Thursday, June 7, 2018

SKEMA LAMPU PEAK MIXER PER CHANNEL

Berikut adalah skema lampu peak mixer per channel. Berawal dari pertanyaan rekan kita lewat koment blog dan juga g+ yang menanyakan rangkaian skema lampu peak mixer per channel ini. Untuk pembahasan tentang hal ini, akan saya bagi menjadi dua posting yaitu pertama tentang skema rangkaiannya dan yang kedua tentang koneksi pada rangkaian mixernya. Sebenarnya sih bisa dijadikan dalam satu posting, tapi saya berpikir lebih baik dipisah saja, supaya lebih jelas. Bagaimana bentuk skema rangkaian lampu peak mixer ini? Simak lebih lanjut.

Lampu peak adalah lampu indikator untuk mendeteksi over tidaknya sumber suara yang masuk pada rangkaian audio. Lampu peak indikator biasanya dipasang pada power amplifier dan juga dipasang pada mixer. Tujuannya agar diketahui posisi maksimal suara yang dihasilkan. Sehingga hasil output suara akan sempurna dan tidak ada cacat. Keberadaan lampu peak indikator ini sangat penting, karena fungsinya tersebut. Tapi pada power amplifier dan mixer rakitan jarang disertai atau dilengkapi dengan lampu peak indikator. Sehingga kadang hasil suara yang dihasilkan sudah cacat, tapi tidak terdeteksi. Dikira power atau mixernya yang gak enak, padahal penyetelan suaranya sendiri yang sudah over. Nah disinilah fungsi lampu peak indikator diperlukan, untuk mendeteksi over tidaknya suara yang dihasilkan. Sehingga jika lampu peak indikator ini sudah menyala, berarti kondisi atau posisi suara sudah diambang batas maksimal dan sudah mulai muncul cacat suara misal suara serak dan pecah. Maka yang harus kita lakukan jika lampu peak indikator ini sudah menyala adalah dengan menurunkan penguatan suara atau gain, sampai lampu peak indikator ini padam. Sehingga suara akan tetap terjaga di level normal dan bebas cacat.

Pada power amplifier atau mixer rakitan jarang terpasang indikator ini, karena fungsinya yang kadang jarang juga digunakan. Untuk melengkapi dan menambah fitur lampu peak indikator mixer ini, diperlukan sebuah rangkaian penguat untuk menyalakan lampu led indikatornya, sebelum dipasang pada rangkaian mixer. Rangkaian ini sangat sederhana sekali, karena tidak membutuhkan banyak komponen. Hanya menggunakan komponen utama yaitu dua buah transistor dan komponen pendukung lainnya. Sehingga dapat memudahkan Anda dalam membuatnya. Berikut skema rangkaian lampu peak indikator mixer per channel.


Daftar komponen :
R= 47K
R= 220K
R= 5K6
R= 2K2
R= 100 ohm
Milar= 47n
Elco= 1uf/50v
Diode= IN4148
TR= C828 x2
Led= lampu led merah

Anda bisa lihat skema rangkaian diatas, yaitu menggunakan sistem penguatan menggunakan transistor C828. Untuk transistor Anda dapat menggantinya dengan tipe yang lain, misal tr C945, C1815, C458, C536, dll. Semua resistor boleh menggunakan Resistor yang 1/4 watt atau 1/2 watt. Tegangan supply rangkaian adalah tegangan tunggal, boleh menggunakan tegangan mulai 12v sampai 15V. Semua komponen diatas banyak dipasaran dan Anda pun dapat dengan mudah merakitnya. Di posting ini tidak saya sertakan gambar layout pcbnya, karena Anda bisa membuatnya sendiri pakai PCB lubang-lubang atau kalau mau lebih bagus, Anda bisa memakai layout pcb. Untuk cara penyambungannya atau koneksi pada mixer, akan saya bahas di next posting berikutnya. Update untuk diagram koneksi pada mixer bisa Anda baca disini. Semoga bermanfaat.

5 comments:

  1. Mas itu in yg masuk ke R 47 k itu di ambilkn dr mna..apa dr output ampli mas.. trus itu pake setrum DC 15v mas ya.. ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena itu adalah rangkaian lampu peak mixer, maka input silahkan konek ke output masing-masing channel mixer. Karena fungsi aslinya untuk mendeteksi peak mixer per channel, bukan input power.

      Ya betul pakai tegangan DC tunggal 15V. Jika digabungkan dengan tegangan simetris, maka cukup konek +15v ke +15v mixer dan ground. Jangan konek ke negatif supply, tapi ke ground.

      Jadi supply yang dibutuhkan cuma +15v dan ground saja, bukan -15v mixer. Awas salah pasang.

      Delete
  2. Trus saya yg bingung ini mas.. saya mw membangun sound system untuk acra karnaval.. karna sy msh awam.. itu cara menentukan gensetnya harus berapa KVA itu gmn mas..apa d hitung dr output PA atw gmn mas biar ideal gtu nantinya mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hitung total Amper trafo powernya. Misal Anda pakai 3 power dengan masing-masing power pakai trafo 15A, maka total Amper trafo adalah 15A x3=45A.

      Untuk mengetahui berapa VA gensetnya, maka Amper trafo dikalikan 220v. Maka hasilnya adalah 45A x220v= 9900VA.

      Jadi genset yang dibutuhkan untuk sound system tersebut adalah 10000VA atau genset 10000watt.

      Delete