Skip to main content

Skema Lampu Peak Mixer per Channel

Berikut adalah skema lampu peak mixer per channel. Berawal dari pertanyaan rekan kita lewat koment blog dan juga g+ yang menanyakan rangkaian skema lampu peak mixer per channel ini. Untuk pembahasan tentang hal ini, akan saya bagi menjadi dua posting yaitu pertama tentang skema rangkaiannya dan yang kedua tentang koneksi pada rangkaian mixernya. Sebenarnya sih bisa dijadikan dalam satu posting, tapi saya berpikir lebih baik dipisah saja, supaya lebih jelas. Bagaimana bentuk skema rangkaian lampu peak mixer ini? Simak lebih lanjut.

Lampu peak adalah lampu indikator untuk mendeteksi over tidaknya sumber suara yang masuk pada rangkaian audio. Lampu peak indikator biasanya dipasang pada power amplifier dan juga dipasang pada mixer. Tujuannya agar diketahui posisi maksimal suara yang dihasilkan. Sehingga hasil output suara akan sempurna dan tidak ada cacat. Keberadaan lampu peak indikator ini sangat penting, karena fungsinya tersebut. Tapi pada power amplifier dan mixer rakitan jarang disertai atau dilengkapi dengan lampu peak indikator. Sehingga kadang hasil suara yang dihasilkan sudah cacat, tapi tidak terdeteksi. Dikira power atau mixernya yang gak enak, padahal penyetelan suaranya sendiri yang sudah over. Nah disinilah fungsi lampu peak indikator diperlukan, untuk mendeteksi over tidaknya suara yang dihasilkan. Sehingga jika lampu peak indikator ini sudah menyala, berarti kondisi atau posisi suara sudah diambang batas maksimal dan sudah mulai muncul cacat suara misal suara serak dan pecah. Maka yang harus kita lakukan jika lampu peak indikator ini sudah menyala adalah dengan menurunkan penguatan suara atau gain, sampai lampu peak indikator ini padam. Sehingga suara akan tetap terjaga di level normal dan bebas cacat.

Pada power amplifier atau mixer rakitan jarang terpasang indikator ini, karena fungsinya yang kadang jarang juga digunakan. Untuk melengkapi dan menambah fitur lampu peak indikator mixer ini, diperlukan sebuah rangkaian penguat untuk menyalakan lampu led indikatornya, sebelum dipasang pada rangkaian mixer. Rangkaian ini sangat sederhana sekali, karena tidak membutuhkan banyak komponen. Hanya menggunakan komponen utama yaitu dua buah transistor dan komponen pendukung lainnya. Sehingga dapat memudahkan Anda dalam membuatnya. Berikut skema rangkaian lampu peak indikator mixer per channel.


Daftar komponen :
R= 47K
R= 220K
R= 5K6
R= 2K2
R= 100 ohm
Milar= 47n
Elco= 1uf/50v
Diode= IN4148
TR= C828 x2
Led= lampu led merah

Anda bisa lihat skema rangkaian diatas, yaitu menggunakan sistem penguatan menggunakan transistor C828. Untuk transistor Anda dapat menggantinya dengan tipe yang lain, misal tr C945, C1815, C458, C536, dll. Semua resistor boleh menggunakan Resistor yang 1/4 watt atau 1/2 watt. Tegangan supply rangkaian adalah tegangan tunggal, boleh menggunakan tegangan mulai 12v sampai 15V. Semua komponen diatas banyak dipasaran dan Anda pun dapat dengan mudah merakitnya. Di posting ini tidak saya sertakan gambar layout pcbnya, karena Anda bisa membuatnya sendiri pakai PCB lubang-lubang atau kalau mau lebih bagus, Anda bisa memakai layout pcb. Untuk cara penyambungannya atau koneksi pada mixer, akan saya bahas di next posting berikutnya. Update untuk diagram koneksi pada mixer bisa Anda baca disini. Semoga bermanfaat.

Comments

  1. Mas itu in yg masuk ke R 47 k itu di ambilkn dr mna..apa dr output ampli mas.. trus itu pake setrum DC 15v mas ya.. ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena itu adalah rangkaian lampu peak mixer, maka input silahkan konek ke output masing-masing channel mixer. Karena fungsi aslinya untuk mendeteksi peak mixer per channel, bukan input power.

      Ya betul pakai tegangan DC tunggal 15V. Jika digabungkan dengan tegangan simetris, maka cukup konek +15v ke +15v mixer dan ground. Jangan konek ke negatif supply, tapi ke ground.

      Jadi supply yang dibutuhkan cuma +15v dan ground saja, bukan -15v mixer. Awas salah pasang.

      Delete
  2. Trus saya yg bingung ini mas.. saya mw membangun sound system untuk acra karnaval.. karna sy msh awam.. itu cara menentukan gensetnya harus berapa KVA itu gmn mas..apa d hitung dr output PA atw gmn mas biar ideal gtu nantinya mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hitung total Amper trafo powernya. Misal Anda pakai 3 power dengan masing-masing power pakai trafo 15A, maka total Amper trafo adalah 15A x3=45A.

      Untuk mengetahui berapa VA gensetnya, maka Amper trafo dikalikan 220v. Maka hasilnya adalah 45A x220v= 9900VA.

      Jadi genset yang dibutuhkan untuk sound system tersebut adalah 10000VA atau genset 10000watt.

      Delete
  3. Met malam mas bahar salam ketemu lagi..saya mau bertanya...? Saya punya power paten crest audio, kalo di hidupkan trus nyambung ke speaker tapi di speaker ada bunyi gron/nois dan mempengaruhi speaker yang lain yg di dorong oleh power lain..setelah saya matikan power crest audio saya, speaker yg lain yang di dorong dgn power lain tidak ada nois/gron. di power crest audio ada lampu indikato 4 kiri 4 kanan 1. lampu power on 2. lampu signal 3 lampu temperatur dan 4. lampu peak. jadi begini mas permasalahannya, begitu saya on power tersebut lampu temperatur langsung menyala tapi hanya sebelah kanan yg kiri tidak padahal power masih dingin, kemudian karna saya lihat kurang bagus di pandang lampu kira tdk menyala sedangkan kanan menyala saya coba copot lampu temperatur yg menyalah tadi kolo power hidup2 trus saya copot lampu menyala tadi power langsung mati, tetapi bila posisi power of kemudian saya copot lampu temperaturnya sebelum power sy hidupkan reley power tdk jadi sehingga power juga tdk bisa on. Mohon bantuan mas bahar, biar power saya bisa saya pake tanpa ada bunyi gron/nois dan pada saat on relay power bole bekerja dan juga bagus seperti biasa. power crest audio saya masih asli amerika original terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ya ini tantangan juga buat saya. Cuma sayangnya saya kurang begitu mengenal power crest ini. Jadi kurang begitu paham seluk beluk power ini. Jadi mohon maaf belum bisa membantu.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Merakit Mixer Audio Sound System

Ada yang bertanya lewat komentar blog, bagaimana cara penyambungan mixer sound system? Dalam hal ini cara merakit atau merangkai dan penyambungan koneksi kabel di dalam mixer audio, sehingga dapat dipakai sebagai pencampur dan pengatur sinyal audio untuk keperluan sound system. Sebagai jawaban rekan kita yang ingin membuat atau merangkai mixer sendiri, saya buatkan posting cara merakit mixer audio sound system yang paling mudah dan sederhana. Mari kita simak lebih lanjut.

Cara Mengetahui Daya Watt Amplifier

Untuk mengetahui daya watt suatu amplifier adalah hal sangat penting. Karena untuk menghasilkan output audio yang sempurna dan agar suara yang dihasilkan tidak pecah. Kita harus mengetahui daya watt amplifier tersebut sebelum diumpan ke speaker.

Urutan Instalasi Audio Sound System

Setelah membaca cara merakit mixer sound system pada posting sebelumnya, kali ini bagaimana urutan instalasi audio sound system. Sebuah perangkat sound system pasti ada beberapa perangkat yang mempunyai fungsi masing-masing. Diantaranya adalah Mixer, Equalizer, Crossover, Power Amp. Perangkat diatas adalah perangkat yang umumnya dipakai oleh sebuah rental sound system. Dan ada beberapa perangkat tambahan lainnya yang berfungsi untuk lebih bisa mengontrol sinyal audio yang masuk. Sistem instalasi sound system pada umumnya dibagi menjadi dua yaitu 2 way dan 3 way.