Saturday, December 15, 2018

Fungsi Potensio dan Macam Kit Mixer Rakitan

Alhamdulilah ada waktu untuk membuat postingan lagi. Next posting berikut ini adalah Mengetahui fungsi potensio pada kit mixer rakitan yang ada dipasaran. Banyak sekali macam-macam kit mixer yang ada dipasaran, dengan desain rangkaian yang berbeda dan jumlah potensio yang berbeda pula. Banyaknya varian dan jenis mixer ini akan memudahkan kita untuk membuat mixer sendiri sesuai kebutuhan di lapangan. Tapi dengan banyaknya macam kit mixer di pasaran malah membuat kita bingung dengan fungsi pada tiap-tiap potensio pada kit mixer tersebut. Banyak rekan-rekan yang belum paham mengenai fungsi dari setiap potensio kit mixer per channel ini. Sehingga kesulitan untuk menentukan kit mixer mana yang akan dipakai? Supaya Anda tahu fungsi dari tiap-tiap potensio kit mixer yang ada dipasaran, simak lebih lanjut ya.

Kali ini saya tidak membahas masalah macam rangkaian pada kit mixer, tapi pada jumlah dan fungsi potensio pada setiap kit mixer yang ada dipasaran. Tentunya akan ada banyak sekali macam kit mixer yang ada dipasaran. Tapi akan saya ambil contoh 4 kit mixer saja, yang banyak dipakai orang dalam membuat mixer rakitan. Meskipun nanti akan ada sedikit perbedaan pada desain rangkaiannya, tapi kebanyakan fungsi dari tiap-tiap potensio sama. Berikut 4 macam kit mixer dengan fungsi potensionya.

1. Kit mixer 6 potensio
Kit mixer ini sangat mudah digunakan, karena hanya menggunakan 6 potensio pengaturan. Kit mixer atau penguat mic ini yang paling sedikit jumlah potensionya. Tapi jangan remehkan mixer ini. Meskipun potensionya sedikit, tapi hasil kualitas suaranya lumayan bagus he..he.. Dua kekurangan dari mixer ini adalah tidak adanya pengaturan potensio Gain dan Monitor. Tapi buat Anda yang tidak membutuhkan 2 fitur tersebut, menurut saya tidak masalah dipakai untuk keperluan dirumah dan acara di luar ruangan. Berikut gambar kit mixer 6 potensio dan fungsi tiap potensionya.


Bisa kita lihat gambar diatas. Terdapat pengaturan Volume, Balance, Effect, Bass, Middle, Treble dan sebuah socket input yang bisa dipakai sebagai line in dan mic. Jadi input pada mixer ini bisa dipakai untuk line in dan mic sekaligus secara bergantian, jadi lebih mudah dan praktis. Untuk hasil suara lumayan bagus dengan bass dan treble yang menonjol. Untuk potensio volume disini bukan Gain. Jadi hanya potensio volume biasa. Tidak ada penguatan gain input pada mixer ini. Hanya pengaturan volume saja. Tapi jangan kuatir, meskipun tidak ada pot Gain, suara dari mixer ini lumayan lantang dengan input yang lemah sekalipun. Buktinya bisa dipakai untuk mic.

2. Kit mixer 7 potensio
Kit mixer 7 pot ini pengaturannya sama saja dengan kit mixer diatas. Cuma ada penambahan pengaturan potensio Monitor, untuk monitoring suara tiap channel. Kekurangan dari kit mixer ini adalah tidak ada pengaturan Gainnya. Sehingga tidak ada penguatan gain pada input mixer ini. Meskipun begitu hasil suara sudah cukup lantang tanpa adanya pot gain. Berikut gambar kit mixer 7 potensio dan fungsi tiap potensionya.


Terdapat 7 pengaturan potensio yaitu Volume, Treble. Middle, Bass, Effect, Monitor, Panpot. Mungkin ada yang bertanya potensio Panpot itu apa mas? Panpot itu sama dengan Balance. Dan juga mungkin ada perbedaan tulisan potensio High dan Low. Ini sama saja dengan potensio Treble dan Bass.

3. Kit mixer 8 potensio
Pada kit mixer 8 pot ini sudah ada pengaturan Gainnya, tidak seperti pada kit mixer 6 pot dan 7 pot yang tidak dilengkapi dengan pot Gain. Sehingga pada mixer 8 potensio ini kita sudah bisa mengatur tingkat kepekaan atau gain pada inputnya. Tentu saja mixer dengan pot Gain akan lebih baik, karena sumber suara dapat kita setel tingkat gainnya, sehingga suara yang dihasilkan akan terdengar lebih bertenaga. Meskipun begitu kita tidak boleh terlalu over membuka pot gain, karena dapat menyebabkan suara menjadi over dan cacat. Setel gain secukupnya sampai dihasilkan suara yang bulat dan bertenaga. Berikut gambar kit mixer 8 pot dan fungsi tiap potensionya.


Terdapat 8 potensio pengaturan yaitu Gain, Treble, Middle, Bass, Monitor, Effect, Panpot, Volume. Kit mixer 8 pot ini yang paling banyak digunakan, karena sudah dilengkapi potensio Gain. Tentu saja akan ada banyak macam rangkaian kit mixer 8 pot ini. Tapi fungsi dari setiap potensionya sama, hanya beda rangkaian op ampnya saja.

4. Kit mixer 9 potensio
Yang terakhir adalah kit mixer 9 potensio. Pada kit mixer ini sebenarnya pengaturan potensionya sama dengan kit mixer 8 pot. Sudah ada pot Gainnya ditambah pot Monitor 2. Jadi pada kit mixer 9 pot ini pot Monitornya ada 2 yaitu Monitor 1 dan Monitor 2. Apa fungsi dari pot Monitor 2 ini? Untuk memungkinkan kita memonitor setiap channel dalam versi stereo. Apakah channel bunyi di channel L atau R. Sehingga out monitor akan ada 2 yaitu monitor L dan R sama dengan output utama mixer. Berikut gambar kit mixer 9 potensio dan fungsi tiap potensionya.


Silahkan lihat gambar diatas. Pada kit mixer 9 pot ini dilengkapi dengan 2 socket input yaitu socket untuk line in dan socket untuk mic. Dengan adanya 2 socket input ini kita tidak boleh menggunakan kedua input ini secara bersamaan. Jadi harus digunakan salah satu saja. Kalau digunakan secara bersama, akan terjadi gangguan suara pada input. Biasanya suara akan jadi ngedrop dan lemah. Kemudian juga sudah dilengkapi dengan switch Mute per channel, sehingga memudahkan kita untuk mematikan dan menghidupkan suara secara langsung, tanpa merubah settingan volume per channel.

Itulah 4 macam kit mixer yang ada di pasaran dan fungsi pada setiap potensionya. Mudah-mudahan dapat membantu Anda untuk memilih kit mixer yang dibutuhkan, dengan mengetahui dari fungsi pada setiap potensionya. Terima kasih atas ide pertanyaan dari rekan-rekan, baik lewat koment blog dan g+. Sehingga  terciptalah postingan ini dan semoga bermanfaat untuk rekan yang lainnya.

6 comments:

  1. mas kalau mixer sama pre amp parametix perbedaany apa ya...pa parametix itu bisa dijadikan byk chanel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya sama saja sih kalau dari segi sistemnya, sama-sama mengatur nada suara. Karena mixer sendiri juga ada yang versi parametrik.

      Tapi kalau parametrik yang ada dipasaran, maka itu digunakan sebagai tambahan aksesoris biasa, seperti equalizer. Tapi kalau mixer itu memang di desain untuk digunakan banyak channel.

      Dan mixer sendiri ada 3 macam, yaitu mixer biasa, mixer semi parametrik dan mixer full parametrik.

      Mixer yang ada dan banyak dijual dipasaran itu jenis mixer biasa dengan sistem TC biasa, bukan sistem parametrik.

      Delete
  2. pernah denger parametix macintos c40 mas..itu saya lihat py temen pake itu suaray enak banget kl g salah ada 7 poyensio n ic y jg 7 kayky bkan seri jrc 4558..kl mixer kyky cm 4 ic y gitu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau semua parametrik itu pasti 8 potensio mas. Kalau jumlah ic itu ada dua macam, pakai 10 ic 741 atau 5 ic 4558. Ada juga yang pakai ic TL 072.

      Kalau mixer ada yang pakai 2, 3, 4 ic. Banyak macamnya.

      Delete
  3. kl dari pengaturan suara lebih bagus mana mas parametrix sama mixer...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya plus minus mas, tergantung selera juga. Karena parametrik dengan mixer itu beda sistem pengaturan nadanya. Kalau parametrik sistemnya itu seperti crossover, jadi ada low, mid, high secara terpisah yang dijadikan satu output. Kalau mixer itu sistemnya seperti tone control biasa, filter kapasitor dan resistor.

      Kalau dari segi suara, bagusan parametrik, makanya sering digunakan sebagai aksesoris tambahan. Kalau mixer itu sebagai pengaturan awal suara.

      Delete