sempat bahas. Biasanya dari trafo bekas terbakar, lalu saya bongkar dan gulung ulang kembali, tapi pembongkaran lilitan saya hitung dulu, agar didapat jumlah gulungan lilitan sekunder dan primer. Tapi kalau dari trafo kosongan, saya belum coba.

      Delete
  4. kang bleh numpang tanya? sya mau gulung ulang bekas trafo stavol mau sya bikin 15a,, kawat untuk 15a primer sekundernya makek berapa mm ya,,?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf baru balas. Harus pakai rumus, silahkan cari di internet. Biasanya sih primer 0,2mm dan sekunder 1mm. Itu menurut saya mas he..he..

      Delete
  5. Mau tnya om bahar.. saya punya teafo 5a sprti gambar di atas.. klo buat power yg butuhh arus 32 ct 32 dan tine control 15-18 ct 15-18..
    Apa ct bisa di pakai dua kabel ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Caranya gimana mas / bisa pakek extra 0 sama 12 di jadikan 12+ ct 12-

      Delete
    2. Ya betul seperti itu mas. Pakai extra 0 sama 12v dijadikan +12v ct -12v.

      Delete
  6. Pak saya punya travo 10 ampere mau saya gulung ulang pada tegangan exra 18 15 12 ct 12 15 18 untuk simulasi gulungan dimulai dari tegangan yang paling besar 18 seletah itu ujung dari akhir gulungan kita keluarin untuk di cabang dan setelah itu masuk pada gulungan tegangan berikut nya dan seterus nya ,,seperti itu kah simulasi nya ,, mohon arahan nya ???

    ReplyDelete
  7. Mas, saya punya masalah dengan trafo amplifier simbadut. gulungan primernya hangus, sudah saya bongkar dan gulungan primernya saya lepas (kebetulan primer sekundernya punya koker terpisah) dan saya hitung, terhitung gulungan primer 960, tapi hitungan menggunakan rumus hasil browsing seharusnya 1100.
    Apakah karena itu penyebab hangusnya?
    Dan
    Untuk isolasi luarnya apakah bisa menggunakan selotip pipa air?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau menurut saya, jumlah gulungan primer asli 960 dan hasil hitungan rumus 1100, itu masih toleransi mas, gak masalah. Untuk isolasi cukup pakai isolasi plastik bening atau pakai selotip pipa air juga gak apa-apa.

      Delete
  8. Trima kasih mas, atas jawabannya.
    Untuk masalah seperti itu kira2 apa penyebabnya ya?
    Kerusakannya juga pada dioda untuk arus ke subwoofer. Diodanya jebol. Apa karena dioda gak sanggup ngalirin arus besar ketika bass nya dibesarin? Terus berlanjut ke hangusnya trafo akibat short sirkuit di komponen diodanya.
    Sekali lagi maksih mas atas responnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi diode gak kuat, panas akhirnya jebol. Coba ganti dengan diode 2A atau 3A. Karena diode short, akhirnya trafonya jebol.

      Delete
  9. Jika diodanya diparalelkan saja, contohnya dioda yg biasanya dipasang empat. Saya pasang 8, dengan perjalurnya saya pasang 2, misalkan dioda 2A, dipasang paralel, akan jadi 4A.
    Apa bisa seperti itu mas?
    Trima kasih atas jwabannya mas.

    ReplyDelete
  10. Karena saya rasa agak sulit jika harus mencopotnya lagi, karena pcbnya udah pada terkelupas jalurnya (maklum kerjaan amatiran) awalnya juga saya copot gak pake alat hisap timah solderan. Dan udah beberapa kali diperbaiki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi lebih baik pakai diode dengan amper lebih besar, daripada mendobel diode. Tapi jika memang kesulitan gak masalah mendobel diode. Karena saya pernah mencoba, kekuatan 1 diode 5A lebih kuat dari pada 2 diode 2A diparalel.

      Delete
  11. Okelah kalo gitu mas, makasih atas infonya.

    ReplyDelete
  12. Mas saya punya trafo 10a primernya 0-105v ac s/d 110v ac secondernya 0-100v ac itu trafo mau saya bongkar mau saya jadikan trafo biasa buat amplie yg mau saya tanyakan untuk primernya berapa lilitan per volt nya biar jadi 220v ac dan untuk primernya ukuran berapa milimiter, terus secondernya mau saya buat dari 35v ct s/d 60v ct murni berapa lilitan per volt nya, untuk kawat secondernya ukuran berapa milimiter kalo bikin trafo murni, klo di gambarkan 5a yg mas buat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk rumus saya belum tahu, silahkan cari di google. Selama ini saya pakai bongkar trafo langsung gulung ulang. Kalau dari nol atau trafo kosongan apalagi bekas trafo step down/up belum coba. Jadi jumlah lilitan diatas adalah berdasarkan pengamatan langsung. Untuk trafo 10A belum pernah bongkar mas. Jadi belum tahu jumlah gulungan dan diameter kawatnya.

      Delete
  13. Saya udah cari di google untuk primer rumus nya beda2 ada yang 220Vx10 lilitan ada yg 220Vx3,4 lilitan, secondernya juga sama rumusnya beda2 itupun yg di rumus 5A bukan 10A

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya gak apa-apa mas, caranya orang kan beda-beda. Jalan terbaik adalah mencobanya he..he.. Gak usah pusing mikir rumus. Coba saja dengan hitungan diatas, ditambah sedikit. Untuk primer 0->110v 500lilit. Kemudian 110v->220v 500lilit. Kemudian untuk output tambah sedikit juga, dikira-kira saja. Kalau gak dicoba gak bakalan tahu he..he.. Gak usah lihat rumus.

      Delete
  14. Betul kalau baca rumus otak mumet
    Jadi kalau saya amati untuk secondernya 4,3 lilitan per vol atau di paskan 5 lilitan per vol
    Dan untuk primer 460x2=920 berarti 4,1 lilitan per vol atau di paskan 5 lilitan per vol kali 220v jadi 1100 lilitan

    ReplyDelete
  15. klau ngetes lilitan pkai avodigital harus skla brp mas?
    sehingga tahu brp lilit utk 1 v

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he.. Avo digital Ya gak bisa mas untuk cek lilitan per voltnya. Hanya bisa pakai rumus. Kalau avo digital hanya untuk mengetahui tegangan outputnya saja, gak bisa untuk mengetahui berapa lilit per voltnya.

      Delete
  16. mas travo 5a murn punyaku merk er* dicolokin tnpa bban panas banget tu knapa? dn solusinya gmna?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanpa beban itu maksudnya hanya trafo saja atau sudah ada diode dan elconya mas? Jika nyala hanya trafo saja sudah sangat panas, maka itu short lilitan primer, harus gulung ulang lilitan primernya. Kalau sudah ada diode dan elco tanpa beban, problem bisa disebabkan diode atau kiprok short, atau bisa juga elco supply short.

      Delete
  17. hanya trafo mas, waduh brarti hrus bongkar total mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mau gimana lagi, yang short lilitan primernya. Mau gak mau harus bongkar gulungan. Saya pernah problem seperti itu, gulung ulang lilitan primernya, trafo normal kembali. Harap dicatat dulu jumlah gulungannya saat membongkar gulungan primer.

      Delete
  18. kawatnya ukuran berapa mas primer dan sekunder? untuk trafo jumbo hitungannya gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kurang paham untuk hitungan rumusnya, anda bisa cari di google. Saya selama ini menggunakan hitungan gulungan kawat aslinya dan diameter kawat aslinya. Jadi kawat primernya dibongkar, tapi sama dihitung jumlah gulungannya berapa? Nanti beli diameter kawatnya tinggal bawa contoh kawat aslinya.

      Delete
    2. oya mas sik kyak lem ditrafo tu apa mas nmanya?

      Delete
    3. Saya belum tahu, selama ini saya gak pakai itu, pokoknya gulung selesai sudah.

      Delete
  19. om kalo travo 5 ampere dicolok ke stop kontak mcb langsung turun.
    kerusakan terdapat pada bagian mana ya ?

    tks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya karena lilitan primer trafo short mas. Jadi konslet. Tapi bisa juga terjadi short di sekunder, karena diode atau elco short.

      Delete
  20. Gan apakah jumlah lilitan itu sama meskipun travo amper kecil and amper besar thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak sama mas. Hitungan diatas khusus buat trafo 5A kecil biasa.

      Delete
  21. Mas saya mau tanyak. Kemarin saya baru gulubg terapo tapi amper nya kecil bagai mna mas menaik kan amper nya kemarin saya lilitan sekunder nya menggunakan kawat 0,25 mm mas. Mohon mas saran nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya ada satu cara, yaitu dengan memperbesar diameter kawat sekundernya. Tapi biasanya kern besinya gak cukup mas. Maka lilit saja mas pakai kawat tembaga yang bisa muat masuk ke kern besinya. Berarti itu sudah amper maksimal.

      Delete
  22. Malam mas bahar...nanya dikit aja, karna da bingung ni...coba tpi belum berhasil...sya mau buat suplay 12 ct dari tegangan ekstra travo...yg tertera cuman 0 6 9 12, gmana carax...??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf baru balas. Cara paling mudah adalah menggunakan 1 elco 2200uf/25v dan 1 dioda 1A. Cara merangkai secara sederhana adalah :

      1. Konek kutub negatif elco ke pin 0v trafo. Ini nantinya juga sebagai kutub negatif supply output.

      2. Konek kutub positif elco ke kaki diode yang ada gelangnya, kemudian kaki diode satunya konek ke pin 12v trafo.

      3. Hubungan kaki positif elco dan diode yang ada gelangnya itu sebagai kutup positif supply output.

      Memang kalau hanya lewat diomong agak susah jelasinnya mas he..he.. Mudah-mudahan dapat di pahami.

      Delete
  23. Mas mau tanyak gman ya biar pas nggulung travo dengan kawat sesuai kebutuhan,misalnya bikin travo 5a,primer brpa ons,skunder brpa ons gtu.hee....oz mas sya ada ni travo 10a bisa primernya hangus,saya gulung ulang enaknya pakai berpa ons ya mas,soalnya saya kalau nggulung pasti kelebhan,maksudnya eman gtu lho mas,ada bnyak e ini lebihanya sisa gulung2 travo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk cara menentukan berapa ons kawat tembaga yang dibutuhkan, saya belum tahu caranya mas. Tapi menurut perkiraan saya, mungkin sudah cukup jika pakai kawat tembaga 1 ons, untuk 1 trafo. Baik primer dan sekundernya.

      Delete
  24. Om bahar tangklet nggeh.

    Sya punya travo 5@ kcil yg volt 15-18-25- 32.

    Yg sya tanykan bisakah 5@ tdi di jadiin 10@ trus volt jadi 45 saja.

    Sak derenge matursuwon om

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau trafo 5A diubah jadi trafo 10A gak bisa mas. Beda lebar kern besinya, jika dipaksakan tidak muat gulungannya. Tapi kalau nambah volt masih bisa, yaitu dengan cara menambah jumlah gulungan lilitan sekundernya. Untuk jadi out 45vct.

      Delete
  25. Ok .

    Kira2 nambah berapa gulungan om? Untuk dapatkan 45 volt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau untuk itu anda bisa coba sendiri mas. Karena saya tidak ada rumus pastinya. Coba anda tambahkan 10 gulugan dulu, dan coba cek tegangannya.

      Untuk koneksi nanti ada dua gulungan yang harus ditambah. Yaitu pada akhir pin 32v trafo dan pin akhir 32v satunya.

      Anda tambahkan dulu 10 gulungan pada pin 32v sebelah kiri. Gulung sebanyak 10 gulungan dan keluarkan out tembaganya.

      Kemudian lanjut tambahkan gulungan pada pin 32v satunya, gulung sebanyak 10gulungan. Dan out tembaganya keluarkan.

      Nah dari dua pin out tembaga yang baru tadi, adalah sebagai out baru. Yang jelas besar tegangan output diatas 32v. Anda cek dulu menggunakan avometer.

      Delete
  26. Berarti tambah gulunganya di atas semua ya om.

    Soalx gambare sampean volt 32. Di no 9 ( urutn paling bawah )
    Dan vlolt 32 di no 1 ( di urutan paling atas).

    Berrti klo ingin nambah gulungan di gulung posisi atas semua gitu ya om?

    Sakderege matorsuwon 😁😁😁😁😁😁😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dua-duanya mas. Jadi nambah gulungannya di volt 32 bawah dan volt 32 atas. Bukan salah satu, tapi kedua out 32v ditambah gulungannya.

      Tapi ingat lihat arah gulungannya ya. Jangan sampai terbalik. Ikuti saja arah gulungannya.

      Delete
  27. Ok siap mator suwon om;!!!!!!!!!

    ReplyDelete
  28. mas mau tanya ,travo 5 a saya kebakar dan lapisan isolator kawat email nya juga ikut terkelupas ,,gimana cara melapisi kawat email nya lagi, apa harus beli kawat email baru???


    Trimakasih mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau lapisan emailnya sudah rusak, maka harus diganti kawat tembaganya. Gak bisa dilapisi ulang, akan tetap konslet hasilnya.

      Jadi harus digulung ulang pakai kawat tembaga baru.

      Delete
  29. Minta masukan dong kang.trafonya kan sama kaya punya saya ya. Yg mau di tanyakan : Kang bahar ngabisin brp kilogram untuk gulung ulang trafonya kang? Secara kalo beli kawatnya yg di jual per ons atau perkilo,takut mubazir nih kalo beli kebanyakan. Terimakasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk pembelian minimal kawat tembaga adalah 1ons. Yang diperlukan sebenarnya gak sampai 1 ons. Tapi ya tetap kita harus beli kawatnya minimal 1 ons, kalau bawahnya biasanya gak boleh.

      Ada 2 ukuran kawat tembaga yang harus dibeli.

      1. Kawat primer ukuran 0,15mm atau 0,2mm sebanyak 1 ons.

      2. Kawat sekunder ukuran 0,6mm sebanyak 1 ons.

      Delete
  30. mas kalo lilitan primer putus kita sambung lalu dibungkus rapi berfungsi sperti semula gak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berfungsi seperti semula mas. Asal sambungannya kuat dan benar-benar konek. Bungkus dengan benar supaya tidak konslet antar lilitan.

      Delete
  31. Om bahar tgklet maleh,

    Seumpama trafo 10 amper kecil ( volt 12-15-18-25-32-42). Extra 6-9-12 volt.

    Di jadikn 10@ murni ct 35 , dan buang tegangan extra kira2 bisa gak ya om

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut saya gak bisa mas. Karena kern besi trafo 10A kecil gak muat gulungannya jika pakai kawat yang agak besar. Itu sudah desainnya mas.

      Delete
  32. mas bahar law kawat primer nya di ganti menjadi 0,3 apa jumlah lilitannya sama 1100 untuk teg 110v

    ReplyDelete
  33. Kalow kawat tembaga nya ngelupas apa gk masalah..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bermasalah mas, bisa konslet dan terbakar. Pastikan sebelum digulung ulang, tembaganya jangan ada yang terkelupas.

      Atau kalau memang terlanjur tembaganya terkelupas, maka lebih baik ganti dengan kawat tembaga baru, agar aman dan normal.

      Delete
  34. mau tannya mas kalo gulung ulang trafo 5 amper kecil butuh berapa ons kawat tambagannya? untuk primer dan sekundernya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perkiraan saya sih kurang lebih untuk primer 1 ons dan sekunder 1 ons sudah cukup mas.

      Delete
  35. mas ikut nanya apakah power suara serak brek2 bisa berasal dr trafo/kurang normal yang g mampu menyuplay tegangan yg di butuhkan PA?
    Karna PA saya sebelumnya normal2 saja n tiba2 sura serak brek2
    udah ganti drive PA baru n tone control baru juga masih brek2
    posisi trafo 10A kecil dan agak panas klu di pakai
    PA 400 stereo.
    maturnuwun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tr finalnya paka apa mas? Jengkolan, tip atau sanken? Sudah dicek belum tr finalnya?

      Kalau cuma ganti driver power saja, tapi tr finalnya tetap, ya sama saja.

      Pakai tegangan berapa volt dari trafo? Sudah coba diganti belum elco supplynya?

      Delete
  36. Mlm kang, mau tanya nih....aku mau buat travo 10A, temen yg buat dia tukang gulung travo di pabrik.cuma, ada bekas travo tertulis 1000VA,kata temen kok gak bisa buat ct 45v...? katanya gak muat.kawat 1.3,cuma bisa ct32v, tak paksa suruh buat 35v ct....!!!! apa bener itu kang....???? klau lah jadi 10A 32,35 v ct..sanggup ngangkat speaker berapa itu ya kang....????

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya betul. Semakin besar out tegangan sekunder, maka semakin banyak pula jumlah lilitan tembaganya. Kalau sudah mentok, ya gak bisa mas.

      Dapat tegangan 32,35v itu sudah bagus dan cukup mas buat power amplifier. Kalau trafo 10A bisa angkat speaker 6 speaker sampai 10 speaker.

      Speaker 4x 12" dan 2x 15". Atau 6x12" dan 4x15".

      Delete
  37. Mas mau tanya bisa kah travo stavol di ubh jadi travo ct

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut saya bisa mas. Cuma saya belum mencobanya. Harus bongkar total mas gulungannya. Nah rumus gulungannya ini yang saya belum punya mas he..he..

      Delete
  38. Pak guru mohon bimbingannya, saya punya trafo ct ex spiker aktif, output tengangan setelah di searahkan dengan dua dioda dan elko tengangan out terukur 42volt,
    Pak guru, bagaimana cara menurunkan teg 42 volt tersebut agar menjadi 35 - 37 volt saja, soalnya saya ingin pasang rangkaian lm317 adjustable, mengingat data sheet lm 317 hanya max 37volt, mohon pencerahannya pak guru

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya bukan pak guru mas he..he.. Tidak ada cara lain mas selain mengurangi gulungan lilitannya.

      Coba saja mas, jika tegangan primernya ada 240v nya, Anda bisa pakai tegangan primer 240v. Dengan harapan nanti tegangan sekundernya dapat turun. Kalau gak ada ya susah mas he..he.

      Delete
  39. Nah artikel ini yg sdh lm sy cari". Ketemu lg mas bahar, gmn kbarnya mas,,smoga baik" sj. Oia mas sy ingin belajar mnggulung trafo, mengingat harga trafo skrg udh selangit. Nah disini sy punya trafo 10a tanpa merk yg sdh rusak dg Luas keren=3,7cm dn Pnjang=4,7cm. Dari T 10a abal" sy ingin rubah ke 3A murni. Yg ingin sy tanyakn ke mas bahar adlh.
    1.Rumus lilitan Primer.
    2.Rumus lilitan Sekunder.
    3.Diameter kawat Primernya berapa mili (kusus T 3a murni)
    4.Diameter kawat skundernya berapa mili (kusus T 3a murni)
    Nah itulh yg ingin sy tanyain k mas, dan untuk out rencananya sy buat tegangan 12v-0-12v dan 60v-0-60v, input nya 220 sja. Soal Trafo sy benar masih nol alias blom pernah mnggulung sndiri jadi Mohon bantuannya mas. Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya sama mas dengan saya he..he.. Saya juga nol kalau ditanya masalah rumus trafo. Makanya posting diatas tidak ada rumusnya, cuma hasil bongkar trafo rusak, kemudian hitung ulang dan gulung lagi he..he..

      Jadi untuk rumus trafo saya masih nol mas. Silahkan Anda cari saja di google, orang yang lebih pengalaman tentang hal ini.

      Delete
  40. Hehee..ternyata sama" gg tau, ok lah mas sy kan cari di google, dn kbetulan ini td dpt info mngenai rumusnya cuma besar kecilnya kawat tdk semuanya tdk di sebutin, jd cuma rumus lilitannya doang yg di sebutin, skrg kalo menurut mas bahar sndiri kira" besar kecilnya kawat bs mmpengaruhi jmplah lilitan gg mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau besar kecilnya diameter kawat, harusnya juga ada rumusnya mas. Jadi gak mungkin diketahui jumlah lilitannya, tapi diameter kawat tidak diketahui he..he..

      Kalau menurut saya yang gak tahu rumus, maka besar kecil kawat akan mempengaruhi besar kecilnya Amper trafo tersebut. Kalau jumlah lilitan menurut saya akan tetap, meskipun pakai diameter kawat lain.

      Masalahnya jika pakai diameter kawat yang agak besar, cukup gak tempat kern trafonya?

      Delete
  41. mas kalo ngecek out travo stelah selesai di gulung gemana mas?
    apa harus pasang kern.y dulu baru di ukur output.y??

    ReplyDelete
    Replies
    1. misal.y out travo aq buat ct 20, 25, 35, 45, 55

      Delete
    2. Ya harus dipasang dulu kern nya, tapi gak usah dibaut. Agar nanti bisa dibongkar lagi.

      Delete
  42. Om tangklet nggeh, menurut sampean pilih mana antara trafo dengan smpa

    ReplyDelete
  43. Replies
    1. Tergantung kebutuhannya mas? Kalau untuk power dan aksesorisnya, bagus pakai trafo.

      Delete
  44. Rencana untuk power rumahan om , mengingat harga trafo dan elco sangt mahal hehehe

    ReplyDelete
  45. Om bahar, seumpami kawat skunder di ganti yg lebih besar kira" bermasalah ga ya om (travo 5@ kecil)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak masalah mas, kawat tembaga sekunder diganti lebih besar. Efeknya arus Amper output akan jadi lebih besar.

      Tapi yang menjadi masalah adalah ketika kita menggulung ulang kawat sekunder dengan yang lebih besar, bisakah kita menggulung sesuai jumlah lilitan dengan kawat lama?

      Karena jika kawat sekunder diganti lebih besar, maka ruang kern trafo akan menjadi lebih sempit, akibatnya nanti pada saat pemasangan kembali kern besi E dan I akan kesulitan masuknya.

      Bukan berarti tidak bisa loh ya? Bisa, asal Anda bisa menggulung ulang dengan rapi dan usahakan lebih rapat, agar ruang kern koker trafo bisa pas, tidak terlalu menonjol.

      Besarkan kawat hanya satu tingkat saja. Misal awalnya pakai kawat 0,5mm, maka bisa di up pakai kawat 0,6mm. Ini sudah bagus dan Amper sudah naik.

      Usahakan jumlah lilitan sekunder sama dengan lilitan kawat lama, agar hasil tegangan output sekunder tidak berbeda jauh.

      Delete
  46. Siap .

    Oh ya jika penggulungan sekunder dengan cara ct dulu di lnjutkan dengan menggulung 2 kawat sekaligus , dengan tujuan agar jumlh lilitan kanan kiri sama , kira" bisa gak om?

    ReplyDelete
  47. Mas numpang tanya pembungkus pinishing travo toroid jenis plastik press model apa ya ? Kalau beli nama plastiknya apa, trm kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya mika isolasi trafo toroid/donat. Belinya di toko yang biasa jual tembaga dinamo.

      Kalau gak ada, bisa online mas. Atau kalau gak mau ribet, bisa pakai kain, dipotong lebar 2cm, panjang secukupnya. kain tadi dibelitkan seperti tali, pada trafo toroid, sampai menutup semua.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Merakit Mixer Audio Sound System

Ada yang bertanya lewat komentar blog, bagaimana cara penyambungan mixer sound system? Dalam hal ini cara merakit atau merangkai dan penyambungan koneksi kabel di dalam mixer audio, sehingga dapat dipakai sebagai pencampur dan pengatur sinyal audio untuk keperluan sound system. Sebagai jawaban rekan kita yang ingin membuat atau merangkai mixer sendiri, saya buatkan posting cara merakit mixer audio sound system yang paling mudah dan sederhana. Mari kita simak lebih lanjut.

Cara Mengetahui Daya Watt Amplifier

Untuk mengetahui daya watt suatu amplifier adalah hal sangat penting. Karena untuk menghasilkan output audio yang sempurna dan agar suara yang dihasilkan tidak pecah. Kita harus mengetahui daya watt amplifier tersebut sebelum diumpan ke speaker.

Urutan Instalasi Audio Sound System

Setelah membaca cara merakit mixer sound system pada posting sebelumnya, kali ini bagaimana urutan instalasi audio sound system. Sebuah perangkat sound system pasti ada beberapa perangkat yang mempunyai fungsi masing-masing. Diantaranya adalah Mixer, Equalizer, Crossover, Power Amp. Perangkat diatas adalah perangkat yang umumnya dipakai oleh sebuah rental sound system. Dan ada beberapa perangkat tambahan lainnya yang berfungsi untuk lebih bisa mengontrol sinyal audio yang masuk. Sistem instalasi sound system pada umumnya dibagi menjadi dua yaitu 2 way dan 3 way.