Sunday, November 11, 2018

Cara BTL Power Safari 400W

Lanjut artikel berikutnya adalah cara btl power safari 400w. Ada dua cara btl power yaitu btl pakai resistor dan btl pakai rangkaian kit btl. Kedua cara diatas bisa digunakan. Karena banyak sekali pertanyaan yang masuk mengenai hal ini, maka perlu untuk diposting artikelnya. Bagaimana cara btl power 400w ini? Simak lebih lanjut.

Ada banyak cara orang untuk meningkatkan kemampuan daya power amplifiernya, mulai dari menambah tr final, menaikkan tegangan supply, menambah kapasitas elco, sampai menambah daya amper trafonya. Ternyata masih ada satu cara lagi untuk meningkatkan kemampuan power amplifier yaitu dengan cara BTL. Cara btl adalah menggabungkan dua power untuk bisa bekerja bersama dengan kedua outputnya. Pada output speaker power btl sudah tidak menggunakan ground lagi, melainkan menggunakan kedua output speaker dari kedua power tersebut. Dengan cara btl ini diyakini dapat menaikkan kemampuan power sekitar hampir 2x lipat dari power biasa. Tentu saja harus didukung dengan kemampuan trafo dan banyaknya tr final yang digunakan.

Cara pertama adalah btl menggunakan resistor. Yang dimaksud btl menggunakan Resistor adalah dengan menjumper sebuah resistor pada bagian inverting input kedua power. Nilai resistor btl harus sesuai dengan resistor pada jalur speaker menuju inverting input. Nilai resistor btl bisa berbeda pada setiap power. Jadi harus dilihat dulu nilai R btl nya berapa? Jika sudah ketemu, maka bisa dilakukan penjumperan pada kedua powernya. Resistor yang dibutuhkan hanya satu buah saja. Disini yang perlu diperhatikan adalah mengetahui mana output positif dan negatifnya? Pada power btl menggunakan R btl, maka salah satu input power harus dikonek ke ground atau di groundkan dan input power satunya dijadikan input utama. Nah pada power yang inputnya digroundkan inilah nantinya outputnya akan jadi output negatif (-). Dan output power satunya jadi output positif (+). Berikut gambar koneksi cara btl power safari 400w pakai R btl.


Karena tidak ada contoh pcb stereonya, maka saya menggunakan contoh pakai dua power mono yang saya btl menggunakan R btl. Gambar diatas bisa kita lihat bahwa nilai R btl pada power ini adalah 39K, sesuai dengan yang tertulis pada pcb. Kadang juga ada yang pakai R 47K bahkan 68K. Tapi standart asli Resistor ini menurut pcb power safari 400w jaman dulu adalah 39K. Jadi kita gunakan R btl pakai R 39K. Pada bagian power sebelah kiri akan kita jadikan sebagai output positif (+), maka input tidak digroundkan dan jalur koneksi R btl konek ke jalur output speaker. Kemudian R btl ini akan konek ke bagian power sebelah kanan pada bagian inverting input pada kaki basis tr input. Pada power sebelah kanan, input harus digroundkan agar output powernya jadi negatif (-). Jadi out speaker power sebelah kiri jadi out positif (+) dan out speaker power sebelah kanan jadi out negatif (-). Untuk koneksi speaker sudah tidak lagi menggunakan  ground, tapi menggunakan kedua output power yang sudah ditandai positif dan negatifnya tadi. Jadi jangan asal sambung ya, meskipun di btl, output power tetap ada postif dan negatifnya seperti power biasa.

Cara kedua yaitu menggunakan rangkaian kit btl. Kali ini saya menggunakan contoh kit btl ic 4558 yang mudah digunakan. Cuma sayangnya kit btl ini butuh supply tegangan sendiri, maka diperlukan tegangan agar rangkaian ini bisa aktif. Untuk supply tegangan kit btl bisa di ikutkan jalur supply tegangan power, agar lebih praktis atau bisa menggunakan supply sendiri pakai tegangan extra trafo atau trafo sendiri. Berikut gambar koneksi cara btl power safari 400w pakai kit btl.


Pada gambar diatas bisa Anda lihat jalur koneksinya. Output kit btl masuk input kedua power tersebut. Disini yang menjadi masalah adalah mengetahui mana output positif dan negatifnya? Dalam hal ini kita harus mengetahui dulu jalur skema pada kit btlnya. Secara garis besar rangkaian kit btl ada dua penguat op amp yang akan dijadikan output positif dan negatif. Setiap penguat op amp mempunyai dua input yaitu Non inverting input dan inverting input. Hampir sama dengan cara diatas, bahwa penguat op amp mana inverting inputnya dipakai maka akan jadi out negatif (-). Dan op amp yang non invertingnya dipakai, maka akan jadi output positif (+). Tinggal kita lihat input power sebelah kiri dapat output apa dari kit btl. Jika dapat output negatif (-), maka power sebelah kiri akan jadi output negatif (-). Dan jika input power sebelah kanan dapat output yang positif (+), maka power sebelah kanan akan jadi output positif, seperti gambar diatas. Jadi jangan kebalik ya. Kebalik sih gak masalah, cuma nanti outputnya juga akan kebalik positif dan negatif. Ya begitulah sedikit pemahaman saya tentang kit btl.

Untuk kelebihan dan kekurangan dari kedua cara diatas tidak saya bahas disini, karena fokus pada cara koneksinya saja. Tapi secara singkat dapat saya simpulkan bahwa power btl yang menggunakan kit btl, kemungkinan hasil suaranya akan lebih keras dari pada tidak pakai kit btl. Karena mungkin adanya efek penguatan oleh ic op amp 4558 pada kit btl. Sehingga input seakan dikuatkan oleh oleh ic tersebut. Enaknya jika pakai kit btl, kita tidak perlu otak-atik power, karena tinggal pasang outputnya saja. Kekurangannya kit btl butuh supply tegangan dan butuh biaya untuk membelinya he..he.. Semoga bermanfaat.

7 comments:

  1. Kalo cara btl powe dtk pd1200wat gimana mbah mohon sulusinya

    Atau luncurin juga membtl power sanken 400w smc
    Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya caranya sama saja dengan diatas. Jika pakai R btl, maka Anda tahu dulu R btl-nya yang mana? Cara paling gampang adalah pakai kit btl mas. Jadi kita tinggal konek ke input L dan R power, tanpa merubah komponen di powernya.

      Untuk power DTK PD 1200, mending pakai kit btl saja mas. Lebih gampang.

      Untuk btl power 400w SMC, caranya sama dengan diatas. Atau lebih gampang pakai kit btl saja.

      Delete
  2. Mas mau tanya klau pakai kit btl itu di buatkan power suplay sendiri apa di ikutkan ke kit power mohon penjelasan nya klau di ikut kan ke kit power apa gak kebakar karna tengangan nya menggunakan 15 vol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk kit btl, itu sebenarnya sudah ada rangkaian penurun tegangannya. Jadi diikutkan supply power gak masalah.

      Tapi jika memang di kit btl ada tulisannya tegangan supply 15v, maka lebih baik pakai power supply sendiri.

      Tapi kebanyakan orang, supply kit btl diikutkan power. Asal tegangan power tidak terlalu tinggi. Misal teganga power pakai ct 32v, maka bisa langsung diikutkan power. Tapi jika power pakai tegangan diatas ct 50v, maka lebih baik kit btl pakai power supply sendiri.

      Delete
  3. Mass kalau tegan 42 sanken 4set aman kah
    Buat lapangan Travo 20a besar
    Mohon saran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba dulu pakai tegangan ct 32v dari trafo mas. Cek suara dan panas tr sankennya. Jika panas normal, maka tegangan bisa dinaikkan jadi ct 42v dari trafo.

      Delete